3

Implementasi Karakter Anti Korupsi Dalam Proses Kegiatan Pembelajaran (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 10, 2020

Dalam proses pembelajaran hendaknya guru melaksanakan bentuk-bentuk pendidikan karakter sebagai berikut:

1. Religius
• Pada setiap sesi awal selalu memulai dengan berdoa, dan pada sesi terakhir juga

diakhiri dengan berdoa.
• Mengatur jadwal istirahat siang, sore dan malam sesuai dengan waktu Ibadah (khususnya untuk umat Islam), untuk memberi kesempatan kepada semua peserta melakukan ibadah..
• Mengakhiri kelas dilakukan lebih awal sebelum waktu Sholat Jumat.

2. Jujur
• Menekankan kepada siswa pentingnya kejujuran pada waktu mengisi ujian atau mengerjakan tugas.
• Memberikan Slogan pada lembar ujian atau tugas adalah ‘tiada dusta di antara kita”.
• Tes individual harus dikerjakan dengan penuh kejujuran.
3. Disiplin
• Mentaati semua aturan yang berlaku di sekolah.
• Melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang berlaku.
• Kerapihan dalam berpakaian dan bertindak.

4. Kerja Keras
• Pada saat pemberian tugas untuk diskusi selalu menggunakan pedoman waktu untuk ditaati dalam penyelesaian tugas, tidak boleh bersantai-santai.
• Mengkompetisikan kelompok diskusi pada setiap memecahkan masalah.

5. Mandiri
• Siswa selalu ditekankan untuk selalu memiliki perlengkapan sekolah secara mandiri sesuai kebutuhan.
• Pada saat ujian atau tugas, siswa diharapkan dapat mengerjakan secara mandiri permasalahan yang diberikan oleh guru.

6. Semangat kebangsaan
• Pada setiap acara di sekolah dianjurkan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
• Setiap kelompok terdiri dari berbagai suku, agama, etnis, yang diberi tugas bersama untuk menyelesaikan tugas kelompok secara bersama.

7. Cinta Tanah Air
• Pada acara-acara sekolah siswa dihimbau untuk berpakaian batik, yang merupakan ciri khas Indonesia.
• Snack yang disajikan dalam acara-acara sekolah berupa makanan khas tradisional yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia.
• Selalu menghimbau untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Beberapa langkah preventif tersebut di atas diharapkan dapat menjadi menghalau paling jitu terhadap penyakit sosial yang telah merusak kehidupan bangsa ini. Korupsi dan dua saudara kembarnya, kolusi dan nepotisme, selama ini telah menjadi “trilogi” penyakit yang menggerogoti bangsa ini. Jangan sampai “trilogi” penyakit bangsa ini terus hidup dan menggerogoti kehidupan bersama kita. Karena itu, pendidikan antikorupsi harus menjadi dewa penyelamat, sebuah cetak biru yang bisa membawa kemajuan bagi bangsa di masa depan yang jauh lebih baik.

Langkah lain yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam membangun ideologi kehidupan yang antikorupsi pada siswa antara lain adalah membuat kurikulum yang selalu mengutuk korupsi sebagai kemunkaran sosial. Dalam setiap materi pelajaran, seorang guru seharusnya tidak hanya menjelaskan makna tekstual teori ilmu pengetahuan, tapi juga mampu mengontekstualisasikan dengan fenomena ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Dengan integrasi teori dan realitas, maka kurikulum pendidikan, selain tidak menjemukan siswa, juga mampu mengantarkan mereka menuju hampaan pengetahuan yang begitu luas dan dahsyat. Mereka tidak hanya kaya dengan pengetahuan, tapi juga pengalaman hidup sebagai bekal di masa depan.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar