0

Ilmu Kimia dalam Al-Qur’an (0)

Yusmini August 30, 2021

Ilmu Allah sangat luas, hal ini bisa kita lihat salah satunya ketika mempelajari ilmu kimia. Dengan ilmu kimia kita belajar mengungkapkan dunia partikel yang sangat kecil, kita mempelajari alam secara mikroskopis, artinya kita mempelajari aturan-aturan Allah (sunnatullah) dalam skala yang sangat kecil. Dengan mempelajari ilmu kimia kita dapat mengetahui Maha Agung dan Maha Besar Allah Swt. dengan segala ciptaan-Nya.

Sebagaimana dalam firman Allah, Swt. dalam QS. Ali Imran: 190-191 yang artinya:

  1. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190)
  2. “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imran: 191)

Dua ayat tersebut menjelaskan tentang tanda-tanda kebesaran Allah. Tanda-tanda ini hanya dipahami bagi orang yang berakal, yakni orang-orang yang senantiasa memikirkan ciptaan Allah, merenungkan keindahan ciptaan-Nya, kemudian dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat-Nya. Mereka yang senantiasa berzikir kepada Allah Swt. dengan hati, lisan, dan anggota tubuh seraya menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Dalam QS. Al Mulk ayat 3-4, Allah Swt. berfirman, yang artinya:

  1. “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”. (QS. Al Mulk: 3)
  2. “Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih. (QS. Al Mulk: 4)

Masih banyak ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an yang sangat jelas memperlihatkan tentang bagaimana kebesaran dan keagungan Allah Swt. Salah satu contoh dalam ilmu kimia adalah fenomena air hujan. Dalam QS. An-Naba ayat 14-16, Allah Swt. berfirman, yang artinya:

  1. dan Kami turunkan dari awan, air yang banyak tercurah
  2. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan
  3. dan kebun-kebun yang lebat?
    (QS. An-Naba: 14-16)

Hujan merupakan rahmat dari Allah Swt. Hujan merupakan curahan air dari langit yang manfaatnya sangat besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Ketika hujan telah menyirami bumi maka air tersebut akan diserap oleh biji-bijian yang kemudian menjadi berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang nantinya dimanfaatkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya sebagai makanan.

Demikian pula pada zat-zat dalam suatu reaksi kimia. Sesungguhnya ada sifat keteraturan yang berlaku pada zat-zat dalam suatu persamaan reaksi. Hal tersebut merupakan hukum Allah (sunnatullah) yang tidak pernah akan berubah. Dalam perbandingan unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa, di mana pun kita berada unsur-unsur suatu senyawa selalu memiliki perbandingan yang tetap, tidak berubah. Sungguh Maha Besar dan Maha Suci Allah dengan segala ciptaannya serta dengan segala aturannya yang lengkap. Hendaknya kita selalu bersyukur karena adanya keteraturan setiap fenomena yang terjadi di alam semesta tersebut dapat kita pelajari dan mengambil manfaatnya untuk kehidupan kita sehari-hari.

Wallahu a’lam bis-shawab.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar