0

Hubungan Pertumbuhan dan Perkembangan dengan Dormansi Tanaman (0)

Wahid Priyono, S.Pd. February 16, 2021

Dormansi dapat dikatakan sebagai masa istirahat atau keadaan bagian tumbuhan pada fase istirahat akan tetapi tetap masih melangsungkan proses metabolisme tertentu, seperti respirasi. Benih dikatakan dorman apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak dapat berkecambah ataupun melanjutkan perkembangannya walaupun berada pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan.

Pada saat dormansi, pertumbuhan dan perkembangan berhenti, dan laju metabolisme rendah, cukup untuk menjaga kehidupan sel. Dengan melakukan dormansi, tumbuhan dapat hidup bertahan bulanan bahkan beberapa tahun, tanpa menghabiskan cadangan makanannya. Dormansi berfungsi bagi tumbuhan agar  mampu bertahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti kekeringan pada musim panas dan suhu rendah pada musim dingin. Dormansi dapat terjadi pada biji, tunas, spora, organ penyimpan cadangan makanan, seperti umbi, rhizoma, bulbus, dan kormus. Terjadinya dormansi dapat berhubungan dengan keadaan internal maupun eksternal tumbuhan.

Hampir semua tanaman darat melewati sebuah fase dormansi pada sebagian tahap dalam siklus kehidupannya, baik sebagai spora, di dalam tanaman – tanaman rendah, biji, tunas pohon, umbi, dan lain – lain. Biasanya fase dormansi bersamaan dengan sebuah periode kondisi – kondisi iklim yang tidak menguntungkan, baik dari temperatur rendah, ataupun dari temperatur tinggi dan kering. Jadi, banyak organ diam yang memperlihatkan adaptaasi terhadap kondisi – kondisi iklim yang berlawanan, dalam bentuk struktur khusus, seperti misalnya sisik tunas yang terbentuk karena adanya dormansi tunas, atau dengan perkembangan sebuah keadaan fisiologis yang memberikan ketahanan lebih tinggi terhadap kebekuan dan panas daripada yang diperlihatkannya selama fase tumbuh – aktif tanaman itu.

Kebanyakan tanaman berkayu membentuk tunas – tunas diam pada sebagian tahapan dalam siklus pertumbuhan tahunan. Pada spesies daerah iklim sedang, tunas semacam itu terbentuk tipikal di akhir musim panas atau musim gugur dan keseluruhan pohon atau semak memasuki sebuah fase dorman atau istirahat. Tunas – tunas diam dari tanaman berkayu biasanya mengandung sejumlah primordia daun yang tidak membesar yang perkembangannya lebih lanjut telah dihentikan oleh awal dormansi.

Selanjutnya dormansi pada organ openyerapan. Pertumbuhan awal stolon dapat terjadi bahkan sebelum pucuk berdaun muncul, tahap ini dapat terjadi pada rentang suhu dan panjang hari yang lebar, tetapi perkembangan stolon menjadi umbi biasanya memerlukan kondisi yang khusus. Untuk pertumbuhan awal stolon dibutuhkan kadar giberelin tinggi dan kadar sitokinin rendah. Hari panjang menguntungkan bagi pemanjangan stolon, sedangkan hari pendek menghentikan pertumbuhan stolon. Hari pendek juga mengakibatkan menurunnya kadar giberelin sehingga menyebabkan stolon berhenti memanjang.

Sumber Referensi Bacaan:

  • Campbell,dkk.2003.Biologi Edisi Kelima Jilid 2.Jakarta.Erlangga
  • Hasniunidah, Neni.2011.Buku Ajar Fisiologi Tumbuhan.Bandar Lampung.
  • Universitas Lampung
  • Salysburry, F.B and C.W. Ross.1992. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3.Bandung.ITB
  • Soerodikromo, Wibisono. 1993. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Jakarta :
  • Universitas Terbuka
  • Wilkins, M. B. 1989. Fisiologi Tanaman. Jakarta: Bina Aksara
  • https://tipspetani.com

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar