9

Hubungan Pendidikan dan Fitrah Manusia (+4)

Mushlihin October 16, 2013

Bahwa manusia diciptakan Allah swt sebagai penerima dan pelaksana ajaran Allah dan mempunyai tugas pokok yaitu di samping untuk li ta’abbudi ila Allah menyembah Khaliknya juga bertugas selaku Khalifatu fi al-Ardl. Untuk itu Allah tidak membiarkan manusia begitu saja tanpa bekal yang memadai, tetapi Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya memberikan anugerah yang sangat tinggi nilainya, yaitu berbagai kemampuan atau potensi yang memungkinkan manusia mampu memikul tanggung jawab tersebut.

Sejak lahir manusia telah dibekali dengan potensi-potensi atau alat serta kemampuan yang akan menjadi kekuatan untuk bertahan hidup di dunia ini maupun untuk mencapai kebahagiaan yang kekal yakni kehidupan akhirat. Karenanya, fithrah itu harus berinteraksi dan berdialog dengan lingkungan eksternal.

Untuk mampu berdialog memerlukan suatu lembaga yang lebih kondusif untuk mengaktualisasikan serta menumbuh kembangkan fithrahnya. Maka pendidikan merupakan lembaga yang paling strategis untuk mengarahkan fithrah itu secara optimal dan terpadu sepanjang hayatnya. Konsep fithrah juga menuntut agar pendidikan harus bertujuan mengarahkan pendidikan kepada terjalinnya ikatan kuat seorang manusia dengan Allah.

Kegiatan Pembelajaran di SMP 1 Belawa

Hal ini mengisyaratkan peran pendidikan sangat menentukan dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan manusia akan mengetahui mana yang baik mana yang buruk, serta mengetahui yang benar dan yang salah, tanpa pengetahuan manusia tidak akan bisa memahami apa sebenarnya arti hidup di dunia ini karena pada dasarnya manusia dilahirkan di dunia ini masih bersifat suci, suatu keadaan kosong sebagaimana adanya6 belum mengetahui suatu apapun dalam arti bahwa ia belum mumayyiz (belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk)

Dengan demikian pendidikan dipandang sebagai suatu ikhtiar yang sangat menentukan dalam menjaga agar manusia tetap berada pada fithrah-nya baik fithrah atas pengakuan terhadap Tuhannya, fithrah agama yang hanif serta segenap potensi yang ada pada dirinya. agar tidak menyimpang dari garis kodrat yang telah ditentukan, mengingat anak itu berada pada kehidupan yang serba dinamis dan dalam pertumbuhannya sering mendapat pengaruh positif maupun negatif.

Tagged with:

Comments (9)

  1. Iya pak Muslihin dan pak Sukani, manusia harus berada pada fitrahnya. Long life education. Setiap saat dalam hidup ini kita selalu belajar sesuatu, sejak Allah SWT meniupkan roh hingga akan masuk ke liang kubur. Insya Allah hidup di dunia yang hanya sebentar ini kita mampu mengisinya untuk kehidupan kelak di akherat, pendidikan terus menerus secara dinamis. Pendidikan adalah hidup kita. Terima kasih sharingnya, salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar