0

Tantangan Sekolah di Era New Normal, Seperti Apa? (0)

Pengelola Guraru July 28, 2020

Pandemik COVID-19 membuat dunia pendidikan harus ikut berbenah. Tak hanya dari sisi para murid dan guru saja, namun juga para orang tua siswa. Apalagi sejak meningkatnya jumlah penularan virus corona, sekolah di era new normal pun harus diimplementasikan. 

Tentunya timbul pro dan kontra untuk menghadapi era new normal ini. Khususnya di bidang pendidikan. Walau guru harus mengajar murid dari jarak jauh, namun tak semua murid dan orang tua siap menjalani belajar dengan cara baru ini. 

Sebab, bagi orang tua yang bekerja, beberapa merasa kewalahan membagi waktu mendampingi sang anak untuk tetap belajar di rumah. Sementara banyak pula guru dan orang tua yang belum melek teknologi, sampai keluarga murid yang tak punya akses internet.

Sehingga sudah tak heran lagi jika dunia pendidikan sedang jadi sorotan sejak pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh. Kebijakan ini tak lepas dari perdebatan dan timbulnya pro kontra saat menghadapi era new normal atau kebiasaan baru.

Dampak Positif Sekolah di Era New Normal

Sekolah di era new normal mulai berlaku sejak COVID-19 merebak di Indonesia. Sejak itu, sistem pendidikan pelan-pelan berubah. Jika tadinya murid harus ke sekolah, kini para pendidik dan siswa melakukan proses belajar sistem daring (online).

Meski banyak yang tak setuju dengan sistem belajar online, namun banyak dampak positif yang mungkin saja belum kita sadari. Misalnya, mengenai melek teknologi. Para guru yang tadinya belum piawai memanfaatkan teknologi justru jadi terasah.

Setelah mampu memanfaatkan gawai (gadget) yang dimiliki, para guru bisa meningkatkan proses mengajar dan mencari materi kreatif selama mengajar dari rumah. Selanjutnya soal tanggung jawab proses belajar. Jika sebelumnya guru dan sekolah bertanggung jawab 100% terhadap proses belajar, kini tanggung jawab juga berada di tangan para orang tua.

Positifnya, para orang tua jadi lebih sadar akan pentingnya mengawasi dan mendampingi anak ketika belajar. Jadi esensi penting pendidikan adalah tak hanya guru dan sekolah, tapi juga para orang tua murid yang punya harapan atas masa depan anak-anaknya. 

Namun begitu, guru pun tetap memberikan materi pembelajaran kepada siswa dan memberi pemahaman kepada orang tua murid. Tapi serunya, dengan pemanfaatan teknologi, para guru bisa mencari referensi belajar yang inovatif dan membuat murid lebih senang belajar.

Adaptasi Lingkungan Sekolah di Era New Normal

Walau masih dalam tahap transisi era new normal, pemerintah tetap memutuskan tahun ajaran baru siswa diberlakukan pada pertengahan Juli 2020. Pada masa tahun ajaran baru ini, para siswa diminta tetap belajar di rumah dengan sistem sekolah berbasis online. 

Sehingga, pembelajaran sistem daring adalah sebagai pelengkap, bukan pengganti. Jadi peran guru, siswa dan orang tua pun berubah ke arah lebih positif. 

Guru memberi materi belajar yang kreatif dan bermakna, siswa diharapkan dapat belajar dengan baik. Sementara orang tua berperan sebagai partner guru untuk mengawasi anak agar tetap disiplin belajar. 

Walau kini pemerintah terus menggodok sistem pendidikan baru, namun pihak sekolah pun harus siap menghadapi new normal. Apalagi pemerintah dikabarkan berencana membuka sekolah kembali pada akhir tahun, atau awal tahun 2021.

Praktis, pihak sekolah harus mempersiapkan segala hal yang dianjurkan pemerintah dalam surat edaran nomor 15 tahun 2020.  Adaptasi yang harus dilakukan oleh sekolah adalah;

  1. Seluruh sarana dan prasarana satuan pendidikan dibersihkan secara rutin, minimal 2 (dua) kali sehari, saat sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai dan setelah KBM selesai.
  1. Pemantauan kesehatan secara rutin, termasuk setiap sebelum KBM mulai berjalan, terhadap seluruh warga satuan pendidikan (termasuk peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan lainnya termasuk pengurus kantin satuan pendidikan), terkait gejala-gejala COVID-19, antara lain:
    1. a. demam tinggi diatas 38 derajat celcius
    2. b. batuk
    3. c. pilek
    4. d. sesak napas
    5. e. diare; dan/atau
    6. f. kehilangan indera perasa dan/ atau penciuman secara tiba-tiba.
  1. Pihak satuan pendidikan perlu mengatur proses pengantaran dan penjemputan peserta didik untuk menghindari kerumunan dan penumpukan warga satuan pendidikan saat mulai dan selesai KBM.
  1. Seluruh warga satuan pendidikan aktif, termasuk peserta didik, wajib aktif dalam mempromosikan protokol pencegahan penyebaran COVID19, antara lain:
    1. a. cuci tangan pakai sabun yang rutin minimal 20 detik
    2. b. hindari menyentuh wajah, terutama hidung, mata, dan mulut
    3. c. menerapkan jaga jarak sebisa mungkin, sekitar 1-2 meter 
    4. d. melakukan etika batuk dan bersin yang benar.
  1. Pihak satuan pendidikan perlu memastikan sarana dan prasarana yang sesuai untuk mencegah penyebaran COVID-19, antara lain memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun, minimal di lokasi di mana warga satuan pendidikan masuk dan keluar dari lingkungan satuan pendidikan.
  1. Pihak satuan pendidikan menempatkan materi informasi, komunikasi, dan edukasi terkait pencegahan penyebaran COVID-19 di tempat yang mudah dilihat oleh seluruh warga satuan pendidikan, terutama peserta didik, dengan pesan-pesan yang mudah dimengerti, jelas, dan ramah peserta didik.
  1. Pihak satuan pendidikan memastikan adanya mekanisme komunikasi yang mudah dan lancar dengan orang tua/wali peserta didik, termasuk mempertimbangkan adanya hotline atau narahubung terkait keamanan dan keselamatan di lingkungan satuan pendidikan.
  1. Pihak satuan pendidikan memastikan memiliki sistem dan prosedur manajemen kedaruratan di satuan pendidikan untuk mengantisipasi bila terjadi ancaman bencana (misalnya gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, dan kebakaran) di masa COVID- 19. Sistem dan prosedur ini wajib dikomunikasikan kepada seluruh warga satuan pendidikan, termasuk peserta didik dan orang tua/walinya.

Terciptanya sekolah di era new normal adalah perubahan besar dalam sejarah pendidikan Indonesia akibat pandemi COVID19. Jadi, sebagai ujung tombak dunia pendidikan, para guru harus siap dan mampu menghadapi pendidikan new normal. Ayo Guraru tetap semangat mengajar, ya!

192 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar