1

Home Visit , Dukungan Sekolah Masa Pandemi (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 16, 2021

Masa pandemi erupakan situasi tidak normal, dan perlu perlakuan khusus. Ketidak normalan ini juga di alami dalam proses belajar di sekolah. Beberapa sekolah menyiokapi dengan BDR atau PJJ online. Ada juga sekolah yang menerapkan Blended , paduan antara PJJ online dan PJJ off line. Penerapan ini berimbas pada siswa dengan cara belajarnya dan permasalahannya. Permasalahan di sekolah ketika tatap muka mungkin dapat diobservasi langsung dan ditindak langsung. Tetapi pada masa PJJ , maka permasalahan yang dialami siswa perlu kajian mendalam pada sisiwa , keluarganya, dan lingkungan masyarakatnya.

Home visit sebagai salah satu formula untuk mengatasi permsalahan yang dialami oleh siswa ketika BDR. Home visit adalah suatu hubungan langsung antara pembimbing dengan siswa dan keluarganya dengan dilakukan kunjungan. Home visit menjembatani komunikasi dan konsultasi siswa , orang tua, guru dan masyarakat. Kunjungan siswa atau home visit memungkin data yang diperoleh oleh guru pembimbing akademik atau pembimbing konseling . Menurut Prayitno, kunjungan rumah merupakan upaya untuk mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan anak atau individu yang menjadi tanggung jawab konselor dalam pelayanan konseling. Tindakan kunjungan rumah pada masa pandemi dapat juga dilakukan oleh wali kelas mengingat banyaknya siswa ketika BDR , siswa yang bermasaalah menjadi tidak sedikit jadi perlu kerja sama guru lain, terutama wali kelas sebagai pembimbing akademiknya.

Kunjungan siswa atau home visit ini memiliki beberapa manfaat yaitu :
a). Munculnya kesamaan visi orang tua peserta didik terhadap sekolah;
b). Adanya dukungan orangtua peserta didik terhadap program sekolah; ; ;
c). Adanya kerjasama antara sekolah dan orang tua
d). Munculnya partisipasi orang tua peserta didik terhadap sekolah
e). Munculnya rasa ikut memiliki dalam menyukseskan program pendidikan;
f). Melancarkan program sekolah, baik sekarang maupun akan dating.
g). mencari solusi masalah belajar

Dalam interaksinya, pelaksanaan home visit ada beberapa komponen yang berinteraksi yaitu guru, keluarga, dan siswa. Dengan adanya interaksi langsung yang lebih akrab karena berada di rumah siswa sehingga kondisi real orang tua dan siswa lebih terakses maka akan lebih terbuka. Dari keterbukaan ini maka kan muncul kedekatan yang akan menumbuhkan motivasi siswa. Motivasi inilah yang paling banyak menjadi kendala siswa dalam melaksanakan pembelajaran dari rumah, karena dengan motivasi akan memunculkan kemandirian siswa.

Salah satu contoh kasus yang dialami oleh siswa kami, pada saat pembelajaran dengan BDR menggunakan LMS sekolah tidak pernah ada respon dari siswa, dan orang tua. Wali kelasnya sudah sampai ratusan kali mengirim WA untuk mengingatkan ke siswanya, tetapi tidak ada respon. Beberapa kali surat panggilan dilayangkan tetapi belum mendapatkan hasil. Akhirnya langkah terakhir yang dilakukan untuk pembinaan siswa tersebut , sekolah memberikan tugas kepada wali kelas untuk mengunjungi rumahnya. Kebetulan siswa ini ternyata tinggal tidak bersama orang tuanya. dari kunjungan ini maka wali kelas mendapatkan data yang akurat tentang kondisi rumah tangga siswa tersebut. Dengan adanya kunjungan rumah, orang tua yang tinggalnya terpisah dengan siswa tersebut akhirnya terbuka untuk memberikan dorongan kepada siswa untuk segera aktif kembali,

Kunjungan siswa ini pada masa BDR sangat efektif. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketersediaan SDM yang harus melayani jumlah siswa bermasalah yang banyak memerlukan energi ekstra. Dari peristiwa ini, sebaiknya setiap guru memang harus memiliki kompetensi paedagogik dan sosial disamping kompetens profesional dan personal. Mau tidak mau seorang guru juga harus menjadi seorang pembimbing dan negoisator dengan keluarga peserta didik, sehingga kemampuan komunikasi dan adaptasi pada budaya lokal juga diperlukan.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar