0

Hikmah Berbakti Pada Ibu (0)

Supadilah S.Si April 29, 2021

Setiap hari, Uwasi menggendong naik turun bukit. Karena ulahnya, Uwais dikatakan gila. Kurang kerjaan. Namun aktivitas itu tetap dilakukannya. Hingga berbulan-bulan kemudian. Anak lembu semakin besar dan semakin berat. Namun otot-otot Uwais semakin terlatih, semakin kuat. Hingga berat lembu itu telah mencapai 100 kilogram. Tibalah musim haji, orang-orang kemudian paham dengan apa yang dilakukan Uwais. Dia sedang berlatih untuk menggendong ibunya. Yah, dia mengantarkan ibunya haji dengan digendong dari Yaman hingga Mekkah. Perjalanan yang sangat jauh dilakukan dengan berjalan kaki ditambah menggendong ibunya pula. Sesampainya di Mekkah saat berhaji, Uwais berdoa, “Ya Allah, ampunilah semua dosa ibuku”. Sang ibu bertanya, “Engkau tidak berdoa untukmu sendiri?”. “Saat ibu sudah terampuni oleh Allah, cukuplah bagiku ibu. Ridha ibu akan membuatku diridhai Allah”. Sang ibu tersenyum dan kemudian mendoakan Uwais.

Rasulullah SAW mengatakan kepada Umar bin Khattan dan Ali bin Abi Thalib, “Di zaman kalian akann lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan dating dari arah Yaman. Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istiqhfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi”

Jalan menuju surga itu mudah dan sederhana. Bisa dengan memijit ibu, menyenangkan hatinya, berkata lembuh, dan mematuhinya. Sesungguhnya merugilah orang yang punya kedua orang tua namun tidak mendapatkan tiket surga.

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” (Al-Israa’ : 23).

Sekarang ini tidak sedikit anak yang berlaku durhaka kepada orang tua. Merasa sudah pintar dengan ilmu yang dimiliki. Berani menyuruh-nyuruh orang tua untuk memenuhi permintaannya. Atau berani membantah apa yang disuruh orang tua. Di Indonesia tidak sedikit kasus anak yang melawan kepada orang tua. Bahkan, beberapa kali kasus perseteruan anak dan orang tua berujung di pengadilan. Ada anak yang menggugat ibu kandungnya 1,8 M. Adalah Handoyo Adianto dan isterinya Yani Suryani yang menggugat Siti Rokayah yang kemudian menjadi viral dan perhatian nasional.

Sebuah kedurhakaan akibat kesombongan intelektual. Padahal kasih ibu tidak terkira. Dan tidak tergantikan dengan apapun. Tidak juga dengan harta benda yang dimiliki sang anak. Semuanya itu tidak bisa membalas pengorbanan yang dilakukan ibu.

Santun Kepada Ibu

Penting menjaga ucapan terutama kepada ibu. Sakitnya luka fisik bisa disembuhkan. Namun luka hati karena ucapan bisa membekas seumur hidup. Bahkan, ucapan itu bisa terwujud di dunia. Mungkin kita pernah dengar Legenda. Malin Kundang, cerita rakyat dari Sumatera Barat. Meski legenda, cerita itu bisa ada dalam kehidupan nyata.

Adalah sang ibunda, tak kuat hati menahan kesal, karena sang anak yang tak mau mengakui sebagai ibu, kemudian mengutuk Malin jadi batu. Malin pun membatu mengeras. Kini masih menjadi prasasti dan pelajaran bahwa kedurhakaan bisa mengundang kutuk. Dan kutuk, bisa terjadi.

Sepatutnya kita berlaku santun kepadanya. Hormati sosoknya. Dengarkan ucapannya. Taati perintahnya. Mohon doa restunya karena itu akan melapangkan langkah hidup kita. Berapa banyak cerita, kehidupan sulit seseorang karena durhaka kepada ibunya. Sebaliknya, banyak pula cerita kesulitan yang berubah menjadi kemudahan karena berbakti pada orang tua terutama ibu. Selagi beliau masih ada, mari berkhidmat kepada ibu. Berlakulah seperti Muhammad bin Sirin. Kecerdasan dan kehebatan seakan sirna dihadapan ibu sebab hormat kepadanya.

Santun kepada ibu masuk pada ranah keimanan dan keberislaman kita. “Belum dikatakan berbuat baik kepada islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya” Abdullah Azzam. Semoga kita bisa menjadi anak yang berbakti kepada ibu.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar