10

Hidayah Harus Dicari Agar Tidak Merugi (+7)

Sri Sugiastuti January 31, 2014

Salam, Guraruers yang dimuliakan Allah. Pernahkah kita mencari hidayah untuk memperoleh pencerahan atau keluar dari maslah yang sedang kita hadapi? Ayau kadang kita sering mendengar istilah ” Ya kita doakan agar dia mendapat hidayah” Padahal sejatinya hidayah itu harus dicari bukan ditunggu.

Pernahkah anda membaca kisah Umar Bin Khatab menjelang menerima kunci gerbang pintu masuk Baitu Maqdis dari Raja Heraklius? .Beliau merasakan betapa mulianya setelah masuk Islam. Letaknya bukan pada orang yang memuliakan dia sebagai kalifah. Tapi disebabkan karena hidayah Islam yang diterimanya. Dia juga merasakan bahwa kemuliaan itu letaknya di hati. Alhamdulillah.

Konon Umar dan ajudannya saling bergantian menaiki onta ketika harus menempuh perjalanan kurang lebih 800 Km. Umar sebagai seorang Pemimpin rela berbagi lelah dengan ajudannya. Adakah pemimpin kita yang sanggup meniru sikap Umar Bin Khatab saat ini ?

Artinya Umar menolak pencitraan diri tapi menjalankan praktek pencitraan Islam. Dia tampil apa adanya berdiri sebagai kalifah dan mensyukuri betapa tingginya nilai hidayah Islam. Seperti yang diterangkan Allah dalam firmanNyaQS; Al An’am 6:125. Betapa orang yang mendapat petunjuk dari Allah itu dadanya akan lapang sedang yang tidak mendapat petunjuk dadanya jadi sempit, seperti mendaki gunung yang tinggi dan kehabisan oksigen, begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang yang tak beriman.

Apa saja tanda-tanda orang yang hatinya dilapangkan oleh Allah. Diantaranya adalah:
Selalu siap kembali ke kampung akherat yang bersifat kekal. Hati yang benar-benar lapang merupakan awal dari perjalanan ke kampung akherat.

2. Selalu siap meninggalkan kehidupan dan keindahan dunia yang bersifat semu,Kapan saja. Ya dunia boleh dalam genggaman tapi harus tidak ada di hati kita. Jangan biarkan cinta dunia bersemayam di hati kita. Kalau itu sampai terjadi iman kita jadi kering dan lama kelamaan akan tercabut.

3. Selalu siapa untuk mati sebelum kematian itu datang. Kapan? Tidak Tahu. Ingatlah perintah untuk taqwa” Jangnlah kau mati kecuali dalam keadaan Islam”. Mari bertahap kehidupan kita diatur secara islami, selalu ada proses peningkatan . Jadi bila suatu saat dipanggil sudah dalam keadaan Islam. Karena semua harta benda ketika mati tidak akan dibawa.

Indahnya Islam itu harus dipahami sehingga mengikkuti syariat Islam itu sebagai kebutuhan hati. Sedang gambaran secara visual ada di QS Al An’am O;122. Yang diterjemahkan oleh Ibnu Katsir. Mereka yang rusak imannya, yang suka bergosip dan menyia-nyiakan waktu. Mereka itu dianggap mati bagaikan pocong tidak dianggap oleh Allah.SWT,padahal mereka masih hidup. Jangan sampai jadi timun bongkok walaupun jumlahnya banyak tapi tidak ada harganya Merugi lah orang yang seperi ini tidak masuk hitungan. Derajatnya sangat rendah di mata Allah.

Dalam firman Allah di QS Al Isra’:17:9 Al Qur’an sebagai petunjuk ke jalan yang lurus. Dan memberi kabar gembira kepada orang mu’min yang beramal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dengan petunjuk Al Qur’an yang membuat orang berjalan dengan enak, kemudian juga beramal saleh dengan ikhlas dan benar.

Sedang untuk mempraktekan Al Qur’an, teladanilah Rasulullah SAW. Dalam QS .Al Ahzab 33:21. “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu yaitu orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah. Sedang dalam hadist pun dikatakan bahwa akhlak nabi Muhammad SAW adalah Al’Qur’an. Ayat inilah pokokyang utama dalam meneladani Rasulullah SAW dalam segala ucapan,perbuatan dan keadaannya.

Ini ada beberapa tips agar hidup sesuai Al’Qur’an.

1. Efisien terhadap waktu. Karena waktu itu terbatas. Jangan lah waktu itu dibagi dalam tiga hal ! 8 jam untuk tidur, 8 jam ketiduran dan 8 jam lagi tidur tiduran. Kapan kerja dan ibadahnya???

2. Efektif dalam menggunakan waktu.Aturlah agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Bijak lah dengan waktu yang 24 jam itu. Apa saja yang bisa diperbuat.

3. Selektif memilih kegiatan. Pandai memilah mana yang lebih penting mana yang kurang penting. Jadi ada skala prioritas dalam memanfaatkan waktu Ambil yang diyakini benar dan sangat bermanfaat

Bagaimana merurut guraruers?

Comments (10)

  1. Ini ada beberapa tips agar hidup sesuai Al’Qur’an.

    1. Efisien terhadap waktu. Karena waktu itu terbatas. Jangan lah waktu itu dibagi dalam tiga hal ! 8 jam untuk tidur, 8 jam ketiduran dan 8 jam lagi tidur tiduran. Kapan kerja dan ibadahnya???

    2. Efektif dalam menggunakan waktu.Aturlah agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Bijak lah dengan waktu yang 24 jam itu. Apa saja yang bisa diperbuat.

    3. Selektif memilih kegiatan. Pandai memilah mana yang lebih penting mana yang kurang penting. Jadi ada skala prioritas dalam memanfaatkan waktu Ambil yang diyakini benar dan sangat bermanfaat
    **********************
    jangan terlalu dihabiskawan waktu di depang guraru.org apa lagi sekedar mendapat poin heeeee …. 🙂
    terima kasih pencerahannya ustadzah sri sugiastuti 🙂

  2. Maaf Pak Bakri, alhamdulillah saya sudah mempraktekkan ilmunya Pak Darma, sekedar info tulisan ini sudah saya jadwal seminggu lalu, materinya dari file saya ketika saya duduk manis di ta’lim. Ini salah satu cara saya menggunakan waktu yang 24 jam. Dan ingin sukses dunia akherat walau tertatih,tatih.
    Bahkan sudah ada 15 tulisan yang saya siapkan untuk besok bulan Februari ketika saya insyaallah sedang berada di Turki. Bukan mengejar poin koq cuma senang berbagi saja dari pada tulisan saya teronggok di file laptop jadul saya.

    Terima kasih Pak Bakri peduli sekali dengn tulisan saya.

    Salam jumat ceria ya

  3. Pak Rasyid ini hanya catatan kecil seorang ibu yang duduk manis di ta’lim di kelilingi malaikat dan mendoakan karena sudah mengkaji ilmu Allah , lalu berbagi kepada sesama dengan pakem, ” Berdakwahlah walau hanya satu ayat” dan diniatkan dengan ikhlas setelah itu terserah saja.
    Matur Nuwun Pak.

  4. Terima kasih Tausiah-nya Bu Sri sudah mengingatkan kita semua, sehari itu 24 Jam dibagi 3= 8 jam.
    Kita rata-rata tidur (kata bu Sri) 8 jam sehari berarti sepertiga usia kita untuk tidur saja. Jika usia guraru ada yang sudah 60 Tahun berati sepertiganya adalah 20 tahun dan ia sudah tidur saja selama 20 tahun, Lama juga yach kita tidur. Belum lagi tudur-tiduran dan yang lebih seru lagi para pengangguran yang seharian rata-rata tidur terus.

    Kisah Umar Bin Khatab ini mari kita jadikan nasehat buat kita bahwa “Artinya Umar menolak pencitraan diri tapi menjalankan praktek pencitraan Islam”. nah mari menulis di guraru bukan untuk pencitraan guru poin tapi menjalankan praktek pencitraan guru berbagi.

    Bu Sri mengapa ada kata “Konon” ya seperti cerita fiksi aja pada: “Konon Umar dan ajudannya saling bergantian menaiki onta ketika harus…”. he he he mohon penjelasan

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar