9

Hati-hati Terjebak Kegiatan Rutin (+5)

Bu Etna @gurutematik January 8, 2014

Selamat Sore Guraru. Saya ingin mengingatkan keluarga besar Guraru beserta anak didik, agar kita semua dapat berhati-hati terhadap jebakan kegiatan rutin. Kegiatan mana yang tergolong rutin? Jebakan? Benarkah dalam kegiatan rutin terdapat jebakan? Maksudnya jebakan yang bagaimana? Bagian mana dari rutinitas yang dapat menjebak kita?

Kegiatan rutin merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan secara rutin. Rutin berarti sesuatu yang dilakukan terus menerus tanpa perubahan sama sekali. Misalnya mandi. Kita sudah hafal urutan proses ketika mandi. Mungkin ada yang berbeda dibanding orang lain, namun kita selalu mengerjakan urutan tersebut secara otomatis, karena sudah hafal. Berarti proses mandi tidak memerlukan proses berpikir. Menurut taksonomi Bloom, kita berada dalam taraf C-1, hafalan murni (remembering). C-1 berada dalam memori jangka pendek.

Berapa banyak jenis kegiatan rutin yang kita lakukan setiap hari dari bangun tidur di pagi hari hingga akan tidur di malam hari? Apa saja jenis rutinitas itu? Sebagai contoh, saya bangun sebelum Subuh, minum air 2 gelas, mandi, menyiapkan sarapan, sholat Subuh, yoga/senam, bersih-bersih rumah, mencuci, sarapan, bimbingan online di depan laptop, home schooling di luar rumah, dst. Bagian mana sajakah yang kita lakukan secara otomatis, tanpa pikir panjang?

Ketika kita terlalu sering mengerjakan sesuatu secara otomatis karena sudah merupakan rutinitas, dan dalam sehari hal itu menyita sejumlah waktu yang cukup banyak, maka pada waktu-waktu tersebut kita tidak menggunakan pikiran, dengan kata lain otak kita berhenti bekerja. Nah itulah jebakan yang mungkin tak kita sadari. Jebakan ini menyebabkan terbentuknya BLOK OTAK yang makin menebal dan memadat, hingga makin sulit bagi kita untuk menghilangkan blok tersebut.

Otak harus terus dimanfaatkan, kecuali ketika kita istirahat. Bagaimana memanfaatkan otak agar tidak timbul blok atau blok yang ada bisa berkurang dan hilang? Salah satu hal yang penting adalah jangan ternina-bobokkan oleh rutinitas. Misalnya mengajar, dari hari ke hari, tahun ke tahun, begitu-begitu saja, kata beberapa siswa. Gurunya C-1, bloknya tebal dan kokoh, bagaimana dengan siswanya? Apapun yang kita lakukan, walau dalam rutinitas, otak harus dimanfaatkan. Kita harus berpikir, menuju C-2, 3, 4, 5, dan C-6. Dari LOTS (Low Order Thinking Skill) menuju HOTS (High Order Thinking Skill). Dari visual ke verbal, dari tingkat berpikir konkrit ke tingkat berpikir abstrak (formal).

Untuk menghilangkan blok secara cepat, laju percepatan harus ditingkatkan hingga terjadi Cognitive Acceleration (Percepatan Pikiran) atau akselerasi pikiran. Bapak Sutanto dalam TWC 3 telah begitu genjarnya melatih kita, sampai saya kelabakan hehehe maklum manula. Untuk rutinitas pembelajaran, kita harus banyak bertanya atau memberi tugas dengan HOTS, agar siswa dihadapkan pada suatu masalah hingga bingung dan segera berpikir untuk memecahkan masalah tersebut. So it’s a problem solving rather than questions.

Guraru, hingga awal semester 2 ini, masih ada saja siswa-siswa yang belum terlatih dengan problem solving. Salah satu penyebabnya, saya dihadapkan pada pelayanan untuk membimbing siswa menyelesaikan PR obyektifnya dengan membaca sendiri teori dan pertanyaannya hampir semua ada di situ. C-1 kah? Terjebakkah siswa itu? Astaqfirullah, kasihan mereka, blok otaknya bisa menebal. Kita harus membantu menghilangkan blok itu. Berarti yang harus dimusnahkan lebih dahulu adalah blok kita sendiri. Insya Allah kita bisa. Mari terus berlatih Guraru. Salam perjuangan.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (9)

  1. Iya benar pak Tri, rutin kan membosankan, namun masih banyak yg suka, sayang ya. Thx responnya pak. Oh ya saya menulis artikel kesehatan sehubungan dg mapel kita kan kimia, hehehe Guraru sering tak tertarik untuk merespon dan melakukn hdp sht ya, hehehe jadinya kita jarang nulis sesuai kompetensi hehe. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar