9

Hati-Hati Guru Ditipu! (+3)

Siti Mugi Rahayu November 18, 2013

Bu Ari setengah teriak tidak percaya ketika membaca pesan singkat yang baru saja diterimanya dari nomor 085696245839. Beberapa menit kemudian teman-teman yang lain susul menyusul melaporkan bahwa mereka juga mendapat pesan yang sama. Tak lebih dari satu jam, sayapun mendapatkan pesan yang sama. Hmmm… Bu Ari mencoba menelepon nomor tertera di dalamnya namun tidak diangkat. Bu Nunung mencobanya juga dan ternyata.. bing ! diangkat ! Semua orang “hampir ” penasaran. Sepertinya antara tugas dan jalan-jalan ke Bali begitu tak ada bedanya.

Apa sih bunyi pesan aneh tersebut ?

Selamat Sore Saya. Najemudin. (Kepala Sekolah.SMA Al Muslim) Anda diundang untuk menghadiri seminar “peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan temaga kependidikan Guru dari Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD.Tgl. 23 – 24 Nov 2013 di Hotel Nusa Dua Bali Ditujukan Kepada Saudara Yth.Siti Mugi Rahayu. (No. Peserta Anda, 5272547) (Biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD, Rp. 5.jt/peserta) Untuk Menerima Dana Transportasi & Akomodasi, Sekarang Anda bisa Langsung Menghubungi Ketua Panitia Penyelenggara Bapak. Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. (Dirjen Pendidikan Menengah) di No Hp Beliau. 0816648957. Undangannya baru kami terima dari KEMDIKBUD bisa diambil hari Rabu diruangan saya, Maaf baru sempat sms kebetulan ada acara kelurga di luar kota. Terimakasih.

Bunyi pesan sekaligus tanda baca dan isinya yang aneh langsung mengingatkan saya pada sebuah status di FB yang menyinggung sebuah kasus penipuan pada guru. Yang menarik dan membuat guru bertanya-tanya, kok data-data yang dipakai adalah data dirinya ? Diperoleh dari manakah data-data ini ?

Seingat kami, kami mengirimkan data-data lengkap ke Dinas Pendidikan Kebupaten biasanya terkait masalah sertifikasi atau tunjangan lainnya dari pemerintah. Entah dari mana akhirnya data-data tersebut harus bocor ke tangan orang-orang tidak bertanggungjawab. Apakah benar ini sms hoax ? Kami langsung konfirmasi ke Kepsek dan memang beliau menyarankan untuk tidak mengindahkan sms ini. Intinya, bukan dari Kepsek.

Kalau diperhatikan, isi suratnya sangat tidak masuk akal. Mana mungkin pula kita harus menelepon langsung seorang Prof. Dr. Ir. yang biasanya punya kesibukan mengajar atau meneliti yang luar biasa. Mau beliau menerima telepon ratusan orang ? Lagi pula, bukan gaya Kepsek saya banget sms seperti ini.

Bu Nunung mengisahkan perteleponannya dengan nomor Prof. Achmad di atas. Si Prof pura-pura galak dan balik bertanya ada kepentingan apa menelepon dia ? Lalu ujung-ujungnya, pendaftaran ke Bali ini harus dilakukan sekarang juga. Bu Nunung lalu digiring ke ATM terdekat untuk segera melakukan transfer. Ga nyambung kan ? Akhirnya Bu Nunung yakin benar bahwa ini penipuan. Kata Bu Nunung, “pokoknya kalau urusannya minta ke ATM, pasti penipuan”. Soalnya, Bu Nunung pernah hampir tertipu modus yang berbeda. Malah, seorang tetangga sempat tertipu sms “mamah, kirimin aku pulsa dong !”.

Comments (9)

  1. Terimakasih bu Mugi atas sharingnya. Waspada dan waspadalah karena banyak pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan hal tersebut. Peristiwa ini hampir saya yang dialami rekan saya di sekolah. Ada surat palsu yang mengatasnamanakan BAN-Prov DKI yang akan mengadakan suatu diklat padahal di sekolah memiliki auditor dari BAN-Prov DKI. Jadi ketahuan kalau surat itu palsu. Untung ketahuan duluan sehingga tidak sampai mentransfer uang. he..he…he…

    Semoga rekan-rekan guraru lebih berhati-hati lagi. Salam perjuangan,

  2. Hehehehe bu Mugi, penipuan seperti itu sasarannya bukan guru saja, departemen manapun. Hampir tiap hari terjadi begitu. Ada yg cara bicaranya halus, sampai yg ditipu tak terasa tahu-tahu sudah di atm dan klik uangnya ke transfer, baru sadar dan nangis, ada yg teriak2. Saya malah pernah sengaja saya turuti, sebelum ke kotak atm sy lapor polisi setempat, kemudian dg cepat polisi merunut. Sy ke atm dan saat dia bilang transfer 10 juta, cepat ketik, saya blg sy sdg nunggu bpk transfer hadiah 10 jutaku. Katanya sy hrs transfer dulu, kubilang ini cuma ada 53 ribu. HP pakai speaker dan direkam polisi. Akatanya ibu transfer dulu 50 ribu, kubilang gak bisa, kalau mau nunggu sy tilpun suami dulu minta ditransfer, iya katanya. Sampai 20 menit lebih. Eh kok cepat ya, sy disuruh berhenti dan orgnya sdh ditangkap, ternyata orgnya berada di atm terdekat dg atm super market yg kugunaka, hehehe. Malah pihak kepolisian berterima kasih padaku. Ke depan lgsg di delete saja bu. OK thx.

  3. Benar kita harus hati hati jenis modus penipuan seperti ini sebab di sekolahku satu bulan kemarin juga marak untuk ikut seminar, setelah dicek ternyata palsu alias penipuan. Untungnya tidak ada yang kena karena langsung disampaikan ke teman-teman ada penipuan kayak gitu.
    Salut langkah ibu Etna. Terima kasih.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar