0

Harta, Tahta, Barokah (0)

FitriyaniElHasan December 11, 2020

Ini nih, 3 kalimat yang lagi booming. Sebenarnya 2 kata saja, kata terakhir saya bikin beda dan sesuai dengan incaran semua guru. Dari segi dunia pendidikan, mencari harta dalam mendidik tidaklah tepat. Dari segi jabatan seorang guru, menduduki sebuah tahta juga kurang berarti. Namun dalam mengajarkan ilmu pada peserta didik pastilah kita mengharapkan sebuah kebarokahan ilmu yang kita berikan agar hidup jadi berkah.

Lalu arti dari “Harta, Tahta, dan Barokah” itu apa sih ya?? Let’s discuss more about it.

Harta merupakan segala kekayaan yang berwujud maupun tidak berwujud. Dalam ilmu ekonomi, harta juga disebut sebagai aktiva. Harta dapat dihitung dalam nilai mata uang untuk menentukan besaran dari nilai harta tersebut. Misalnya, Anda memiliki sebuah rumah di Jakarta. Rumah merupakan harta yang memiliki nilai dan bisa dihitung dalam satuan nilai mata uang. Nilai dari harta bisa diuangkan sesuai dengan harga dari harta tersebut. (kamus Tokopedia.com)

Tahta merupakan posisi tertinggi seseorang dalam posisi tertentu dalam suatu kedudukan. Dalam hal ini banyak orang yang berlomba untuk merebutnya untuk mencapai suatu golongan hidup yang diinginkan. Terkadang mereka sampai menggunakan cara yang kurang baik untuk mewujudkannya. Demi menyingkirkan para pesaing dalam menggapai tahta yang diimpikan.

Barokah menurut Humas percikan Iman dilamannya adalah kata yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup di dunia dan juga harapan terbaik di akherat. Barokah atau BERKAH adalah salah satu kata “selain salam dan rahmat” yang terkandung dalam salam Islam “Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan selalu menyertai Anda (kalian)”.

Menurut bahasa, berkah berasal dari bahasa Arab: barokah (البركة), artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk.

Menurut istilah, barokah artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali, Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79).

Barokah bukanlah cukup dan mencukupi saja, tapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya. Barokah itu: “Albarokatu tuziidukum fi thoah” ~ Barokah menambah taatmu kepada الله

Berikut ini adalah tentang barokah dalam keseharian kita, semoga kita bisa mendapatkannya.

(1) Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.

(2) Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

(3) Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله tiada yang menandingi.

(4) Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

(5) Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, tapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal dan berjuang untuk agama الله.

(6) Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar dan bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

(7) Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar dan mempunyai pekerjaan dan jabatan hebat, tapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih dan tak henti-hentinya mendo’akan kedua Orang tuanya.

Semoga poin 5 menjadi penyemangat kita sebagai pendidik untuk mendapatkan berkah nggeh..

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar