0

Hari Pertama TM di Sekolah Anakku (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 15, 2021

Selamat berjumpa sahabat Guraru. Semoga hari ini di suasana bulan ramadhan kita di beri kesehatan dan kebahagaiaan. Hari ini saya ingin berbagi tulisan tentang pengalaman saya sebagai seorang ayah yang anaknya baru masuk Tatap muka yang pertama kali di sekolah yang baru.

Hari ini kamis, 15 april 2021 sekolah anak saya mengambil kebijakan untuk diadakan tatap muka secara langsung dengan siswanya, tentu saja dengan prokes yang ketat. Ada kegembiraan di hati saya , karena selama hampir 1 satu tahun anak saya masuk pada sekolah yang baru baru kali ini mungkin berinteraksi dengan gurunya, kawannya, lingkungan sekoalhnya secara langsung.

Tadi malam anak saya sudah mempersiapkan baju seragamnya yang baru, yang belum pernah di[akai selama masuk sekolah yang baru. Ada nuansa keraguan di benakku, karena saya amati dari cara dia terus bertanya apakah benar seraamnya ya pa? nanti kalau salah gimana pa? danpertanyaan itu terus diulang-uang sampi tadi pagi sebelum berangkat sekolah. Mama nya dengan sabar selalu menjawab dan meyakinkan anakku bahwa seragamnya sudah benar.

Dari kejadian ini saya mulai menganalisa, bahwa pertemuan tatap muka secara langsung memang sangat diperlukan. emosi anak akan terlatih pada hal baru secara real. Sebelumnya anak saya tidak pernah menanyakan tentang seragamnya benar atau salah, cara pakainya gimana , dimasukkan atau tidak, sabuknya warna apa, sepatunya boleh pakai tali atau tidak. Hal hal ini mungkin tidak akan muncul ketika tidak tatap muka. Intinya penyebabnya adalah hal baru, sayapun mencoba mengambil pesan yang tersampaiakn dari kejadian ini. Bahwa sesuatu yang baru, dapat memunculkan banyak pertanyaan, jadi kalau dalam pembelajaran dapat memanfaatkan hal hal baru yang terkadang sederhana itu lebih baik, daripada sesuatu yang rumit untuk menciptakan hal baru kita buat dengan aplikasi yang bermacam-macam. Makna baru, ternyata bagi seseorang itu sangat berbeda-beda. Saya pun teringat pada quote para pembuat pemuda yang suka berbagi, ” Yang sederhana, bisa saja menjadi istimewa bagi yang baru mengakaminya”.

Pembelajaran secara daring selama ini menggunakan alat / media yang hampir sama yaitu dengan LMS Sekolah dan ditopang WAG kelasnya, yang bervariasi adalah bentuk tugas dan aplikasi media pembelajarannya. Hampir setahun mereka berhadapan dengan HP atau laptop tiap hari. Mungkin itu juga yang membuat mereka kurang mendapat stimulus dari dimensi real, karena selama ini yang dirasakan oleh anak saya adalah stimulus-stimulus dunia maya. Stimulus dunia maya yang mungkin ada beberapa kekurangan yang belum bisa mewakili dunia real dengan keterbatasan teknologi, yang sampai sekarang belum tergantikan adalah bagaimana mentransfer bau dalam media digital. Bau aroma kelas dan aroma minyak wangi para gurunya, kawan-kawannya, dan udara segar di sekitar lingkungan sekolah mungkin tidak bisa dihadirkan dalam media digital

Tetapi Pandemi ini belum berakhir, jadi keleluasaan untuk merasakan pembelajaran Tatap muka mungkin masih belum sempurna. Tatap muka yang dilakukan pun dalam intensitas yang singkat. Anak saya masuk jam 7.00 nanti pulang jam 09.15 . Waktu yang sangat terbatas sekali untuk membuat suatu penyelenggaran pembelajaran yang ideal. Guru dan stake holder ekstra keras untuk merombak kurikulum yang ada. Karena pencapaian yang dirancang sebelumnya adalaha pada kondisi normal.

wah sudahi dulu ya ceritanya nanti sambung lagi, … sampai berjumpa lagi dicerita saya selanjutnya.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar