5

HARI GURU YANG MENGHARUKAN (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto January 4, 2021

Hari Guru Nasional, tanggal 25 November 2020 ini menjadi hari yang tidak akan terlupakan olehku. Kuanggap Hari Guru tahun ini adalah milikku. Bagaimana tidak, tahun ini aku mendapat kado istimewa tepat di Hari Guru. Buku soloku telah dikirim oleh penerbit. Akhirnya aku punya sebuah buku hasil karya tulisku sendiri. Alhamdulillah, kupanjatkan syukur yang tak terkira kepada Allah.

Sebenarnya aku agak khawatir dengan peneritan bukuku itu. Karena sudah lama berselang, mulai bulan Februari proses penerbitannya. Jadi waktu itu aku mengikuti sebuah event Adi Acarya Award yang digelar oleh Gerakan Menulis Buku Indonesia. Kebetulan aku mempunyai kumpulan tulisan yang berisi pengalamanku selama mengajar di SDIT Al Uswah ini. Kuajukan saja naskahku itu untuk mengikuti lomba. Tujuanku saat itu adalah mencari pengalaman dan ingin mempunyai buku karya sendiri. Jadi meskipun tidak menang, setidaknya aku mempunyai sebuah buku solo yang kutulis sendiri.

Setelah mendaftar dan mengirimkan uang untuk biaya cetak, ternyata sampai beberapa hari kemudian tidak ada info dari nomor kontak yang biasa kuhubungi. Tiba-tiba aku merasa takut dan khawatir. Takut jika aku telah menjadi korban penipuan dan naskahku tidak akan terbit. Akhirnya aku menghubungi lewat apa saja, email, messenger, maupun di facebook, untuk meminta keterangan tentang naskah bukuku.

Alhamdulillah beberapa hari kemudian, Nabila, sang narahubung menghubungiku dan meyampaikan tentang kemajuan naskahku. Beberapa hari kemudian aku mendapat email pdf yang berisi naskah setengah jadi untuk direvisi. Setelah berdiskusi tentang naskah, kukirimkan lagi revisi kepada penerbit. Harapanku sebulan kemudian naskahku bisa terbit.

Tetapi sekali lagi aku harus menelan kekecewaan. Mbak Nabila menyampaikan bahwa naskahku agak lama terbitnya. Mungkin sekitar 3 bulan. Berarti kira-kira bulan Juli atau Agustus.

Juli dan Agustus telah lewat. Naskahku belum ada kabar. Kembali aku khawatir akan penipuan. Kuhubungi lagi Mbak Nabila. Hanya jawaban “Harap bersabar” yang kuterima. Hingga di akhir bulan Oktober aku mendapat pemberitahuan bahwa naskahku sedang dipacking. Aku diminta untuk mengirimkan ongkos kirimnya. Setelah kukirim, aku masih harus menunggu lagi.

Rupanya Allah ingin memberikan kejutan untukku di Hari Guru. Bertepatan dengan diperingatinya Hari Guru Nasional, datanglah paket buku perdana hasil karyaku yang berjudul “Haru Biru Hari-hari sang Guru”. Impianku untuk menerbitkan buku telah dikabulkan oleh Allah.

Ternyata meskipun telah menjadi kepala sekolah, proyek pribadiku bisa terwujud. Hobiku di masa kecil telah menemukan jalannya. Semoga buku ini bukan satu-satunya. Semoga buku ini menjadi pembuka jalan bagi terbitnya buku-buku yang selanjutnya. Dan buku ini juga kujadikan motivasi kepada teman-teman guru agar lebih bersemangat untuk meraih prestasi. Semoga suatu saat nanti akan lahir penulis-penulis handal dari sekolah kami.

Banyuwangi, 29 November 2020

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar