20

Hapus Ujian Nasional Karena merusak Akhlak (Karakter) Pendidik dan Pelajar (+4)

Namin AB Ibnu Solihin January 3, 2014
Hapus Ujian Nasional
Foto:antatrafoto.com

Tepat 01 Januari 2014, saya menulis sebuah artikel yang berjudul “Indonesia Negeri yang sedang lumpuh”sebuah tulisan yang saya posting di kompasiana, guraru, kantorberitapendidikan.net dan blog saya sendiri. Tulisan ini merupakan kado awal tahun dari saya untuk negeri tercinta. Tulisan ini muncul karena keperihatinan saya sebagai pendidik , ketika negeri ini tak berdaya mengurus pendidikan, ada banyak persoalan yang tidak pernah terselesaikan, entah karena ketidak pedulian pemerintah atau memang pemerintah lebih senang untuk bermain politik saja. dalam buku yang di keluarkan oleh Makmal Pendidikan Dhompet Dhuafa, dengan” judul Besar Janji daripada Bukti” ada segudang persoalan yang sedang kita hadapi dalam dunia pendidikan, baik di kota maupun diperbatasan negeri, seperti Gedung Sekolah, SDM Guru, Kepala Sekolah, Dana Bos, Ujian Nasional dan Sisa RSBI. dari sekian banyak masalah yang ada saya berharap resolusi yang terjadi di tahun 2014, adalah dihapusnya Ujian Nasional, Kenapa? karena menurut saya ini merusak akhlak (karakter) dengan demikian maka Ujian Nasional bertentangan dengan lahirnya kurikulum berkarakter dan kurikulum 2013. berikut ini saya uraian beberapa hal kenapa Ujian Nasional merusak akhlak dan harus di hapus:

  1. Ujian Nasional banyak di manipulasi (kebohongan), ini adalah pengamalan saya pribadi sejak saya mengikuti Ujian Sekolah Dasar (SD) Tahun 1997, pada waktu saya dan teman-teman ikut Ujian Nasional, dengan yakin-nya kami mengisi soal-soal yang ada, dan Alhamdulilah dengan waktu yang ditentukan selesai juga kami mengerjakan soalnya. Tapi betapa kagetnya saya, 5 menit sebelum bel berbunyi pengawas di ruang kami langsung memberikan jawaban dari no 1- dengan selesai, sehingga sayapun ragu apakah saya harus ikut pengawas atau tidak, nanti kalau saya tidak ikut nilai saya jelek, itulah perang batin saya. Nah, coba bayangkan tahun 1997 sudah begitu. apa sekarang masih terjadi? berikut uraianya di point 2.
  2. Ujian Nasional kekompakan dalam kesesatan, saya sangat meyakini bahwa ini banyak terjadi di banyak sekolah dan sesunggunya di kalangan kita bukan rahasia umum. selama 4 tahun saya menjadi Wakil Kepala Sekolah, di sekolah berbasis Islam, ada banyak yang menyayat hati saya Jika ingat Ujian Nasional, kepala sekolah dan teman-teman panitia UN selalu sibuk dan gelisah dalam kekompakan mengisi soal Ujian Nasional yang disiapkan untuk membetulkan jika ada ada peserta yang tidak mencapai KKM. setelah para pengawas pulang “Tim Sukses kekompakan dan  kesesatan bersama kepala sekolah” sibuk untuk mengoreksi lembar jawaban peserta didik kalau ada yang tidak mencapai KKM dibetulkan. Nah inilah kesesatan guru yang tidak meyakini akan kekuatan Allah dan kemampuan peserta didik. Selama 4 tahun itu pula saya selalu protes kepada kepala sekolah namun tidak pernah di dengar, ya akhirnya saya katakan dosa bapak, tanggung dan ingat anak-anak tidak pernah berharap untuk dibetulkan jawabanya.
  3. Ujian Nasional = Kebohongan Nasional, ada banyak pembicaraan di kalangan para pendidik bahwa “Tim sukses Ujian Nasional” adalah sesuatu yang lumroh, kenapa karena ini dilakukan secara Nasional serta sangat erta kaitannya dengan birokrasi dan jabatan kepala daerah dan kepala dinas serta pejabat terkaitnya. Kebohongan Nasional, memang sudah dibuat untuk membuat sebuah prestasi diatas kebusukan, akan hasil ujian Nasional. kalau karena gengsi, takut di pecat, malu dengan daerah lain, kemudian menghalalkan apa yang di haramkan, maka Ujian Nasional hanya sebuah simbol dari pendidikan yang tak bermakna.
  4. Ujian Nasional merusak Akhlak(Karakter) Para Pendidik, Siswa dan Orang Tua serta Pemerintah, ada ujian Nasional membuat banyak orang sibuk, terutama siswa, guru, dan orang tua. kita sering mendengar kasus, setelah Ujian Nasional ada saja siswa yang bunuh diri, karena merasa malu tidak lululs Ujian Nasional. begitupun dengan orang tua mereka malu kalau anaknya tidak lulus, sehingga begitu sibuk untuk mem-privatekan anaknya ke berbagai lembaga yang bisa menjamin lulus Ujian Nasional. begitupun dengan guru, tidak kalah sibuk dan deg-degan nya, karena kalau siswa tidak lulus sang guru dikatakan tidak bisa mengajar yang akhirnya di protes orang tua. yang tak kalah gelisah adalah Kepala Sekolah, Kepala Dinas dan Kepala Daerah, mereka berupaya bagaimana seluruh siswa di kota/kabupatennya lulus. Sehingga lahirlah “Tim Sukses” yang penuh kesesatan tadi.

Rasanya masih banyak sekali persoalan Ujian Nasional ini, Jika kita harus urai satu-satu permasalahnnya. Empat point tersebut, saya pikir sudah menjadi gambaran kenapa Ujian Nasional merusak Akhlak (Karakter). bukankah Pendidikan Karakter mengajarkan Sikap  Kejujuran dan Tanggung Jawab, serta karakter postif lainnya. Ujian Nasional dalam pandangan saya, sungguh telah bertentangan dengan pendidikan karakter itu sendiri, jika polanya tidak dirubah. Namun jika polanay masih sama seperti itu mak ini sangat merusak moral bangsa, dan akibatnya ini menjadi dosa bersama yang seola-olah bukan dosa karena dilakukan oleh orang banyak. kadang pembebaran itu hadir, untuk sebuah kebermanfaatan, padahal yang namanya sebuah jalan kebermanfaataan bersama dilakukan dengan cara salah yan tetap salah. Saya tidak ingin lagi di tahun 2014, kita sebagai pendidik, siswa, kepala sekolah dan pihak terkait, terjerumus lagi dalam perusakan akhlak(karakter) secara masal di seluruh Indonesia, jika tidak maka tungguhlah kehancuran pendidikan negeri ini. ingat satu kebohongan akan melahirkan kebohongan yang lain. Jadi, setujukah anda dengan pendapat saya bahwa Ujian Nasional Merusak Akhlak (Karakter)? jika setuju share tulisan ini, jika tidak silakan buat opini sendiri. Terimakasih semoga bermanfaat, mari bangun bangsa yang berakhlak.

Kunjungi Blog Guru Indonesia|Guru Berakhlak itu Baru Hebat

Namin AB Ibnu Solihin |@guruberakhlak|Penggagas Sekolah Akhlak

Comments (20)

  1. Pro dan kontra UN ada dimana-mana. Ada segolongan yang meyakini ” kalau tidak ada UN gmn untuk mengukur standar keberhasilannya?”. Benarkah sekolah sudah mampu menyusun standar penilaian yang tepat?, Apakah standar suatu sekolah bisa disamakan dengan sekolah lain? dan masih banyak alasan lain yang menguatkan UN harus ada. Yang paling mendukung hal ini pada umumnya terkait dengan orang yang mengambil kebijakan.

    Saya sepakat dengan Pak Namin, Bukan Berarti tidak ada gunanya UN, tapi pelaksanaannya sudah ga bener lagi (Kebohongan nasional). Hal ini filing saya mengatakan akibat Pendidikan sudah tergilas dengan Politik yang tidak benar. Banyak kepala sekolah yg prestasinya baik justru dibuang karena tidak menjadi Tim Sukses Kepala Daerah yang Terpilih. Dari hasil survey banyak terjadi Kursi empuk diduduki bukan ahlinya, makanya jadi berantakan semua.

    Yang jadi masalah Pak Namin…! Orang yang awalnya idialis setelah masuk lingkaran setan bisa menjadi iblis…. Semoga temen2 guraru tidk terpengaruh dengan iming-iming duniawi saja ya Pak Namin! kan Hidup hanya sekali saja…!

  2. Dulu saya seperti itu Pak,Karjono. Halo..Halo…di Bundaran HI sekarang sih engga lagi, lewat medsos aja mengkritisnya. Wah, pengawasa kita ini memang Hebat, Jarang ada pengawas yang mau ikut mengkritisi kenijakan pemerintah. Mantap Pak.Karjono.Terimakasih..

  3. oya kebetulan ada pak Rudi, atau boleh juga oleh Pak Namin, saya ada yang mau ditanyakan (Ma`lum baru akrab dengan guraru) kalau mau merubah akun saya yang tadinya menggunakan /gabug melalui fb saya ganti dengan alamat blok saya bagaimana caranya ? terima kasih

  4. Salut tuk Cikgu Namin. Yuk terus kobarkan lewat medsos lumpuhnya Indonesia dan harus segera bangkit jangan semakin parah. Dibutuhkan guru muda yang berakhlak dan bisa menolak kebijakan yang bak lingkaran setan, sehingga maju kena mundur kena, karena system pendidikan yang amburadul.

  5. tulisannya tambah serius aja nih ….. UJIAN NASIOAN akan dihapus Pak tapi ternyata daerah juga akan membuat ujian akhir sekolah … sama aja ternyata …. ;(

    ayo buat banner yang banyak sebarkan untuk demo agar tidak ada ujian nasioanal …. 🙂

  6. Pak.Rasyid : Kitalah sebagai guru, yang harus berani membuka kebobrokan Ujian Nasional, karena kita mengalami sendiri, saya apresasi atas semangat bapak yang sama untuk mengrikitisi kurikulum demi Pendidikan Indonesia yang lebih baik.Terimakasih Pak.

  7. Pak.Ust.Subakri, Bagimana kalau kita Buat Jaket Hapus Ujian Nasional. He..he…. , saya lagi Edisi serius duluh Nih, nanti ada juga edisi nyantainyanya. Terimakasih Pak.Ustadz Subakri. Kalau di desa gurunya pada Gak Ngajar yah, Nah, Kalau di kota belum tahu tuh kalau gak ada Ujian, Paling pad Ngeblog.He..he..

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar