59

#GuruSeru Desember 2013 : Ibu Etna Rufiati (+10)

Admin Guraru February 12, 2014

bu Etna

Twitter: @etna_rufiati

Blog: http://etnarufiati.guru-indonesia.net

Dedikasi guru Kimia yang satu ini untuk pendidikan memang tidak ada duanya. Pengalaman mendidik puluhan tahun sejak usia SMP hingga sekarang tidak membuat Bu Etna berhenti belajar hal-hal baru. Setelah pensiun dari SMAN 16 Surabaya pun, ia masih terus mengajar Bimbingan Belajar Kelompok dan Home Schooling SMA, dan tak ketinggalan tentunya berbagi dengan rekan-rekan Guraru melalui media sosial dan blog.

Ingin tahu apa saja yang dibagi Bu Etna untuk Guraru sekalian? Silakan kunjungi akun Twitternya @etna_rufiati ; Facebook Etna Rufiati, akun Guraru : Bu Etna @gurutematik dan beberapa blognya: etnarufiati.guru-indonesia.net, etnarufiati.blogspot.com , etnarufiatiblog.wordpress.com, gurutematik.com, dan studikimia.com.

Sebelumnya, yuk, simak hasil wawancara kami dengan #GuruSeru Desember 2013 ini!

Ibu Guru Kecil

Semasa kecil, Bu Etna lebih senang berteman dengan laki-laki. Mereka tidak cengeng, tidak manja, dan lebih sportif, begitu alasannya. Beraneka ragam pula yang dimainkan, mulai dari layang-layang sampai kartu. Nilai di sekolah pun diakuinya pas-pasan, meski tak pernah tinggal kelas.

Sejak kecil pula ia sudah senang bermain sekolah-sekolahan dan berperan sebagai guru. Siapa sangka, peran yang tadinya main-main ini dilakoninya secara nyata di usia yang terbilang sangat dini, yakni kelas 2 SMP. Wafatnya sang bapak membuat Bu Etna harus membantu mencari uang untuk ibu dan 7 orang saudaranya. Rupanya, menjadi ibu guru kecil dadakan membantunya ikut belajar dan mengakibatkan nilainya di sekolah meningkat pesat. Ia selalu meraih peringkat 5 besar selama SMA, bahkan dianjurkan menjadi guru Kimia oleh Bu Mardiyah, guru Kimia idolanya. Bu Etna pun melanjutkan pendidikan ke jurusan Kimia IKIPN Surabaya, sambil terus menjadi guru privat seluruh mata pelajaran.

Keinginan Bu Etna menjadi guru datang dari orang terdekat, yaitu bapaknya yang mengajar stenografi di sekolah kejaksaan, dan ibunya yang menjadi guru privat. Ibu Soewarni dan Ibu Mardiyah, sosok guru-guru favoritnya di sekolah, kemudian ia jadikan contoh dalam mengajar.

Dekat dengan Siswa di Dunia Nyata dan Maya

Kemauan untuk belajar dan mendengarkan masukan dari siswa membuat Bu Etna yang tadinya terlalu disiplin kemudian menjadi guru yang disukai dan amat dekat dengan siswa. “Saya mulai ingat harus selalu senyum, penuh kasih sayang, humor yang terkait dengan topik, memberi kail bukan ikan, mengadakan tutor sebaya, kelompok belajar di luar tatap muka dan saya hadir, tambahan belajar jam ke nol,” tutur Bu Etna membeberkan kunci sukses pembelajarannya.

Sejak mempraktikkan hal-hal di atas, para siswa Bu Etna tak lagi tegang. Pembelajaran bisa berlangsung di taman atau tempat lain yang menyenangkan. Mereka bahkan diperbolehkan untuk minum dan makan permen di kelas. Suasana ‘santai’ tersebut tak lantas membuat kelas jadi tidak disiplin. Para siswa tetap mengikuti aturan yang dibuat.

Kedekatan Bu Etna dengan siswanya tak hanya berlaku di sekolah, tapi juga di luar sekolah melalui ponsel dan media sosial. Bu Etna tak keberatan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa melalui berbagai media seperti SMS, Twitter, Facebook, Whatsapp, sampai Skype dari pagi hingga malam hari.

E-Learning ala Bu Etna

Ada beragam metode pembelajaran yang digunakan Bu Etna. Pertama, menggunakan blog pribadi. Blog pribadi digunakan sebagai sumber informasi di kelas maupun di luar kelas, sebagai media pembelajaran yang ditayangkan dalam diskusi atau presentasi, dan sebagai media tugas. Bu Etna juga memberikan tutorial, pengembangan, dan pengayaan melalui berbagai media komunikasi; mengajak siswa bermain game Kimia online; dan menyajikan video youtube untuk didiskusikan bersama. “Semua cara di atas divariasikan dan disesuaikan dengan topik dan alokasi waktu serta tetap mengacu RPP pribadi yang telah dirumuskan,” ia menambahkan.

Dengan metode-metode tersebut, pembelajaran menjadi hidup dan siswa lebih aktif. Tujuan pembelajaran pun tercapai dengan baik. “Siswa malu lupa kalau pemalu, siswa nakal tak sempat menggoda teman, siswa malas merasa tertarik untuk belajar,” tutur Bu Etna. Kualitas pengajaran pun diakuinya terus meningkat. Ia yang awalnya tak tahu internet, kini bisa membawa siswa mengikuti lomba yang melibatkan media sosial. Rahasianya, menurut Bu Etna, adalah memperlakukan siswa seperti teman, serta mau dan tidak malu untuk saling belajar.

Media sosial, bagi Bu Etna, juga berperan terhadap kedekatan guru dan siswa. Guru makin sering jadi pendengar, memberi solusi, sampai berbincang dengan siswa di luar sekolah.

Pesan untuk Rekan Guraru

Pembelajaran di era cyber ini harus dikemas oleh guru secara kreatif memanfaatkan media / jejaring sosial yang telah digunakan siswa dan dipahami dengan baik oleh mereka. Kita tak boleh ketinggalan skill dalam menggunakan internet, bahkan kita harus mampu mengarahkan pemanfaatan internet yang mendidik.

Kalau guru masih bertahan tidak mau/ merasa belum sempat melek IT, maka akan makin runyamlah pendidikan yang diberikan kepada siswanya. Terus terang untuk guru yang masih tetap bertahan merasa tak mau direpotkan dengan IT, siswanya akan senyam senyum, mereka bisa kurang menghargai guru, bisa kecewa, nilai bisa sering remidial, proses pembelajaran tak diminati siswa, banyak yang ngantuk, bosan, bahkan mungkin ada yang tertidur. Walaupun sebagian siswa ada yang tak peduli siapapun gurunya, mereka berjuang sendiri, les di luar, belajar dari internet, melakukan tes online, dan nyatanya banyak yang berhasil dan mereka mengatakan bukan dari guru kelasnya.

Insya Allah kita yang pernah membaca kisah seperti ini, menyadari sepenuhnya tugas guru, akan merasa malu dan belajar memanfaatkan IT. Terbukti saya sendiri setelah pensiun melayani siswa dalam les privat, home schooling, bimbingan belajar kelompok, mereka amat berterima kasih karena merasa lebih enjoy, lebih paham, dapat menerapkan kimia dalam hidup sehari-hari, nilainya meningkat terus, dan tak sedikit yang menjadi siswa peringkat. Semua berkat upaya kreativitas dengan IT dan memberikan senyum penuh kasih sayang, setiap saat, dalam pembelajaran, maupun di mana saja, kapan saja.

Banyak pula siswa yang curhat dan minta pelayanan IT yang benar. Mengapa demikian? Apa yang terjadi? Ternyata sebagian guru yang telah menggunakan IT, misalnya tayangan power point atau sejenisnya, eh kata mereka hanya di klik-klik saja, dibaca persis kata-kata yang ada. Ini semua membuat ngantuk, mereka disuruh mencatat dari PPT, tetapi guru mengklik dengan cepat. Hampir sekelas remidial semua ketika ulangan, nilai di atas KKM hanya 25% ke bawah. Bahkan ada yang mengatakan KKM terlalu tinggi, siswa tidak mampu. Benarkah siswa kita itu tidak cerdas? Sedangkan Allah SWT memberikan kecerdasan penuh, umur 4 tahunpun kecerdasan anak dapat mulai diasah dengan asuh dan asih. Maka untuk generasi emas mendatang PAUD mulai umur 4 tahun. Apakah guru yang menggunakan IT tak sesuai di atas itu sudah mengajar? Sudah kreatif?

Dari temuan-temuan yang saya peroleh di atas, yang sudah banyak saya tulis di blog pribadi, ada beberapa guru yang berterima kasih dan menggunakannya, sehingga setiap hari pengunjung blog mencapai ribuan, alhamdulillah. Oleh sebab itu, saya menghimbau kepada rekan guru untuk segera berkreasi meningkatkan diri dalam melayani siswa melalui pemanfaatan IT. Insya Allah hasilnya akan mengejutkan. Kalau kita dapat bersama terus meningkatkan kreativitas kita dengan IT, Insya Allah pendidikan bangsa Indonesia benar-benar meningkat drastis.

Seringkali rekan guru di daerah mengatakan belum ada internet, internetnya lemot, komputer hanya sedikit, dan sebagainya. Sebenarnya apapun dapat kita kreasi. Kita mempunyai dana pendidikan dari sertifikasi, tentunya yang sudah memperoleh. Kita sisihkan dan kita beli laptop termurah asal bisa online. Kita beli modem, beli paket unlimited, bukan paket volum lho. Nah Pembelajaran klasikal maupun kelompok, siswa dapat diminta untuk melihat tayangan dari satu laptop guru tersebut. Kalau belum sempat membuat blog, gunakan blog orang lain, atau ketikan dalam format apapun bisa ditayangkan, malah offline. Bagi yang belum sertifikasi bisa janjian pinjam laptop siswa, saya pernah melakukannya, hehehe. Atau pinjam sekolah. Sekolah disarankan membeli laptop untuk guru yang belum sertifikasi. Atau cara-cara kreatif lain masih banyak yang bisa diupayakan.

Tentang pembelajaran penuh kasih sayang amat diharapkan, guru berlatih penuh senyum,
memperhatikan setiap perbedaan individu siswa. Guru harus tanggap ketika ada siswa yang tampak sakit, kecewa, marah, bertengkar dengan siswa lain, galau, malas, dan lain-lain. Terbukti secanggih apapun IT yang digunakan, banyak anak yang nilainya masih di bawah KKM, karena pembelajarannya tegang, kata mereka.

Insya Allah kita para Guraru yang telah memanfaatkan IT dengan amat kreatif, kemasan pembelajarannya enjoy, tak akan mengeluh nilai siswanya jelek, atau mereka tak cerdas, atau nilai terpaksa palsu karena ditambah dan lain-lain. Insya Allah Guraru tidak demikian. Marilah kita tingkatkan terus profesionalisme kita, agar dapat diteladani. Untuk itu jangan sampai lupa, anak-anak kita harus dapat dijadikan contoh, bukan berarti kelinci percobaan. Contoh keteladanan.

Demikianlah sumbang saran saya bedasarkan pengalaman saya mengajar langsung dan menjadi instruktur pembina guru lain sejak 1980. Insya Allah secara bertahap pendidikan bangsa Indonesia terus meningkat, mulai dari diri sendiri dan keluarga, amin Ya Ra. Terima kasih.

Bagaimana menurut, Guraru? Mari bersama-sama menjadi guru yang lebih kreatif dengan memanfaatkan IT demi pendidikan yang lebih baik!

Comments (59)

  1. Alhamdulillah. Terima kasih Pengelola Guraru, terima kasih Admin. Terima kasih Guraru, terima kasih semuanya. Saya tak tahu harus komentar apa. Insya Allah saya masih sanggup mendampingi Guraru dengan menulis pengalaman saya. Semoga bermanfaat untuk melayani bangsa. Amin ya rabbal alamin.

  2. Terima kasih pak Sukani atas respon, motivasi dan votenya. Sebenarnya IT yg saya manfaatkan amat sederhana. Banyak pelajaran IT dari bpk, bu Amirohcdan lainnya belum sempat dipelajari semua apalagi aplikasinya. Saya hrs sabar. Namun saya memang disiplin dlm memanfaatkan IT yg sederhana.. Saya juga tetap memanfaatkan papan tulis untuk diskusi atau klarifikasi juga generalisasi yg sengaja hrs disimpulkan anak2. Salam perjuangan.

  3. Pak Tri GP : @gurukimiaasyik : Amin ya rabbal alamin. Thx responnya pak. Ayo lho bpk kan ITnya hebat, terus gunakan dan sharingkn di blog pribadi dan di sini. Saya sih sederhana namun disiplin memanfaatknnya, termsk FB sms dll. Salam sukses. Ah jadi malu nih.

  4. Pak Taufik, thx ya selama ini bpk menjadi salah satu motivator saya. Bpk hebat sekali sampai tak terasa tulisanku disini jadi banyak dan tiap hari nulis bgt pesan Omjay sejak TWC 3 hehehe. Airmataku kok menetes ya, mgkn krn usia ya, hehe. Salam sehat selalu.

  5. Hahaha pak Rizal salah satunya yg ngajarin saya spy seru. Kalau ikutan SEO tambah seru deh. Des itu tgl lhrku. Juga hari ibu. Februari itu tgl lhr putri dan cucuku. Diantaranya ada bln januari org sdg sibuk resolusi. Guraru mgkn sdg meningkatkn IT. Tapi kalau buka blogku saya blm bisa goyang spt pak Sukani lho. Hahaha. TQ Bos SEO. Salam.

  6. Pak Rudy: Maaf nih kiprah guru sepanjang hayat dg usia kepala 6 agak beda ya, termsk E-Learningnya unik. Blm bisa spt pak Rudy, namun Insya Allah tetap disiplin memanfaatkan IT di mana saja kapan saja utk siapa saja. Hehehe. Thx responnya dan salam sukses.

  7. Amin ya rabbal alamin. Thx bu Tuti, salam kenal. Ayo bu berbagi ide dan pengalaan di sini, hidup terasa makin indah. Awalnya malu tulisan gak nyambung, eh karena adanya sharing dan saling respon, bisa belajar banyak. Sip deh bu. Keluarga? Anak 3, putri, putra, putri. Kemudian 3 + 3 = 6. Cucu? 3+4+1 = 8. Di AS, Sidoarjo, Sukabumi. Alhamdulillah. Belajar dan mengajar sepanjang hayat di Dunya dan Dumay. hehehe. Salam perjuangan.

  8. Amin YRA. Terima kasih atas perhatian dan doa bapak. Tak terasa airmata ini menetes lagi. Ayo pak Rasyid dan semua Guraru, kita harus semangat, saling memotivasi untuk menghadapi semua tantangan. Pendidikan bangsa dalam bahaya. Mari melayani bangsa dengan hati. Salam perjuangan.

  9. inilah yang saya tunggu
    guru seru. meski agak terlambat, tidak apa-apalah, daripada tidak sama sekali. hehe…
    selamat ya, ibu etna. saya belum lahir ketika ibu etna mulai menjadi guru. betapa pengalaman ibu sudah sangat banyak. maka lihatlah, tinta ibu terus mengalir. mungkin soal kehidupan sehari-hari, pengalamannya mengajar yang sudah beliau lakoni. tetapi bukankah dengan itu kita bisa belajar.
    maju terus. menulis tidak kenal usia. mendidik tidak mengenal pensiun.
    barakalluh…

  10. jarang, sangat jarang- untuk tidak mengatakan tidak ada-guru seusia ibu etna yang sudi ngeblog, memanfaatkan IT untuk mencerahkan dunia pendidikan dan pembelajaran. ini realita lho, bukan pujian. beliau pernah bilang lebih suka kritik dari pada pujian. itu bagus. karena kebanyakan orang sepuh itu biasanya anti kritik dan mudah tersinggung. ibu enta insyaAllah berbeda.

  11. Amin ya rabbal alamin. Pak Yusuf, saya lho belajar menulis cerpen dari bapak. Belajar IT dari pak Sukani, bu Amiroh, dan lainnya. Belajar indahnya berbagi dengan sahabat Guraru. Belajar agama dari Guraru. Belajar sabar, hati-hati menyampaikan pesan, kritis, kreatif, dari pak Subhan, pak Taufik, dan Guraru yang lain. Banyak pula bimbingan bu Mugi, tentang bagaimana menulis. Setiap respon saya mencoba meningkatkan diri. Motivasi Omjay, pak Rudy, dan lainnya yang aduhai. Pak Isna, pak Urip memberi warna tersendiri, kocak dll, kritikan selalu membangun. Hehehe kok chat di sini ya. Wah semua Guraru sip deh, saya habagia di sini. Sekarang sedang belajar menulis kecil-kecil dari pak Solihin, alhamdulillah. Ayo Guraru kita tingkatkan semangat juang ini. Salam perjuangan pak Yusuf. Insya Allah kita semua bisa layani bangsa dengan kualitas tinggi. Amin.

  12. Ah pak Yusuf, bisa saja. Ada guru-guru yang sudah purna tugas masih purna karya. Reka guru dari SMAN 16 dulu ngajar terus hingan usia lebih dari 75 tahun. Tetangga ada yang terus mengajar bahasa Inggris di rumahnya dalam usia sudah 83 tahun. Ibu saya sudah 89 tahun masih mengisi teka-teki silang bahasa Inggris dan ngajari cucu berbahasa Inggris dan bahasa Jawa melalui majalah Joyoboyo. Masih banyak contoh lain yang membuta saya termotivasi untuk belajar mengajar sepanjang hayat. Tersinggung tak ada guna, bikin sakit kepala dan mulas. Dulu pernah sih, selagi agak ego dan sedikit ambisi, hehehe. Teryata rugi besar. Insya Allah tak lagi terpikir seperti itu apalagi melakukannya. Salam perjuangan untuk semua. Walaupun sederhana, yuk menggunakan IT.

  13. Amin ya rabbal alamin. Thx bu Fitria. Ibu bisa saja. Resep? Hehehe ya diaturlah. Nulis itu sambil momong cucu. Mrk juga ingin lihat apapun yg ada di laptop. Editingnya mlm kalau smua sdh tidur. Ya yg lain samalah bu. Kuncinya enjoy dan disiplin. Salam perjuangan.

  14. Ibu @Amiroh : Amin ya rabbal alamin. Tiada kata lain yg mampu kuucapkn untukmu ibu, dg memanfaatkn sisa usia ini Insya Allah sy bisa terus belajar mengajar di samping ibu dan seluruh keluarga besar Guraru. Maaf sll saja air dimataku ini menetes tanda bahagia yg tak berbatas mengimbangi dunia maya yg sdg marak oleh pengguna di segala umur. Syukur alhamdulillah msh bisa bermanfaat bagi sesama berkat motivasi dan doa yg terus mengalir bagai air bersih yg menyejukkan dan menyehatkn, jasmani dan Insya Allah rohani. Thx dan salam perjuangan hingga akhir hayat.

  15. Bu Mugi : Amin YRA. Thx ibu, maaf ya kalau belajar IT dan menulisnya merambat namun pasti, Insya Allah tetap disiplin. Dimana saja kapan saja dengan siapa saja saya selalu memanfaatkan IT. Nih ultra book Acerku sll setia di tas. Apalagi mousenya pakai HP android diajari pak Sukani hehehe. Semua Guraru tentu OKE deh. Salam OKE.

  16. Amin ya rabbal alamin. Thx pak Okky atas doa dan motivatinya. Eh bpk pernah menulis ttg saya? Ah ada2 saja, kok bisa sih. Lha saya kok gak tahu toh pak? Nulisnya bgmn pak, penasaran nih. Sudah manula msh ngeblog gitu ya? Hehehe. Salam sukses ya. Yuk nulis terus.

  17. Pak Toha bisa saja. Jadi tersanjung 10 deh hehehe. Guru seru itu serunya dalam sebuan, kalau 3 bulan sudah gak seru lagi. Amat sangat seru sekali. Nah itu tak boleh kata pak Isna menurut bahasa Indonesia yang baik dan benar. hahaha. Ayo bapak harus rajin sumbang saran peningkatan pendidikan dll. Menurut feeling nih Jan bapak, Feb mungkin bapak mungkin ibu. Meramal apa berhipotesis ya? Kalau bapak gak giat, berarti semangat bapak sudah sepuh sedang semangatku masih muda. Hahaha. OK please doing your best. Insya Allah I’ll read sooner. Thx.

  18. membaca profil ibu diatas, saya jadi teringat salah satu guru favorit saya di SMA, guru Kimia yg sangat penyayang, tak pernah marah, yang terpenting bisa membuat Kimia menjadi pelajaran yang menyenangkan. saat belajar dengan beliau saya jadi jatuh cinta dengan Kimia haha

  19. Sungguhkah itu pak Toha? Lho bapak guru mata pelajaran apa sih? Ah jadi ingin kenal dengan gurunya. Masak iya seperti saya? Hehehe GR nih. Ayolah menulis pak, saya ingin membacanya. Bapak kan sudah tersugesti, ayo tancap gas, hehehe. Senang ya kalau bisa chat. Kan chattingnya bermanfaat. Thx sharingnya, kutunggu artikelnya lho.

  20. Terima kasih tak terhingga kepada para pembaca yang budiman atas motivasinya. Insya Allah secuil pengalaman belajar dan mengajar dlm melayani pendidikan bangsa ini bermanfaat. Insya Allah banyaknya jumlah pembaca ini memotivasi saya terus dpt melayani bangsa baik di dunia nyata maupun dunia maya. Amin ya rabbal alamin.

  21. Pak Bakri, kok masih sempat membuka artikel ini, kangen ya? Tgl. 4 April, baru saja ya pak, maaf saya tak tahu. Hari ini waktu rasanya angak longgar. Akhirnya kubuja google, ku ketik namaku, eh kok ada artikel ini di mbah Google dan … yah tentulah saya harus menjawab respon bpk. Thx pak, ya Insya Allah saya masih memiliki semangat tinggi untuk terus bergabung di web Guraru ini. Yuk belajar bersama di sini untuk meningkatkan layanan bangsa. Oh ya, kuucapkan lagi selamat untuk bpk sebagai Guru Seru bulan Januari. Bpk luar biasa. Salam sukses selalu.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar