10

Guru yang Picik..! (+3)

KARJONO December 29, 2013

Rutinitas seorang akan membuat seorang guru yang bosan dengan aktivitasnya. Mudah-mudahan sudah tidak ada menjalankan aktivitas setahun diulang-ulang hingga bertahun-tahun. Itulah sepenggal kalimat yang keluar dari seorang Pak Agus. Guru yang seperti ini akan ketinggalan kereta itulah kira-kira filosofi seorang guru yang tidak mau berubah. Untuk diajak berubah sangat susah sekali, bahkan yang disalahkan salah satunya adalah kurikulumnya termasuk kurikulum 2013.

Setelah mendapatkan siraman motivasi seorang trainer terkenal “Pak Sutanto Windura” memberikan filosofi bahwa pembelajaran itu sebaiknya dapat menyeimbangkan antar otak kanan dan otak kiri, jelasnya kurikulum 2013 adalah pembeajaran yang sangat hebat. Lalu yang jadi pertanyaan kita siapkah kita untuk berusaha berubah untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan baik? Sanggupkan kita untuk tidak menyalahkan orang lain untuk berubah menjadi lebih baik?

Dengan menerapkan model pembelajaran kurikulum 2013, Pak Agus sangat semangat dalam presentasinya yang selalu dibarengi dengan menyentuh para peserta pelatihan. Menurut Pak Agus begitu pentingnya seorang guru memiliki kemampuan bertanya. Bahkan langsung diterapkan kepada peserta untuk berpasangan dan membuat pertanyaan dari C1 sampai C6 dalam taksonomi bloom dari sebuah cerita yang ditayangkan dalam presentasi.  Pesen terakhir dari P Agus Guru harus HOT (Hight Order Thinking) mudah-mudahan ga salah nulis he he.

Pak Dedi panggilannya ..! merupakan kakak kandung Pak Agus, tapi bukan berarti keroyokan karena ga berani tapi sebuah profesionalitas dalam sebuah pekerjaan. Inti presentasinya jadilah guru yang mandiri dan aktualisasi diri melalui networking. Sungguh ide yang tidak boleh dilewatkan… Pesan yang tersirat dari mereka berdua “Jangan Menjadi Guru yang Picik dan Bepikir kerdil”.

Comments (10)

  1. Benar pak Karjono, penyajian pak Agus luar biasa. Beliau menekankan pentingnya pelatihan HOTS (High Order Thinking Skill) atau Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi kepada anak didik agar berpikir kritis dan kreatifnya selalu dapat diasah. Terima kasih sharingnya, salam.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar