0

GURU YANG MEMAHAMI MURIDNYA (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto February 23, 2021

            Beberapa hari ini saya sedang suka bernostalgia, salah satunya adalah menonton lagi serial-serial televisi yang dulu pernah menjadi favorit saya. Salah satunya adalah serial ‘The Young Riders.” Kisah 6 kurir Pony Express dari Kota Sweetwater di masa Wild West. Ada salah satu episode tentang hubungan guru dan murid yang membuat saya terkesan.

            Salah satu rider yang bernama Jimmy Hickock dikisahkan bertemu lagi dengan sahabat lamanya, Brad. Dia diajak untuk mencari putri majikan Brad yang melarikan diri dari ayahnya. Pada beberapa adegan flashback dikisahkan bahwa si majikan ini, seorang hakim, bukan sekedar majikan, tetapi juga guru dari Jimmy dan Brad. Dia lah yang mengajari Jimmy dan Brad menembak dan berkuda.

            Pada suatu ketika, si hakim menguji dua orang sahabat ini. Dia ingin mengetahui siapakah diantara kedua muridnya ini yang lebih baik kemampuan menembaknya. Dia memberikan mereka pistol dan meminta mereka berdua untuk duel, saling menembak. Saat hitungan ketiga Brad benar-benar menarik pelatuknya, sedangkan Jimmy menjatuhkan diri sambil mengarahkan pistolnya ke kaki Brad, tetapi tidak menarik pelatuk. Apa yang terjadi? Pistol Brad ternyata kosong, tidak ada pelurunya, sedangkan pistol Jimmy berisi peluru tetapi tidak ditembakkan.

            Apa makna dari film ini? Bahwa sebenarnya guru itu sangat memahami karakter tiap muridnya. Pak Hakim paham, bahwa Brad seorang oportunis yang akan tega mengorbankan temannya demi meraih gelar murid terbaik. Itulah sebabnya pistolnya tidak diisi peluru, agar Brad tidak melukai Jimmy. Sedangkan Jimmy seorang penyayang yang menganggap bahwa persahabatan lebih penting daripada gelar murid terbaik, sehingga meskipun pistolnya berisi peluru dia tidak akan menembak. Dan memang begitulah yang terjadi.

            Ya, memang begitulah seharusnya seorang guru. Mampu memahami karakter dan kemapuan setiap muridnya, serta bagaimana mengatur mereka sehingga potensinya bisa berkembang dengan baik. Sudah banyak kisah yang bisa menjadi referensi bagi seorang guru yang ingin melejitkan potensi muridnya. Kisah tentang Jimmy dan Brad ini bukan apa-apa jika dibandingkan           dengan hebatnya guru Hellen Keller, yang mampu mengubah Hellen Keller yang frustasi dengan kelemahannya menjadi seorang yang hebat dan terkenal di seluruh dunia. Atau kisah di film “Taare Zamen Paar”, yang mengubah seorang anak dyslexia menjadi berprestasi karena gurunya yang sabar dan tak kenal menyerah.

            Pada akhir kisah diceritakan bahwa sang hakim memilih jalan salah, dia memanipulasi dan merampas tanah orang. Brad telah menjadi orang kepercayaannya. Jimmy Hickock lah yang akhirnya menghentikan aksi mereka.

            Kita para guru memang tak boleh berpangku tangan, sekedar menjalankan tugas setiap hari bagaikan robot. Kita punya kesempatan untuk mengubah masa depan murid-murid kita. Sejatinya, guru yang baik itu memang memahami kondisi muridnya, bisa sedikit membaca kira-kira akan menjadi apa muridnya ini. Berkacalah pada kisah-kisah yang telah banyak beredar tentang guru dan murid yang telah ada, dan jangan pernah lelah untuk mendampingi dan memotivasi murid-murid kita, agar mereka tidak menyerah untuk meraih cita-cita. Menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar