2

Guru v Pilot ( sebuah anekdot ) (+4)

Muhamad Fajri Firdaus May 24, 2014

Mana buktinya?

Ada dua orang lelaku mengaku berprofesi sebagai pilot dan guru. Saya tidak percaya. Lalu si pilot mengeluarkan kartu pengenal dari perusahaan penerbangannya. Tiak mau kalah, si guru juga mengeluarkan karu pengenal dari sekolahnya. Karena saya masih belum percaya juga, si pilot mengeluarkan kontak kerjanya sebagai bukti bahdwa dia bekerja sebagai pilot. Sang guru juga mengeluarkan Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) antaraa dia dan sekolah. Tetapi, saya masih belum percaya.

“Lalu, bukti apa lagi yang anda inginkan?” tanya sang pilot.

“Buktikan dengan kinerja anda sebagai pilot, bukti yang bisa diukur ketika anda pertama kali menjadi pilot sampai hari ini. Tepatnya, tunjukkan bukti kinerja anda sebagai pilot.”

Sang pilot mengeluarkan dokumen laporan penerbangan pertamanya yang berisi asal dan tujuan penerbangan, nomor pesawat, jumlah penumpang, kekuatan angin, kondisi peralatan penerbangan, dan lainnya. ketika dokumen itu di keluarkan semua, dibutuhkan dua meja panjang untuk menampungnya.

saya langsung menjabat tangan sang pilot.

“Sekarang, saya percaya, Anda adalah pilot.”

Lalu bagaimana dengan sang guru? Ternyata, guru tidak mampu menunjukan dokumen kinerja tersebut. Sang guru sempat mendebat bahwa dia sudah mengajar selama 15 tahun. Namun, tetap saja, dia tidak mampu menunjukan bukti kinerja, yaitu laporan jam demi jam, hari demi hari, dan tahun demi tahun dia mengajar. Bukti apa yang bisa mengukur kualitas kerjanya selama 15 tahun mengajar? Sebanarnya, buti kerja seorang guru adalah dokumen Renca Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) atau lesson plan.

Sumber : buku “Gurunya Manusia – Munif chatib halaman 192”

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar