2

Guru Serba Bisa (0)

Masroni April 7, 2021

Pertama mengajar Tahun 2006 saya tidak terpikirkan akan mengajar apa, apalagi saat itu masih kuliah dan jurusan pendidikan yang diikuti bukan bidang pendidikan, seolah saya ingin menjadi guru serba bisa hehe. Ya walaupun saya mengambil jurusan kebahasaan dalam perspektif sastra tapi dalam silabusnya tidak diajarkan bagaimana mengajar dan menghadapi siswa di kelas. Tapi karena proses kuliah itu berjalan tanpa perhitungan, akhirnya mengajar pun tidak didasari dengan kemampuan bagaimana mengajar yang benar.

Proses pengajaran yang berjalan sekian puluh akhirnya mengajarkan saya bagaimana menjadi guru yang profesional, meskipun tidak dipungkiri masih banyak kekurangan dalam mencapai keberhasilan pembelajaran di sekolah.

Berangkat dari basic non guru, saya diajarkan oleh kehidupan ini bagaimana menghadapi para siswa. melalui interaksi sesama rekan-rekan guru ternyata bisa belajar dan memahami bagaimana melakukan pengajaran yang benar dan memanfaatkan media pembelajaran dengan sebaik-baiknya untuk keberhasilan dalam mengajar dan mendidik para siswa. Selain itu dukungan kuat keluarga dan teman-teman kuliah menjadi motivasi tersendiri buat saya. Ya itulah proses kehidupan yang telah saya lakukan

Namun langkah menjadi seorang guru di masa mendatang tidak lah mudah dalam proses pembelajaran dan pendidikan siswa. Kenapa demikian? karena tantangan zaman akan selalu berubah.

Era di masa saya belum mengenal banyak aplikasi komputer, sarana pendukung pengajaran masih terbatas. Tentu sarana yang paling mudah digunakan adalah buku dan pulpen. Tapi kini tantangan mengajar harus berpacu dengan era digital. Dimana semua pola pembelajaran dilakukan secara benda elektronik seperti Hp, TV dan komputer. Beruntungnya memiliki teman yang bisa dipinjamkan komputernya sehingga bisa dipakai untuk belajar mengetik dan sesekali pergi warnet (warung internet) yang populer di tahun 2000an.

Berkat usaha belajar dari komputer akhirnya saya bisa menggunakan komputer sebagaimana mestinya dan salah satu hasilnya saya bisa mengajar di bidang teknologi bertugas mengajar sebagai guru komputer. Tentu jalan hidup yang tidak diduga sebelumnya hehe.

Untuk itu melalui tulisan ini saya berbagi pengalaman kepada semua para guru pemula bahwa hidup seolah bisa memilih tapi sebenarnya kita sedang menjalani skenario Tuhan bahwa alam ini terus bergerak dan berganti jaman.

Ada beberapa tips yang ingin saya sampaikan sebagai guru yang mengajar tidak sesuai basic pendidikan agar kita tidak menyesal menjadi seorang guru.

  1. Sebagai manusia kita semua adalah pendidik tapi juga pembelajar

Selama kita menjadi guru hendaknya melihat orang lain sebagai pendidik dan melihat diri kita sendiri sebagai pembelajar. Kenapa demikian? agar kita selalu tumbuh dan hidup didalam diri kita untuk selalu meningkatkan kualitas pengetahuan dan wawasan kita agar siswa yang kita ajar selalu update dengan pengetahuan terbaru

2. Selalu ingat diatas langit masih ada langit lagi

Selama menjadi guru akan dituntut menjawab setiap pertanyaan siswa, bahkan bisa jadi pertanyaan diluar dugaan kemampuan kita untuk menjawab. Maka tidak ada cara lain untuk mengelak menjawab pertanyaan itu kecuali kita berusaha untuk mencari tahu jawabannya agar siswa tidak kecewa dengan pola pengajaran kita

3. Selalu memberi teladan baik terhadap siswa

Selama masih mengikuti kemajuan teknologi, maka setiap gerak-gerik kita akan ditelusuri dan dilihat oleh orang lain, termasuk siswa kita dan itu menjadi contoh bagi mereka. Untuk itu selalu berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi dan harus belajar mampu menangkap efek negatif dari teknologi tersebut agar siswa kita tidak bingung dan salah pola pendidikan kepada mereka.

Demikian tips dari saya semoga bermanfaat dan selalu tetap semangat untuk mendidik para siswa.

Tagged with:

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar