2

Guru Paruh Waktu: 12 Aplikasi Yang Mudah Digunakan Untuk Mendukung Bisnis Kelas Online (0)

Dita Aditya Putri October 16, 2020
Image by Gerd Altmann from Pixabay

Pandemi tak kunjung juga usai dari bumi ini, malah semakin hari data yang terinfeksi covid-19 semakin melonjak. Dampaknya tak hanya masalah kesehatan, melainkan juga perekonomian.

Guru pun tak luput dari dampaknya, terutama guru paruh waktu yang mengandalkan gaji dari honor mengajar per jam. Saya pribadi adalah satu satu guru yang merasakan dampak itu. Lembaga tempat saya mengajar selama 11 tahun terpaksa tutup mengikuti peraturan pemerintah demi mencegah penyebaran virus. Walhasil, saya kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi andalan.

Sempat kebingungan dengan keadaan, akhirnya saya memutuskan untuk tetap berjuang menghadapi kesulitan ini dengan berpikir lebih kreatif. Ya, saya mencoba menawarkan program kelas online bahasa Inggris pada murid-murid saya sebelumnya. Qadarullah, ada yang menyambut dengan antusias dan saya pun memulai bisnis kelas online ini. Alhamdulillah, bisnis saya sudah berjalan sekitar empat bulan. Memang masih sangat muda, namun hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga saya.

Nah, melalui tulisan ini saya ingin berbagi aplikasi apa saja yang banyak membantu saya mempromosikan program kelas online tersebut dan juga membantu saya memberikan pengajaran yang efektif dan menyenangkan.

1. Canva

Aplikasi ini saya gunakan untuk membuat media promosi dan juga sebagai slide presentasi untuk mengajar di Zoom. Cara menggunakannya sangat mudah. Pilihan template-nya pun beragam. Ada yang untuk presentasi, sosial media, bahkan untuk laporan kemajuan siswa. 

Selain itu, kita bisa juga menambahkan elemen-elemen ke dalam template, seperti gambar, stiker, garis, bingkai, gradients, charts, dan sebagainya. Sebagian besar elemen tidak bisa diambil secara gratis. Anda harus berlangganan Canva pro terlebih dahulu untuk bisa mengakses elemen-elemen yang dikunci.

Aplikasi ini tidak hanya tersedia dalam tampilan web, mereka juga tersedia dalam aplikasi ponsel. Namun, dari segi kenyamanan penggunaannya masih lebih unggul tampilan versi web.

Berikut hasil olahan saya menggunakan aplikasi Canva:

Design untuk promosi
Design untuk slide presentasi di Zoom
Design untuk laporan kemajuan siswa

2. Facebook

Aplikasi ini saya gunakan untuk mempromosikan kelas online yang saya tawarkan. Sebelumnya saya sudah membuat akun fanpage agar telihat lebih profesional.

https://web.facebook.com/rumahceltics

3. Instagram

Sama seperti Facebook, akun Instagram dibuat untuk media promosi dan interaksi dengan follower yang juga siswa saya. Menurut pengalaman saya, promosi di Instagram lebih efektif dibandingkan Facebook terutama jika target promosi kita adalah remaja.

https://www.instagram.com/rumahbahasainggrisceltics/

4. Twitter

Aplikasi ini pun digunakan untuk media promosi. Memang hasilnya tidak terlalu signifikan dibandingkan Instagram dan Facebook, namun cukup membantu.

https://twitter.com/rumahceltics

5. Pinterest

Setelah saya mendapatkan siswa dan sudah mengetahui kebutuhan belajarnya, saya mulai mencari ide mengajar di aplikasi ini. Dari sini saya akan diarahkan ke website si pemilik postingan. Aplikasi ini benar-benar membantu saya dalam menyiapkan materi ajar. Nggak akan kehabisan ide mengajar deh!

https://id.pinterest.com/dita_aditya/_saved/

6. WhatsApp

Aplikasi ini saya gunakan juga untuk media promosi. Saya biasanya memposting poster promo di status atau menyebarkan broadcast. Hasilnya cukup efektif karena biasanya target promo di WhatsApp sudah mengenal siapa saya. 

Selain untuk media promo, saya juga memberikan pilihan kelas di WhatsApp. Cara belajarnya melalui teks, gambar, dan voice note. Saat memberikan tes lisan, biasanya saya menggunakan video call untuk menghubungi siswa.

7. Telegram

Sama seperti WhatsApp, aplikasi Telegram saya gunakan untuk media mengajar. Ada siswa yang merasa lebih nyaman belajar di aplikasi ini karena video, foto, dan voice note yang saya kirimkan tidak akan memenuhi penyimpanan data ponselnya selama ia tidak memilih mode simpan.

Selain itu, di Telegram ada fasilitas untuk memberikan kuis, sehingga guru bisa langsung memberikan tes untuk mengecek pemahaman siswa. Menurut informasi yang saya dapatkan di grup guru bahasa Inggris, aplikasi WhatsApp pun menyediakan fasilitas seperi ini, namun tidak bisa didapatkan secara gratis.

8. Zoom

Ada siswa yang ingin belajar melalui Zoom Meeting agar bisa langsung bertatap muka secara virtual. Dibandingkan dengan WhatsApp dan Telegram, tentunya Zoom lebih memadai untuk memfasilitasi pembelajaran online. Selain guru bisa langsung bertatap muka dengan siswa, guru bisa memberikan materi dan latihan melalui fasilitas sharescreen. Sebagai guru saya merasa sangat terbantu dengan aplikasi ini. Meskipun begitu, untuk menggunakan fasilitas ini, baik guru maupun murid harus memiliki koneksi internet yang baik dan stabil. Selain itu, jika guru mengajar lebih dari satu siswa, maka aplikasi ini hanya memberi durasi maksimal 40 menit untuk penggunaan gratis. Jika ingin lebih dari itu maka harus mendaftar sebagai member pro. Untuk mensiasatinya, setelah 40 menit keluar dari Zoom secara otomatis, maka saya dan siswa masuk kembali ke meeting room

9. Google Form

Aplikasi ini sangat membantu saya dalam membuat kuis tertulis untuk siswa, baik dalam bentuk pilihan ganda maupun esai. Saya tinggal mengetik soal dan pilihan jawaban untuk pilihan ganda. Gambar bisa diambil dari google search engine yang memang langsung diberikan pilihannya di dalam aplikasi atau bisa upload gambar koleksi pribadi. Setelah selesai, tinggal saya bagikan link-nya ke siswa. 

10. Spreadsheet

Jika satu kelas lebih dari satu siswa, maka biasanya saya akan menghubungkan hasil kuis di Google form ke Spreadsheet. Saya tidak perlu mengoreksi secara manual karena sudah saya beri kunci jawaban dan hasilnya terhubung ke Spreadsheet.  Kemudian saya tinggal merekap nilai dan membuat laporan kemajuan siswa menggunakan Canva. It’s so easy, isn’t it?

11. Twinkl

Aplikasi ini saya gunakan untuk membuat materi dan worksheet yang diberikan pada siswa setelah pembelajaran. Kita bisa memilih template dan layout yang diinginkan dan juga bisa menambahkan gambar pada hasil kreasi kita. Selain membuat sendiri, kita bisa juga mengunduh karya orang lain, namun tidak semuanya gratis.

https://www.twinkl.co.uk/my-account

12. Kahoot

Aplikasi ini saya gunakan untuk membuat kuis dalam bentuk game. Saya membuat pertanyaan dan pilihan jawaban, kemudian memasukkan gambar. Lalu saya mengatur durasi untuk menjawab pertanyaan. Setelah selesai, saya akan membagikan pin pada siswa yang akan diketik pada kotak yang muncul sebelum game. Selain siswa harus menjawab pertanyaan dengan benar dan cepat, mereka juga bisa saling berkompetisi dengan temannya untuk mendapatkan peringkat pertama. Seru banget deh!

https://kahoot.com/schools-u/

Nah, itulah 12 aplikasi yang saya gunakan untuk menjalankan bisnis kelas online. Mulai dari promosi, proses mengajar, hingga evaluasi pembelajaran. Sebagian aplikasi saya pelajari secara otodidak, sebagian lagi saya pelajari dari diskusi dengan komunitas guru bahasa Inggris di WhatsApp. Menurut saya, penting seorang guru masuk ke dalam sebuah komunitas untuk mendapatkan inspirasi dan juga motivasi mengenai pembelajaran. You’re not alone, teachers.

Kita tidak tau pasti kapan pandemi ini akan berlalu, namun hidup harus tetap berjalan. Yang kita harus lakukan sekarang adalah melaksanakan adaptasi kebiasaan baru salah satunya belajar dan mengajar online.

Kita juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar bisa memberikan kegiatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Pokoknya sebagai guru kita harus mau belajar dan mencoba hal-hal baru yang memang bermanfaat. Terutama guru paruh waktu yang ikut terimbas dampak pandemi, jangan menyerah ya. Kita harus lebih kreatif, inovatif, dan inspiratif.

Semoga apa yang saya tulis ini bisa memberikan inspirasi bagi para guru sekalian khususnya guru paruh waktu yang ingin mencoba bisnis kelas online seperti saya.

Semangat ya bapak dan ibu guru.

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (2)

  1. Selamat Sore Ibu Dita 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar