2

Guru Harus Melek IT, Untuk Pembelajaran Daring Yang Mudah (0)

Supadilah S.Si November 12, 2020

Cukuplah satu pekan guru dan orangtua kerepotan  saat mulai belajar dari rumah. Sesudah itu, dengan menggunakan teknologi, pembelajaran harus mudah dan menyenangkan.

Tidak ada orang yang berharap mendapat musibah. Tidak ada pula yang bisa memprediksi datangnya musibah. Namun, manusia merupakan makhluk pembelajar yang bisa beradaptasi dengan kondisi. Wabah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) mengubah pola kehidupan kita. Awalnya, dampak paling dirasakan akibat Covid-19 adalah di bidang kesehatan. Lalu ranah pendidikan, ekonomi, pariwisata dan lainnya yang juga terimbas.

Karena kondisinya mendadak, kita pun cukup direpotkan. Bagaimana kondisi kegiatan pembelajaran saat itu?

Di awal-awal, hampir semua kita kerepotan dengan ritme baru itu. Guru, siswa, dan orangtua kaget dengan belajar dari rumah. orangtua tidak ketinggalan sibuknya. Mulai dari ikut menanyakan kapan belajar, pakai aplikasi apa, jadwalnya mana, sampai pengoperasian aplikasi.

Orangtua yang menjalani work from home (bekerja dari rumah) dibuat pusing karena membantu anak mengerjakan tugas. Ada guru yang menugaskan membuat video. Namun, ternyata membuat video, mengedit dan mengunggahnya bukan perkara gampang. Apalagi tugasnya bukan satu dua. Tidak sedikit orangtua yang mengerjakan tugasnya.

Akhirnya orangtua uring-uringan membersamai anak di rumah. Pun sebaliknya, anak pun lebih tertekan. Merasa lebih menyenangkan belajar di sekolah.

Belajar di Rumah mulai diberlakukan berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 36603/A.A5/OT/2020, tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kemendikbud, kebijakan Kerja dari Rumah berlaku sejak Senin, 16 Maret 2020.  Sejak 16 Maret hingga 9 April 2020, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menerima 213 pengaduan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama kurun waktu tiga pekan.

KPAI mengatakan hampir 70 persen mengeluhkan bahwa tugas yang diberikan guru sangat berat, sedangkan waktu pengerjaannya sangat singkat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud) mengeluarkan panduan pembelajaran jarak jauh bagi guru di situasi wabah virus Corona dengan cara pembelajaran 5M yaitu memanusiakan hubungan, memahami konsep, membangun keberlanjutan, memilih tantangan, dan memberdayakan konteks.     (Sumber : www.kemdikbud.go.id)

Dalam panduan itu juga, disebutkan bahwa pembelajaran harus memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menantang, dan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan anak. Di awal, guru perlu melakukan pengumpulan informasi mengenai kesiapan orangtua dalam menghadapi mendampingi siswa. Termasuk mempertimbangkan ketersediaan dan kemampuan akses orangtua terhadap teknologi.  Selanjutnya, bangun kesepakatan dengan orang tua terkait cara pengerjaan tugas, jadwal dan durasi belajar.

Pembelajaran juga hendaknya menyediakan alternatif pilihan untuk memfasilitasi siswa yang memiliki minat besar dalam pembelajaran. Guru dapat menyediakan materi pembelajaran di blog, website, situs belajar online, atau kanal Youtube yang dapat diakses secara gratis. Diyakini pembelajaran menggunakan fasilitas teknologi akan terasa lebih mudah menyenangkan.

Di awal belajar dari rumah pula, guru-guru bingung dengan pembelajaran. Banyak nian aplikasi yang hendak dipilih. Maka bertebaranlah pilihan-pilihan itu.

Ada yang pakai aplikasi berbasis video seperti zoom, Webex, Google meeting, hingga upgrade WhatsApp agar bisa melakukan panggilan video.

Ada pula yang membuat video pembelajaran. Lantas mengirimkannya ke siswa. Ada pula guru yang menelpon satu per satu siswa. Luar biasa.

Tidak sedikit pula yang melakukan pembelajaran berbasis website atau blog. Termasuk saya sendiri yang melakukannya. Ya, saya cenderung menggunakan blog dibanding media lainnya.

Dan yang saya pakai adalah blog ini pula yaitu www.supadilah.com. Materi pembelajarannya saya kumpulkan dalam label Bahan Ajar.

Seperti yang dilakukan oleh organisasi Matematika Nusantara yang mengadakan pelatihan online. Pesertanya sampai 1.200-an peserta ini dilatih menggunakan blog sebagai media pembelajarannya.

Di blog itulah guru bisa memberikan materi pembelajaran, melakukan presensi kehadiran, menyematkan video pembelajaran, hingga melaksanakan kuis. Sangat lengkap. 

Beberapa keuntungan menggunakan blog sebagai media pembelajaran.


1. Lebih Hemat Kuota


Satu dua hari di awal belajar dari rumah, saya ikuti imbauan sekolah agar menggunakan zoom untuk bisa melihat kehadiran siswa. Saya ikuti. Siswa saya sekitar 35 orang. Yang hadir tepat waktu sekitar 85 persen.

Durasi belajar hingga dua jam lamanya. Karena tidak semua siswa yang hadir bersamaan.
Nah, dengan durasi selama itu, terhitung kuota internet habis sekitar 1,5 – 2 Gigabyte. Kualitasnya pun kadang macet, meskipun tidak signifikan. Masih bisa dimaklumi.

Namun beberapa siswa mengatakan karena koneksi internet di daerahnya yang kurang lancar, terpaksa macet beberapa kali.

Kondisi ini hampir sama dengan pembelajaran di hari kedua, dengan kelas yang berbeda.

Jadi, dalam dua hari saya menghabiskan 3-4 GB paket data. Maka dapat dibayangkan jika saya terus melakukan hingga satu pekan atau satu bulan bahkan dua bulan kemudian.

Jadi, pembelajaran pakai blog atau website lebih hemat kuota internet. Tidak akan bermasalah untuk daerah yang fasilitas internetnya kurang lancar.

2. Waktu Pembelajaran Lebih Fleksibel

Tidak semua siswa yang bisa hadir pada waktu yang ditentukan. Salah satunya kendala ketersediaan jaringan internet. Ada pula siswa yang terpaksa terlambat karena di tempatnya mati lampu atau listrik yang otomatis mempengaruhi jaringan.

Atau, di waktu yang sudah ditentukan, sedang ada kepentingan. Nah, dengan menggunakan website, siswa dapat sewaktu-waktu belajar dengan mengakses website.

3. Dapat Mengulang-ulang Pembelajaran

Tidak dimungkiri, kadang ada pelajaran yang tidak bisa dipahami dengan sekali menyimak. Ada pelajaran yang harus berkali-kali disimak, baru paham. Nah, dengan pakai website, siswa dapat berulang kali mengulang materi pembelajaran. Yah, sampai dia paham. Tentu lebih memudahkan, bukan?

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar