0

Guru dan Nama-Nama Lama (0)

Arif Purwanto October 24, 2021

Bekal Adam saat dipilih Tuhan untuk menjadi khalifah di dunia adalah intelektualitas. Wa ‘allama ādamal-asmā`a kullahā, Dan Dia (Tuhan) mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya. Demikian pula tugas seorang guru, mengajarkan anak didiknya mengenal nama-nama. Ilmu pengetahuan terangkum dalam nama-nama. Semakin spesifik kita mengenal nama sebuah obyek semakin mendalam pengetahuan kita tentang obyek tersebut. Semakin luas jangkauan dan beragamnya obyek yang kita kenali namanya menunjukkan kemauan kita untuk terhubung dengan dunia secara luas.

Maka perkembangan peradaban manusia, sejatinya hanyalah tumpukan nama-nama. Seperti bahasa yang merangkum seluruh aktivitas intelektualitas sebuah bangsa. Jumlah kata yang dimiliki sebuah bahasa menunjukkan kematangan peradaban sebuah bangsa. Artinya, masa kini dan masa depan melahirkan kata (nama) baru, dan memiliki kemungkinan menghapus kata (nama) lama yang tidak relevan dengan zaman.

Demikian pula dengan kemampuan siswa menjawab persoalan menunjukkan seberapa banyak kosa kata yang dia pahami. Soal-soal yang salah dijawab oleh siswa hanyalah representasi nama-nama yang terlewat untuk dimengerti oleh siswa. Persoalan yang lebih penting, apakah soal yang dikerjakan oleh siswa tentang nama-nama di masa kini dan masa depan?

Dunia berubah begitu cepat. Teori perkembangan generasi X, Y, Z dan Alfa membagi masing-masing generasi dalam interval 15 tahun. Setiap 15 tahun, setiap generasi melihat, mendengar dan mengalami dunia yang berbeda dengan generasi sebelum dan sesudahnya. Setiap 15 tahun dunia berubah, yang mempengaruhi keinginan, perilaku, dan cita-cita tiap generasi ikut berubah. Artinya jika guru berada di batas tahun antara dua generasi, dia tidak boleh lagi memberikan soal yang sama. Sebagian nama-nama yang yang biasa guru bagikan ke siswa, mungkin telah dan sedang kadaluwarsa.

Bisa jadi guru generasi X (lahir tahun 1965 – 1980) mengajar generasi Alfa (lahir setelah tahun 2010) di SD, TK dan PAUD. Ada dua jarak generasi,yaitu Y (milenial) dan Z. Dia berjarak dengan 3 (tiga) transformasi watak, perilaku, dan cita-cita yang telah dan sedang berlangsung.

Maka, seorang guru SD yang mengajarkan siswanya tentang cita-cita dan jenis pekerjaan harus sadar bahwa beberapa pekerjaan baru tercipta dan beberapa pekerjaan lama mulai menghilang. Guru harus memiliki gambaran apa itu conten creator, conten writer, youtuber, reseller, streamer ataupun blogger. Bukan itu saja, guru seringkali diminta siswa untuk memberikan rekomendasi tentang cita-cita. Guru bisa jadi salah memberikan rekomendasi jika dia tidak memahami perubahan dunia yang sedang terjadi.

Di televisi telah muncul sebuah iklan mobil listrik otonom. Mobil yang bisa berjalan sendiri. Satu dasa warsa ke depan, kebutuhan keahlian menyetir mobil akan berubah. Lalu, bagaimana dengan nasib SPBU dan produsen knalpot? Mobil listrik tidak menghasilkan suara dan polusi. Guru tak relevan lagi becerita tentang bahaya polusi kendaraan bermotor di masa depan. Hidup manusia dikuasai ‘sepenuhnya’oleh listrik.

Di televisi juga sedang terjadi perang iklan perusahaan e-commerce. Dunia sedang bergerak menuju uang elektronik. Saat ini, generasi milenial tertua berusia 41 tahun. Sepuluh tahun ke depan pekerjaan benar-benar akan didominasi oleh generasi milenial (Y) dan Z yang melek teknologi. Artinya, pemilik toko kelontong pun memiliki uang elektronik di dalam ponselnya. Mulai sekarang, guru dalam soal numerik dapat memberikan nilai harga bukan lagi dalam interval ratusan, namun satuan. Semisal harga 1 liter minyak goreng adalah Rp 17.912,00. Transaksi yang dulu mustahil, sekarang dapat dilakukan.

Inilah tugas berat guru di zaman yang perubahan yang semakin cepat ini. Dia harus mengenali zamannya yang sedang berubah dan masa depan yang akan terjadi. Jauh berbeda dengan 200 tahu yang lalu, manusia masih menaiki kuda sama persis ribuan tahun sebelumnya. Dunia seolah stagnan karena perubahannya yang stagnan. Coba kita hitung butuh berapa tahun manusia berubah dari menggunakan tranportasi sepeda, sepeda motor, mobil, kereta api, kapal, dan pesawat terbang.

Kita sepakat, guru merupakan elemen penting pembentuk masa depan siswa.  Jika guru tidak berubah, mengulang kalimat yang sama, kata-kata yang sama, nama-nama yang sama bukankah itu menyesatkan siswa dari masa depan? Guru harus selalu dibantu untuk terhubung dan terus menyadari perubahan dunia yang tidak dapat dihentikan ini. Sehingga terdapat jaminan guru menghubungkan siswa dengan masa depannya, bukan sebaliknya.

#KompetisiArtikelGuraru

 #HariGuruSedunia

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar