7

Guru BDR²: Berkarya dari Rumah Berpenghasilan Dolar dan Rupiah (0)

Hira Karmachela October 2, 2020

Bismillah. Sejak masa sekolah, saya sering mengidamkan sebuah pekerjaan yang selaras dengan hobi dan dapat dilakukan dengan santai senyaman berada di rumah. Namun, tidak pernah terpikir olehku akan datang masa di mana banyak orang dikondisikan untuk bekerja dari rumah bahkan secara terpaksa. Subhanallah, tahun ini sungguh luar biasa.

Kini telah menjadi lumrah jika obrolan bisnis atau diskusi akademis dilakukan dari kamar tidur, meja makan, atau ruang privasi lainnya. Orang-orang berada di rumahnya masing-masing tapi saling terhubung dan saling menatap melalui layar kaca. Bahkan sering kali mulut ini diam tak berucap tapi banyak kata terlontar melalui media kasat mata. Pandemi tahun ini membatasi kontak fisik tetapi membangkitkan kehidupan dunia maya.

Saya Hira Karmachela tapi biasa disapa “Babe” oleh siswa-siswa di sekolah. Saya mengajar desain grafis dan animasi untuk jurusan multimedia di SMK Al-Wafa. Senada dengan pengalaman guru lainnya, tahun ini saya pun melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Kendati sebenarnya bekerja dari rumah bukan hal baru bagiku namun tahun ini tetap berbeda dan menjadi pengalaman luar biasa. Karya tulis ini saya buat sebagai syukur atas pengalaman luar biasa sebagai pengajar khususnya di masa pandemi ini.

Idealisme Berkarya dari Rumah

Di tahun 2008 saya lulus dari SMK jurusan desain komunikasi visual dan setelahnya menghadapi dilema antara meneruskan pendidikan atau langsung terjun ke dunia kerja. Jujur, pendidikan kejuruan saat itu seolah membentuk pola pikir naif bagiku bahwa setelah masa belajar usai maka saya harus segera bekerja. Saat itu saya memiliki mimpi akan pekerjaan yang dapat dilakukan senyaman berada di rumah. Namun, ada skenario terbaik yang tidak pernah saya bayangkan sehingga saya pun masuk ke perguruan tinggi dan mendapat dorongan untuk menjadi pengajar. Alhamdulillah.

Pendidikan dan lingkungan seni menjadikan mimpiku menjadi idealisme. Di tahun 2013 saya memulai karir sebagai seorang pengajar dengan semangat seorang seniman. Bagiku mengajar adalah cara paling efektif untuk belajar dan lebih memperdalam ilmu. Masya Allah, semakin banyak ilmu dan pengalaman yang saya bagikan kepada orang lain maka semakin terampil dan bermanfaat ilmu tersebut bagiku.

Saya percaya bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Oleh karena itu, sebagai seorang pengajar SMK saya perlu memiliki banyak pengalaman di dunia industri dan tidak hanya berkata soal teori. Seiring dengan alasan tersebut, saya pun memiliki idealisme sebagai seorang seniman untuk dapat berkarya senyaman di rumah namun mendapatkan apresiasi seluas-luasnya hingga tataran internasional.

Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah: Dokumentasi Sebelum Masa Pandemi
(Sumber: Dokumentasi Kelas Animasi SMK Al-Wafa)

Di tahun 2014 ketika sedang menjelajahi dunia maya, saya menemukan sebuah situs bertajuk Freelancer.com yakni wadah yang mempertemukan pemberi kerja dengan para terampil yang siap mewujudkan proyek. Saya pun mulai berkarya dan menerima proyek-proyek di bidang ilustrasi, desain, dan animasi dari berbagai negara.

Laman Profil Penulis di Freelancer.com
(Sumber: Dokumentasi Penulis)

Saya tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan klien-klien luar negeri tapi tidak ada kendala dalam menjalin komunikasi. Semua proses kerja dilakukan secara digital dan transaksi diselesaikan secara daring.

Transaksi Biaya Proyek Secara Daring di Freelancer.com
(Sumber: Dokumentasi Penulis)

Alhamdulillah, sistem kerja daring ini masih saya tekuni hingga kini dan dapat dikerjakan bersandingan dengan pekerjaan sebagai pengajar. Bahkan saya mendapatkan ilmu dan pengalaman baru dari klien-klien luar negeri yang kemudian dapat saya jadikan referensi materi ajar untuk para siswa. Bukan saja bekerja senyaman berada di rumah melainkan saya benar-benar berkarya dari rumah secara harfiah, dibayar dengan dolar pula.

Pengajar yang Ambisius dan Seniman yang Tamak

Sempat terpikir betapa serakahnya diri ini hingga menjalankan dua profesi sekaligus. Namun, hingga saat ini saya merasakan manfaat luar biasa dari kedua profesi ini. Sistem kerja daring menyediakan fleksibilitas dalam hal ruang dan waktu sehingga dapat dijadikan pekerjaan utama atau sampingan.

Akan tetapi, pembatasan sosial secara fisik dapat menjadi ekses dari sistem kerja daring. Penawaran proyek dapat terus berdatangan bahkan ketika satu proyek belum sempat terselesaikan. Tanpa disadari, seseorang seolah terkurung menyendiri di sebuah ruangan dengan tumpukan pekerjaan sembari menatap layar kaca.

Oleh karena itu, saya sangat bersyukur karena ambisiku sebagai pengajar dapat menjadi pengendali bagi ketamakanku sebagai seorang seniman. Kegiatan belajar mengajar menjadi penggenap kebutuhan sosialku. Di sisi lain, idealisme dan ketamakanku sebagai seniman sangat memengaruhi ambisiku sebagai seorang pengajar.

Saya sangat ingin membagikan pengalaman luar biasa bekerja secara daring kepada banyak orang khususnya siswa-siswa yang saya ajar. Saya ingin siswa SMK dapat memanfaatkan peluang penghasilan melalui internet sehingga mereka dapat tetap merencanakan pendidikannya tanpa khawatir akan pekerjaan.

Pandemi dan Perwujudan Mimpi

Saya sangat berempati kepada para pejuang kesehatan, relawan, dan pasien yang bertarung secara nyata dalam pandemi ini. Namun, saya tidak ingin berkeluh kesah dan merasa terpuruk karena kebiasaan baru yang dianggap sebagai pembatasan produktivitas. Pandemi saat ini bagiku adalah momen untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

Dulu pernah terpikir betapa nyaman jika pekerjaanku sebagai pengajar dapat dilakukan juga dari rumah. Subhanallah, kondisi itu benar-benar dialami saat ini. Kini saya berkarya dari rumah baik sebagai seniman maupun sebagai pengajar.

Pembelajaran Jarak Jauh Melalui Layanan Komunikasi Video
(Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pembelajaran daring menuntut kreativitas lebih dari seorang pengajar dalam menyajikan dan menyampaikan materi ajar. Peserta didik rentan terhadap kejenuhan saat belajar dari rumah karena banyak hal yang dapat dijadikan alasan oleh mereka sebagai pengalihan dari kegiatan belajar. Oleh karena itu, pembelajaran daring harus dibuat semenarik mungkin dengan durasi yang singkat namun efektif.

Pandemi tahun ini membawa fenomena yang unik dalam perkembangan komunikasi dan informasi digital. Layanan komunikasi video menjadi konsumsi sehari-hari dan banyak orang memulai peruntungan sebagai kreator konten. Saya tidak bermaksud mengkritik karena saya pun turut mengamankan kursi pada fenomena tersebut.

Video Pembelajaran Melalui Kanal YouTube pada Hari Ketujuh Awal Masa Pembatasan Sosial
(Sumber: youtube.com/BABEODED)

Sudah lama saya bermimpi memiliki sebuah kanal Youtube sebagai media berbagi ilmu dan pengalaman yang dapat menjangkau pemirsa seluas-luasnya. Namun, saya selalu menunda-nunda untuk mewujudkan mimpi tersebut dengan menjadikan kesibukan dan kerutinan sebagai alasan. Tahun ini saya rasa adalah waktu yang tepat untuk mewujudkannya. Mumpung pandemi, banyak keleluasaan waktu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tertunda.

Melalui kanal Youtube yang saya beri nama BABE ODED, saya menunaikan tugas sebagai pengajar. Saya membuat video-video pembelajaran untuk materi desain dan animasi sesuai kurikulum pendidikan yang berlaku. Selebihnya, saya membuat konten mengenai proses, teknik, dan pengalaman dalam berkesenian termasuk pengalaman berpenghasilan melalui sistem kerja daring.

Kanal BABE ODED di YouTube.com
(Sumber: youtube.com/BABEODED)

Praktik Kerja di Dunia Maya

Pandemi saat ini turut berdampak pada aspek ekonomi. Banyak terjadi, sektor bisnis konvesional memangkas sumber daya dan produksinya karena penurunan omset selama masa pembatasan sosial. Oleh karena itu, wawasan ekonomi kreatif berbasis digital sangat penting disampaikan pada peserta didik.

Siswa SMK harus siap mengintegrasikan kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan era industri 4.0. Saya pun membuat konten pembelajaran yang secara spesifik membahas sistem kerja daring pada situs Freelancer.com, mulai dari cara mendaftar, menyiapkan profil yang profesional, hingga mencari peluang proyek.

Video Pembelajaran Sistem Kerja Daring di Freelancer.com
(Sumber: youtube.com/BABEODED)

Alhamdulillah, video pembelajaran yang saya buat mendapatkan tanggapan luar biasa dari penonton yang bukan saja siswa yang saya ajar tapi juga warga net secara umum. Ternyata, konten mengenai peluang penghasilan melalui internet kerap dicari dan ditonton banyak orang.

Ikon suka, jumlah tayangan, dan pelanggan baru yang terus bertambah menjadi kepuasan bagiku yang baru menyatakan diri sebagai kreator konten. Namun, hal yang paling membahagiakan adalah pencapaian peserta didik yang turut mempraktikkan langkah-langkah yang saya intruksikan melalui video.

Komentar Warga Net Terhadap Video Pembelajaran Freelancer.com
(Sumber: youtube.com/BABEODED)

Selepas menonton video pembelajaran mengenai sistem kerja daring kemudian saya memberikan tugas terkait kompetensi desain dan animasi. Saya mengarahkan peserta didik untuk mengerjakan proyek nyata yang sedang aktif di Freelancer.com. Peserta didik memang mempraktikkannya atas dasar pemenuhan tugas yang saya berikan. Kendati demikian mereka mendapatkan pengalaman nyata terjun ke dunia kerja walau secara daring.

Sistem kerja daring sering kali dikemas dengan balutan gamifikasi yang bertujuan agar pengguna merasa senang dan nyaman saat melakukannya. Akan tetapi, seluruh proses di dalamnya sangat serius dan bukan simulasi. Peserta didik benar-benar menghadapi proyek dengan klien dan biaya yang nyata. Melalui tugas praktik kerja daring, peserta didik diharapkan mampu berkomunikasi dengan klien, mengelola saran, kritikan, bahkan keluhan.

Contoh Laman Penawaran Proyek di Freelancer.com
(Sumber: https://www.freelancer.com/projects/animation/Custom-animator-Urgent-task/details)

Sekolah Pintar: Efisiensi Belajar di Depan Layar

Pembelajaran jarak jauh menjadi pengalaman baru yang saya rasa memiliki tantangan tersendiri. Tantangan terbesarnya adalah memantau proses belajar peserta didik secara daring kemudian mengolahnya menjadi data yang dapat dipertanggungjawabkan. Ada banyak aplikasi seluler yang dapat dimanfaatkan secara gratis sebagai instrumen pendukung pembelajaran jarak jauh. Namun, tidak semua aplikasi dapat diintegrasikan menjadi satu rekaman pembelajaran yang dapat diakses secara efisien.

Alhamdulillah, pengajar di SMK Al-Wafa difasilitasi aplikasi sekolah pintar yang dapat digunakan secara seluler yang biasa kami sebut SSA (Smart School Al-Wafa). Aplikasi ini mula-mula dirintis oleh kepala sekolah beserta manajemen yang didukung oleh yayasan guna digitalisasi administrasi sekolah. Semenjak ada pandemi kemudian aplikasi ini dikembangkan menjadi sistem terintegrasi yang mengakomodasi pembelajaran jarak jauh berikut seluruh adminstrasi pembelajaran yang dibutuhkan. Tidak ada yang pernah menduga bahwa aplikasi ini menjadi andalan kami menghadapi masa pandemi dan pembelajaran jarak jauh.

Tampilan Materi E-Learning pada Aplikasi Smart School Al-Wafa
(Sumber: Dokumentasi SMK Al-Wafa)

Aplikasi SSA memiliki keunggulan mengintegrasikan kebutuhan kegiatan belajar mengajar dalam satu sarana digital. Mulai dari pengisian daftar kehadiran siswa dan pengajar, transaksi kegiatan belajar mengajar yang meliputi penyampaian materi dan pengumpulan tugas daring, ruang diskusi, hingga pelaksanaan ujian daring dilakukan melalui satu aplikasi.

Tampilan Progres Ujian Daring pada Aplikasi Smart School Al-Wafa
(Sumber: Dokumentasi SMK Al-Wafa)

Fungsi paling penting dari aplikasi SSA adalah untuk merekam semua proses kegiatan belajar mengajar sehingga menghasilkan rekapitulasi yang mudah diakses kembali saat dibutuhkan. Saya sangat memahami kegundahan orangtua siswa akan efektivitas pembelajaran jarak jauh. Orangtua khawatir jika siswa tidak mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, rekaman proses dan hasil pembelajaran sangat penting untuk dibuat agar mudah diakses oleh orangtua siswa.

Mawas Diri

Sekali lagi, pandemi saat ini merupakan duka bagi seluruh insan di dunia. Namun, saya ingin memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Ada banyak kesempatan untuk bersama keluarga yang saya ingkari dengan alasan kesibukan. Ada banyak kesempatan untuk belajar dan memperdalam ilmu yang saya ingkari dengan alasan kerutinan. Ada banyak kesempatan untuk mewujudkan mimpi yang saya ingkari dengan alasan kurangnya waktu. Astagfirullah.

Pandemi tahun ini adalah kesempatan besar untuk mawas diri. Lama tidak bertatap muka secara langsung dengan para siswa telah menyadarkan diriku betapa nikmatnya kesempatan tersebut. Saya sangat merindukan interaksi dengan para siswa di mana senyuman benar-benar terukir di wajah dan bukan hanya ikon semata.

Kunjungan Kelas Animasi SMK Al-Wafa ke Baros International Animation Festival 2017
(Sumber: Dokumentasi Kelas Animasi SMK Al-Wafa)

Akan tetapi, saya harus kuat dan menunjukkan semangat kreativitas sebagai seorang pengajar dan seniman. Era digital bukan lagi fiksi ilmiah tapi fakta yang patut disyukuri. Pembatasan sosial tidak boleh dianggap membatasi produktivitas.

Saya Guru Era Baru yang siap BDR², berkarya dari rumah, berpenghasilan dolar dan rupiah. Insya Allah.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience 

Comments (7)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar