28

Guru adalah Real Kurikulum (+3)

Botaksakti September 10, 2013

Mulai hari ini sampai Sabtu nanti, saya berkesempatan mengikuti Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Berkaca dari cerita teman-teman yang telah lebih dulu mengikuti kegiatan serupa, sebenarnya agak ‘berat’ rasanya untuk mengikutinya. bagaimana tidak, setiap mereka pulang pelatihan oleh-olehnya hanya power point materi yang sebenarnya bisa kita unduh sejak jauh hari sebelumnya.

Akan tetapi, rupanya saya salah sangka. Kegiatan kali ini sepertinya berbeda. Betapa tidak? Kurikulum pelatihan jelas ada, pemateri dari lingkungan kementerian Dikbud. Bahkan ada salah seorang pemateri yang katanya ruangan kerjanya diapit ruangan Mendikbud dan Wamendikbud. Beberapa kali Beliau menengok ponselnya karena katanya lagi Pak Menteri selalu meminta up date data dalam 24 jam.

Setelah agak molor dari jadwal, acara dimulai dengan pembukaan. Kali ini, lagi-lagi saya cukup terkejut karena ternyata yang membuka adalah Bapak Ramon Mohandas, Ph. D, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud. Beliau menceritakan bagaimana perjalanan lahirnya kurikulum 2013. yang menarik, Beliau mengakui bahwa meski sudah ada pelatihan tetapi tetap tidak bisa menjamin bahwa pelaksanaan Kurikulum 2013 ini akan seperti yang dinginkan. Hal ini disebabkan sistem pelatihan berjenjang memungkinkan terjadinya deviasi. Bisa saja yang disampaikan di atas berbeda dengan yang sampai ke bawah.

Lebih dari itu, Pak Mohandas juga ‘membocorkan’ bahwa memang distribusi buku pelajaran dan buku guru untuk kurikulum ini belum merata. Hal ini karena kendala data. Menurutnya, di Indonesia ini untuk urusan data yang valid hanya Tuhan yang tahu. Maka tidak jarang data yang dipakai adalah data kesepakatan, yaitu data yang didasarkan pada kesepakatan saja(ngakak).

Hal menarik lain adalah ketika Bapak Tjipto Sumadi, Ph. D, Direktur UIK Kemdikbud menyampaikan tentang perubahan mindset guru. Beliau dengan jelas memberikan contoh bagaimana yang dimaksud perubahan mindset tersebut. Dalam pelajaran Sejarah misalnya, kita tidak lagi mengajarkan tentang zaman yang anak tidak tahu, tapi dari yang mereka ketahui menuju ke masa depan, atau dengan kata lain sejarah progresif.

Begitu pula soal dihilangkannya pelajaran TIK. beliau memberi contoh, masa untuk belajar PPT saja samoai satu tahun? Maka TIK dikonversikan menjadi prakarya yang diarahkan kepada pengajaran tentang TIK terapan. Ini kaitannya dengan tantangan masa depan yang lagi-lagi karena dunia melaju ke arah kehidupan digital.

Ditekankan pula oleh Beliau, berbeda dengan kurikulum sebelumnya, sikap tidak lagi diajarkan melainkan dilekatkan dalam tingkah laku sehari-hari. Ini akan terlihat manakala setiap siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan diri mereka masing-masing. Bukan zamannya lagi misalnya, ketika ada tugas kelompok maka hanya salah seorang dari kelompok tersebut yang mewakili untuk presentasi. Hal ini dimaksudkan untuk membangun kekuatan intrapersonal mereka.

Di akhir penyampaian materinya, Pak Tjipto juga mencontohkan bahwa di Amerika siswa diajarkan menanam kentang. Alasannya adalah karena kentang menjadi makanan pokok mereka. Lucunya, di Indonesia hal itu diadopsi guru-guru dengan mengajarkan murid untuk menanam……..tauge(diikuti tawa semua peserta). Oleh karena itu, sebaik apapun kurikulum, menurut Beliau, guru tetaplah memegang peran yang penting. Guru adalah real kurikulum!

 

 

Comments (28)

  1. Yap, memang guru-lah sang aktor utama, oleh karenanya merubah mindset guru adalah hal yang tidaklah mudah. Begitu banyak guru yang sudah terlalu nyaman di zonanya! Esensi dari kurikulum 2013 adalah hal yang mungkin menjadi pertanyaan kita selaku guru atau sekolah yang belum tersentuh diklat macam ini. Kalo masalah berbagai kekurangan bgmn proses maupun sosialisasi kurikulum 2013 memang sdh jadi rahasia umum. Mr.Botakskti beruntung bisa langsung mengikuti Pelatihan Kurikulum 2013 ini, tentunya kami menunggu informasi apa yang bisa kami serap dari tulisan2 Mr.Botakskti berikutnya. Yang menarik ditunggu tentunya ‘kejutan’ apa lagi yang akan muncul di pelatihan tsb.

    Salam Diklat! πŸ™‚

  2. Pak Taufik Opikibra : Guru harus merubah midsetnya dan keluar dari zona amannya. Guru harus melakukan inovasi dalam pembelajarannya. Jika dikaitkan dengan kurikulum 2013 maka guru dalam mengajar diarahkan untuk menggunakan TIK.

    Intinya guru bisa memahami dan mengaplikasikan pelaksanaan kurikulum 2013 ini sesuai dengan Permendikbud No.65 tahun 2013 tentang standar proses, Permendikbud no.66 tahun 2013 tentang standar penilaian.

    Untuk standar proses, salah satunya mengunakan pendekatan scientific /ilmiah yaitu Observing
    , Questioning, Associating, Experimenting, dan Networking.

    Untuk standar penilaian, menggunakan penilaian autentik yang meliputi 3 aspek penilaian yaitu afektif, psikomotorik, dan knowleadge. Penilaian ini tidak hanya pada hasilnya saja tetapi penilaian pada proses dan hasil.

    Salam kurikulum 2013..,

  3. Pak Mushlihin : Tidak perlu meratapi nasip pak. he..he…Ditunggu saja pak Diklat iimplementasi kurikulum 2013 dari dinas pendiddikan setempat di daerah bapak. Untuk saat ini, silahkan bapak ikuti informasi perkembangan tentang kurikulum 2013 dari rekan-rekan yang sudah mengikuti diklat implementasi kurikulum 2013. Saling sharing dan berbagi pak.!

  4. Hehehe senangnya membaca sharing yang bagus-bagus dan bermanfaat ini. Maaf Guraru nih saya baru mampir. Saya juga mempelajari silabus 2013 dan ikut menerapkannya kok. Sebagian besar sebenarnya sudah kita lakukan dan selalu kita lakukan. Perubahannya tidak banyak. Seperti kimia, ya tentulah scientific approach harus selalu digunakan. Guru harus berhati-hati mengatur alokasi waktunya, disiplin pada silabus dan pengembangannya. Insya Allah silabus ini banyak hal yang lebih baik dari sebelumnya. Kurikulum yang tertulis itu ketika kita gunakan, maka terjadi suatu tambahan dari guru, yang sebenarnya adalah kurikulum tersirat atau hidden curriculum. Guru memang Real Curriculum, sebab apapun yang terjadi bergantung pada guru tersebut. Insya Allah hidden curriculum dari guru sesuai dengan kurikulum tersiratnya. Terima kasih sharingnya, ditunggu terus kelanjutannya. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar