0

Fungsi dan Peranan Protein Sebagai Zat Gizi Bagi Tubuh Manusia (0)

Wahid Priyono, S.Pd. February 12, 2021

Di dalam tubuh manusia protein sangatlah penting sebagai komponen dalam berbagai reaksi biokimia, baik pada waktu metabolisme berlangsung, dan atau ketika tubuh memerlukan zat-zat gizi ini untuk membangun komponen tubuh. Kerja enzim juga ditentukan oleh berbagai komponen kimiawi pada protein.

Protein penunjang dan integral, digunakan dalam sintesis protein dan DNA di ribosom dan inti sel, karena protein ini mengandung banyak gugus-gugus asam amino baik yang esensial maupun nonesensial. Kecukupan asupan protein dalam tubuh sangat ditentukan oleh kapasitas makanan yang dikonsumsi.

Protein bukanlah merupakan zat tunggal akan tetapi terdiri dari unsur-unsur pembentuk protein yang disebut asam amino. Suatu protein dapat diibaratkan sebagai seuntai kalung yang terbuat dari manik-manik yang bentuk dan ukurannya tidak sama akan tetapi dapat membentuk kalung yang serasi.

Protein sangat diperlukan tubuh. Fungsi utamanya sebagai zat pembangun sangat diperlukan pada masa pertumbuhan. Pada masa bayi hingga remaja, kebutuhan protein lebih besar persentasenya dibandingkan dengan pada masa dewasa dan manula.

Pada masa dewasa dan manula protein dibutuhkan untuk mempertahankan jaringan-jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang telah rusak. Asam amino merupakan hasil hidrolisis protein dengan asam, alkali, dan enzim. Asam amino terdiri dari sebuah gugus amino dan sebuah gugus karboksil serta sebuah atom hidrogen. Selain itu ada protein lengkap merupakan protein kelas tinggi yang dapat menunjang pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan pada balita. Karena pada jenis protein ini, sudah dapat dirasakan bagi sebagian orang yang dulunya pernah mengalami masa balita.

Sedangkan jenis protein kurang lengkap umumnya mampu menunjang pertumbuhan, namun disisi lain tidak mampu memelihara jaringan tubuh yang ada, atau bahkan sebaliknya. Dan sedangkan protein tidak lengkap yaitu jenis protein yang sama sekali tidak memiliki fungsi yang bagus baik untuk pertumbuhan maupun dalam pemelihraan jaringan tubuh.

Asam amino terbagi dua, yaitu asam amino essensial dan non essensial. Asam amino essensial merupakan asam amino yang dapat dibentuk oleh tubuh manusia, sedangkan asam amino nonessensial tidak dapat dibentuk oleh tubuh manusia, sehingga didapat dari makanan sehari-hari. Adapun contoh asam amino essensial adalah lisin, leusisn, isolusin, teronin, metionin, valin, venilalanin, histidin, dan originin. Arginin tidak essensial bagi kanak-kanak dan orang dewasa tetapi berguna bagi pertumbuhan bayi, sedang histidin, essensial bagi anak-anak tetapi tidak essensial bagi orang dewasa.

Sumber Referensi Bacaan:

  • Khomsan, A. 2006. Solusi Makanan Sehat. Jakarta : PT Rajagrafindo.
  • Khumaidi. M. 1994. Gizi Masyarakat. Bogor: PT. BPK Gunung Mulia.
  • Khomsan, A. 2003. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
  • Sediaoetama, A.D. 2008. Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat. Suhardjo dan Kusharto, C.M. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta: Kanisius.
  • Suhardjo. 1996. Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar