2

Fungsi Bimbingan dan Konseling (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 15, 2020
  • Fungsi Pemeliharaan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseling supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseling agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling.

Dalam fungsi pemeliharaan Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk membentuk pertahanan siswa dalam menjaga diri agar tetap dalam situasi yang kondusif dalam belajar di dalam maupun di luar kelas. Dalam hal ini guru hendaknya memimbing siswa agar tetap pada kondisi yang produktif dengan program-program yang kreatif dan dapat memacu keinginan siswa untuk terus belajar dengan aktif.

  • Fungsi Penyembuhan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.

Dalam fungsi penyembuhan, Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk memulihkan kembali kepribadian atau kondisi siswa pada posisi awal dengan cara melakukan pengulangan pengajaran apabila masalah yang dihadapi mengenai pelajaran.,

  • Fungsi Perbaikan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.

Dalam fungsi perbaikan, Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk meluruskan atau membenahi cara berpikir siswa yang keliru atau salah menjadi cara berpikir yang positif, dan dapat berpikir secara rasional.

  • Fungsi Penyaluran

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

Dalam fungsi penyaluran, Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk membimbing siswa dalam memilih jurusan, dan keikusertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat siswas tersebut sehingga siswa tersebut merasa nyaman menjalaninya.

  • Fungsi Adaptasi

Yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseling.

Dalam fungsi adaptasi, Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk mempermudah guru dalam penyusunan bahan pelajaran, memilih metode dan proses pembelajaran yang sesuai dengan jenjang, jenis pendidkan apakah itu SMP, SMA maupun MTS, MA sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa sehingga tujuan dari belajar dapat tercapai. Contohnya menggunakan metode eksperimen, presentasi, diskusi, kerja lapangan yang bertujua agar siwsa dapat aktif dan mampu menemukan pengetahuan baru secara mandiri sehingga pengetahuan yang didapatnya dapat tertanam dengan baik.

  • Fungsi Pemahaman

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

Dalam fungsi pemahaman, Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk membantu siswa dalam memahami tipe ataupun potensi pada dirinya sehingga siswa dapat secara optimal mengembangkan potensi tersebut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

  • Fungsi Preventif

Yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).

Dalam fungsi preventif, Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk melakukan pencegahan agar siswa tidak masuk dalam jalan yang salah atau berprilaku menyimpang seperi mencotek, merokok, penyalahgunaan obat-obatan dan pergaulan bebas. Selain itu fungsi ini

  • Fungsi Pengembangan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok  atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.

Dalam fungsi pengembanga, Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif sehingga siswa tidak jenuh dalam belajar. Untuk mewujudkan fungsi ini kepala sekolah dan perangkatnya dituntut agar dapat merencanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga siswa akan terbantu dalam mencapai tugas perkembangannya.

Daftar Pustaka:

  • Depdiknas. 2002. Paduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling BerbasisKompetensi SMP, Madrasah, Tsanawiyah dan Sederajat. Jakarta:Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
  • Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Umun.1994.Kurikulum SLTP: Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.Jakarta: Depdikbud.
  • Prayitno. 1997. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling diSekolah Buku II Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SLTP). Jakarta: Penebar Aksara.
  • Sukardi, Deawa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : PT Rineke Cipta.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar