4

Forum Menulis Sebagai Penggerak Guru Menulis (0)

Rakhmad November 11, 2020

Forum Menulis Sebagai Penggerak Guru Menulis

Oleh: Rakhmad, S.Pd

Keseharaian guru sebenaranya tidak terlepas dari kegiatan menulis. Dari pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan soal, pembuatan rapor, penulisan buku penghubung dan sebagainya.

Sekian banyak kegiatan menulis hampir jarang  sebagai bahan kajian bersama, dari  mulai teknik penulisan dan isi tulisan. Tidak jarang rutinitas menulis itu adalah kegiatan biasa-biasa saja tanpa harus ada kajian mendalam. Sebenarnya  kegiatan sekecil apapun dapat menjadi kajian dan menjadi embrio awal menjadi penulis yang berkualitas.

Kegiatan kajian yang bisa dilakukan contohnya setiap sekolahan dan forum guru  mengadakan pembedahan RPP, pembedahan hasil penulisan soal, pembedahan  tulisan deskripsi di dalam penilaian dan rapor. Pembedahan rapor  bisa dilakukan dari runtutan sekenario, penulisan hingga indikator capaian. Pembedahan hasil penulisan dari soal bisa dilakukan dari rambu-rambu penulisan soal, teknik penulisan hingga soal yang tidak bias gender. Penulisan hasil tulisan driskripsi di rapor salah satunya adalah  indikator penulisan hasil belajar siswa agar tulisan tidak multi tafsir dan wali murid faham dengan apa yang dituliskan.

Jika rutinitas tersebut di atas menjadi perhatihan maka tidak mungkin akan menghasilkan hasil kerja dan tulisan yang baik. Guru termotivasi dan memperhatikan tentang tulisan  yang mereka tulis. Guru terbiasa menulis dengan baik dan lancar. Sehingga muncul  semangat bergerak menulis apapun itu adalah penting. Penting untuk di baca, penting untuk dipahami dan penting untuk dikaji.

Tujuan Menulis di Media Bagi Guru

Setelah kebiasaan menulis keseharian guru menjadi baik dan benar maka guru perlu diperkenalkan dengan tulisan di media. Perkenalan tulisan di media tidak serta merta bisa menjadi daya ketertarikan oleh guru. Hampir selama seminggu minimal 24 jam mengajar  harus bertatap muka dengan siswa, selebihnya digunakan untuk mengurus administrasi pendidikan dan mengoreksi evaluasi siswa.

Dari wacana di atas guru banyak yang terjebak dalam rutinitas kerja sebagai guru dan jarang yang menulis di media. Rata-rata guru yang menulis di media hanyalah guru-guru yang berani keluar di zona aman. Guru yang berkeinginan adanya perubahan di dalam dan di luar lingkunganya.

Motivasi menulis guru  bisa di dasarkan atas kebutuhan, kehobian, pengembangan  dan perubahan.  Kebutuhan menulis hanyalah didasarkan pada kewajiban untuk menunjang dalam kegiatan menjadi guru. Contohnya membuat Karya ilmiah untuk kenaikan pangkat, membuat blog utuk memberi tugas bagi siswa dan lainnya. Kehobian menulis ini dasarkan pada kebiasaan menulis dan kesenangan menulis. Motivasi  menulis untuk pengembangan ini dasarkan untuk mengembangkan profesi guru itu sendiri dan pengembangan kapasitas pribadi. Motivasi menulis untuk perubahan di dasarkan keinginan untuk adanya perubahan menjadi baik dan meningkat.

Tujuan-tujuan menulis di media tersebut di atas bisa di apresiasi dalam bentuk pembuatan buku, menuliskan artikel, maupun menulis jurnal, membuat blog. Dengan menuliskan di media itu banyak tulisan yang menjadikan rujukan dan pencerahan baru. Semakin banyak tulisan yang menjadi rujukan dan pencerahan baru yang di baca. Penulis berfikir positif adanya perubahan menjadi baik bagi penulis maupun si pembaca. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mengajak guru untuk menulis di media?

Gerakan menulis di Media

Motivasi dalam menulis guru  di media, bagi penulis hanya bisa dilakukan jika ada gerakan  secara personal,  kebijakan institusi/organisasi ataupun media itu sendiri. Gerakan personal ini adalah seseorang (bisa) yang terbiasa menulis  di media yang bersedia mengajak dan menjadi pengerak penulisan di sekelilingnya khusunya guru. Dalam rangka mengajak diharapkan ada prestasi dalam menulis yang berupa dimuatnya media atau pun menjadi  pemenang dalam lomba penulis. Disinilah daya tarik untuk mengajak, tempat konsultasi, curhat ataupun membumikan menulis bagi guru.

Gerakan  Institusi/ Organisasi adalah gerakan menulis bisa dilakukan di dalam maupun di luar institusi guru. Gerakan di dalam institusi guru biasanya dilakukan dengan membuat media sendiri sehingga menjadi tuntutan dan keharusan guru untuk menulis.  Di samping itu intistusi di dalam guru bisa mengadakan perlombaan menulis bagi guru di lingkungannya. Gerakan organisasi luar contohnya LSM dan organisasi Non Pemerintah mengadakan lomba dan forum penulisan.

Gerakan Media  adalah gerakan dengan pendampingan dan penerbitan hasil tulisan guru. Pendampingan ini salah satunya mengadakan workshop dan perlatihan penulisan. Setelah mengadakan workshop dan pelatihan perlu adanya rubrik khusus guru yang menjadikan ruang belajar menulis untuk guru.

Pembentukan Forum Menulis

Gerakan-gerakan di atas bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan lebih baiknya membentuk forum menulis untuk guru. Dengan membentuk forum menulis ini akan bermunculan penulis-penulis dari guru. Dengan forum ini terlahir ide-ide baru pendidikan dalam bentuk tulisan. Seperti contoh yang dilakukan Forum Lingkar Pena yang melahirkan penulis cerpen dan novel baru.

Forum menulis guru ini bisa dimulai dengan membedah buku ataupun tulisan orang lain. Dengan membedah buku atau tulisan orang lain ini memungkinkan guru untuk selalu membaca. Dengan membaca akan terlahir tulisan-tulisan baru dan wacana-wacana baru yang di kenalkan oleh Hernowo dengan mengikat makna. Di samping membedah buku guru-guru sudah bisa memulai untuk menilai  buku dalam bentuk tulisan yang berupa resensi.

Forum menulis guru bisa menjadi jembatan untuk informasi tentang tulis menulis. Di mulai dari teknik menulis artikel, artikel ilmiah, issei, cerpen dan sebagainya. Di samping itu informasi tentang perlombaan dan tulisan wacana baru bisa di dapatkan.

Bila gerakan menulis yang dilakukan secara perseorangan, organisasi/institusi dan media bisa sejalan. Forum menulis guru sebagi wadah lahirnya penulis-penulis guru baru yang melahirkan ide-ide pendidikan. Maka tidak mungkin guru-guru kita akan banyak menjadi penulis yang menuliskan apa saja yang perlu di tulis. Sehingga menulis bagi guru itu tidak hanya penting tetapi menjadi kebutuhan.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar