4

FORMI ROHIS, Pembelajaran Menyenangkan di Luar Kelas (+2)

Pendidik Menulis ○ Abdul Muis May 13, 2015
FORMI (10/05)

FORMI (10/05)

Agenda rutin dan bagian dari program kerja REMAS (Remaja Masjid, yang dalam kedinasan dan sturktur tata kelola organisasi sekolah disebut dengan ROHIS) adalah FORMI. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan, biasanya pada minggu pertama. Peserta dalam kegiatan FORMI ini adalah seluruh peserta didik yang tergabung dalam ROHIS.

FORMI adalah singkatan dari Forum Silaturrahmi, disebut forum karena kegiatan ini menyuguhkan agenda rembug, dalam FORMI terdapat beberapa rangkaian mata acara yang rutin dilaksanakan. Disebut silaturrahmi karena kegiatan ini menjadi tempat bertemunya anggota ROHIS, pengurus, alumni dan Pembina. Dalam kegiatan FORMI beberapa agenda yang ritun dilaksanakan dan bagian dari rangkaian kegiatan ini adalah ngaji bareng, kultum, tausyiyah, doa bersama dan urun rembug.

FORMI (2014)

FORMI (2014)

Rangkaian acara dalam FORMI diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan ngaji bareng, kegiatan ini biasanya dipimpin oleh seroang peserta didik yang ditunjuk dan terjadwal setiap bulannya, mereka yang memimpin ngaji bareng adalah peserta didik laki-laki. Adapun surat yang dibaca pada ngaji bareng ini adalah surat yasin dan beberapa surat pendek lainnnya. Tujuan dari ngaji ini adalah untuk membentuk karakter religious peserta didik khususnya anggota ROHIS, mengingat perkembangan zaman dan pesatnya pertumbuhan teknologi, maka perlu kiranya peserta didik mendapat pagar diri agar setidaknya terhindar dari perilaku menyimpang.

Rangkaian acara berikutnya adalah kultum atau Kuliah Tujuh Menit. Dalam kultum ini disampaikan materi-materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Kultum ini disampaikan oleh seorang peserta didik, baik laki-laki mapun perempuan yang telah terlebih dulu ditunjuk untuk menyiapkan materi pada setiap kegiatan FORMI, biasanya dalam kultum, setiap peserta didik yang mendapat giliran untuk menyampaikan kultum, membawa catatan kecil ksebagai refrensi materi yang akan disampaikan. Salah satu tujuan dari kultum ini adalah melatih peserta didik untuk kreatif, jujur, berani berbicara didepan orang banyak serta disiplin dan dapat menjadi tauladan bagi peserta didik yang lain, khususnya mereka yang tergabung dalam ROHIS.

Setelah kegiatan kultum selesai, rangkaian acara berikutnya dalam FORMI adalah tausyiyah atau dalam bahasa Indonesia berarti penyampaian wasiat. Tausyiyah ini disampaikan oleh Pembina, guru atau pendamping yang diundang dan hadir pada kegiatan FORMI, materi dalam tausyiyah biasanya berisi masukan terhadap isi kultum yang disampaikan oleh peserta didik, saran yang sifatnya membangun, serta juga terkait dengan beberapa informasi penting yang terkadang berkaitan dengan pembelejaran di sekolah.

Melalui kegiatan FORMI ini peserta didik mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman, dengan FORMI peserta didik menjadi lebih mampu mengendalikan diri, cakap dalam bergaul serta bijak dalam mengambil setiap keputusan. Bukan hanya silaturrhami dan manfaatnya saja yang didapat oleh peserta didik, namun tumbuhnya rasa kekeluargaan dan perasaan saling menjaga antara sesama, menjadi benih dan tabungan masa depan yang kelak akan mengantarkan peserta didik kepada gerbang kesuksesan.

Kegiatan FORMI kemudian diakhiri dengan doa bersama yang juga dipimpin oleh seorang peserta didik yang telah ditunjuk sebelumnya. Pada akhir kegiatan, biasanya diadakan sesi Tanya jawab terkait dengan program kerja, agenda terdekat yang akan dilaksanakan dan bahkan sampai pada penyusunan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan oleh ROHIS. Sekali lagi banyak sekali hikmah yang diperoleh peserta didik pada FORMI ini, solidaritas khususnya antar sesama anggota ROHIS tumbuh dan berkembang dengan baik, program kerja yang tersusun pun dapat terlaksana dengan baik.

Secara keseluruhan, melalui FORMI yang berlangsung di luar kelas, pesrta didik dilatih untuk bersikap jujur, dilatih bagaimana ketika kelak ia terjun di masyarakat dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri, bahkan seluruh naggota ROHIS melalui FORMI ini pun dilatih da diajarkan bagaimana ia ketika akan mengambil keputusan, mempertahankan pendapat dengan arif dan memutuskan sesuatu yang pelik dengan bijak, maka tak heran jika sebagian besar dan bahkan seluruh anggota ROHIS berprestasi dikelas masing-masing.

Pengalaman berharga dan menyenangkan ini rasanya sayang sekali untuk hanya sekedar dijadikan cerita belaka, maka sepatutnya untuk disebarluaskan dan dituangkan dalam tulisan untuk kemudian menjadi konsumsi banyak orang khususnya guru, sebagai bagian dari garda terdepan pebdidikan. Bravo Pendidikan Indonesia.

Baner-Guraru2

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Tagged with: , ,

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar