8

Fenomena Ngopi (0)

Supadilah S.Si December 6, 2020

Kopi telah melintasi umur, gender, profesi, dan strata masyarakat. Tua atau muda suka ngopi. Laki-laki atau perempuan biasa ngopi. Petani, sopir, guru, pengusaha, pejabat, dan lainnya gemar ngopi. Miskin atau kaya juga pecinta ngopi.

Saat ini ngopi bukan hanya sekadar sebuah kegiatan minum, tetapi menjadi sebuah gaya hidup. Bentuk ngopi pun beragam. Tak hanya di rumah atau saat bertamu, tapi di kafe, kedai kopi, jalanan, kantor, atau tempat rapat.
Ngopi telah menjadi budaya secara turun temurun. Sejak dulu hingga sekarang, dan kopi menjadi legenda dalam perjalanan sejarah manusia.


Ngopi pun menjadi sebuah kegiatan untuk silaturahmi, bisnis, aktivitas organisasi, dan agenda kemanusiaan.  Bagaimana dengan Anda, apakah suka ngopi juga?


Mengenal Kopi
Apa itu kopi? Menurut Wikipedia, kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi memang telah mendunia. Bahkan sudah lebih dari 50 negara yang membudayakan kopi, termasuk Indonesia.


Secara umum terdapat dua varietas kopi yaitu kopi arabika (coffea arabica) dan kopi robusta (coffea robusta). Apapun jenis kopinya, tidak mengurangi kenikmatan ngopi.
Kita mengenal jenis biji kopi secara umum yaitu kopi arabika (coffea arabica) dan kopi robusta (coffea robusta). Masing-masing punya kelebihannya sendiri. Kalau Anda, pilih yang mana?

Kopi, Si Hitam Yang Banyak Manfaatnya

Sebagai bagian dari kehidupan kita, kopi banyak manfaatnya. Secara etimologi atau asal kata, kopi berasal dari kata qahwah yang berarti kekuatan.
Wah, cocok sekali ya dengan asal katanya. Benar, kopi bisa memberikan kekuatan bagi yang meminumnya. Mengonsumsi kopi dapat membuat kesehatan terjaga. Juga dapat meningkatkan konsentrasi.
Kandungan kafein yang terdapat pada kopi diyakini bisa menurunkan risiko terkena kanker. Jadi, nggak betul tuh anggapan bahwa ngopi bisa menimbulkan kanker. Justru kebalikannya. Dengan minum kopi kita akan sehat. 

Sementara itu, secara spesifik, ngopi bareng banyak manfaatnya. Maka, jangan sungkan untuk ngopi bareng. Setelah wabah Covid-19 berakhir, kayaknya kudu nih kita perbanyak ngopi bareng. Berikut manfaatnya. 

Tanpa Kopi, Diriku Tak Berarti

Tidak berlebihan jika ada ungkapan tanpa kopi diriku tak berarti. Sebab, dalam keseharian kita hampir tidak lepas dari kopi. Apapun profesinya. Begitupun dengan saya.


Biasanya saat akan masuk mengajar ke kelas saya menyempatkan diri ngopi. Kalau tidak ngopi di rumah, saya sempatkan ngopi di kantor. Dan, efeknya terasa. Mata saya lebih awas menatapi para siswa di kelas, konsentrasi terjaga, dan stamina meningkat sehingga saya mengajar dengan lebih powerfull pula.

Tapi saat Pandemi begini, tentu ngopi di kelas tidak bisa lagi dilakukan. Sebagai ganti, karena Pembelajaran Daring, ngopi dilakukan sebelum atau mengajar daring di rumah.

Efeknya pun sangat terasa. Bisa sebagai pengusir ngantuk. mau ngajar kudu fit semangat, dan nggak boleh ngantuk. Itu caraku buat ngusir kantuk. nah, bapak itu gimana cara ngusir kantuk? Mari berbagi

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (8)

  1. Ngopi memang sudah lebih merakyat dari pada belajar online, bahkan beberapa murid saya tidak pernah mengerjakan tugas malah ketemu di warung kopi. Duh duh duuuh..

    Monggo pak, sepupu saya jualan kopi robusta. Kalo minat inbox ya pak? Hihii

    Semangat Guraru, Guraru pecinta kopi 😍

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar