0

Faktor apa yang ingin Anda perbaiki dalam sistem pendidikan Indonesia? (0)

Ega Bekti October 22, 2020

Disclaimer: Ini hanya opini saja, dan uniknya jawaban dari pernyataan ini diungkapkan oleh seorang Siswa di salah satu SMA kota Bandung, saya rangkum menjadi lebih singkat. Mau tahu apa katanya? Yuk simak ocehannya :D.


Izinkan saya menjawab pertanyaan ini sebagai siswa.

Ada banyak alasan yang ingin saya perbaiki dalam sistem pendidikan Indonesia:

Jenis pembelajaran apa yang telah dipelajari dan berapa jumlahnya

Terus terang, di sekolah saya ada sekitar tiga mata pelajaran yang menurut saya tidak relevan, yaitu seni budaya, kerajinan, dan bahasa Jepang. Bukankah itu bermakna? Ya, itu penting, tetapi saya belum begitu menikmati belajar. Saya percaya bahwa mengetahui sesuatu berasal dari tujuan hati.

Tidak ada batasan untuk mengetahui apapun jika tujuan hati ada di sana. Sesuaikan jumlah jam pembelajaran, lalu. Pukul 07.40 saya mulai belajar dan selesai pukul 15.00. Belajar lama seharusnya bisa mengakses otak, tapi, ya, jumlah jam penelitian sama dengan jumlah waktu yang hilang.

Manajemen Waktu dan Pelajaran yang Tepat

Dalam hal ini, contoh yang baik adalah matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Pelajaran Olah Raga menurut saya bisa diterima jika dilakukan secara serentak di pagi hari, bukan dengan membagi kelas sehingga salah satu kelas adalah senam siang. Sangat membosankan dan tidak semangat saat mengajar di sore hari untuk pelajaran yang saya sebutkan tadi. Guru bahasa Inggris saya pernah berkata, “Ini sudah siang, jangan membuatku emosional,” pada saat itu saat kelas Rabu sore.

Memilih Pelajaran Wajib yang Disukai

Pembelajaran di kota-kota besar di Indonesia perlu berbeda dengan kota-kota di provinsi.

Saya membuatnya seperti ini, misalnya:

Mapel Wajib:

  • Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Tentang Matematika
  • PJOK
  • Studi Masalah Sosial

(Pilih Satu) Mapel Pilihan:

  • Bahasa Asing: Jerman, Mandarin, Jepang, Spanyol, Prancis
  • Budaya: Seni Rupa, Musik, Tari, Seni Pertunjukan

(Pilih Dua) ​​Peminatan:

  • Alam: Ilmu Biologi, Kimia, Fisika, Bumi dan Luar Angkasa
  • Sosial: geografi, sosiologi, ekonomi, sejarah dunia, sejarah Indonesia
  • Bahasa: Linguistik, Antropologi, Pertumbuhan Sastra

Silahkan belajar sendiri untuk belajar pendidikan agama dan kembali ke diri sendiri. Saya mencopotnya untuk pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena mengandung unsur propaganda dan salah satu alasan menutup mata orang Indonesia terhadap dunia asing. Di sisi lain, dalam mempelajari ilmu sosial, saya memasukkan unsur-unsur tentang pilihan kewarganegaraan, visa, dll.

Pembelajaran adalah pembelajaran di mana kita dapat melihat orang sebagai bagian dari komunitas. Studi Isu Sosial Di sana, kita harus mempertimbangkan apa itu media sosial dan apa implikasinya, apa itu revolusi feminis, apa itu sekularisme, apa itu ateisme dan agnostisisme, pandangan LGBT dan lain-lain. Ini melibatkan diskusi, diskusi, dan hal-hal yang diprediksi tentang manusia di abad ke-21.

Dalam ulasan peminatan, saya mengurutkan sejarah Indonesia bagi orang-orang yang ingin belajar (saya akui sejarah Indonesia lebih sulit dari sejarah dunia).

Ini adalah beberapa hal tidak realistis yang saya harapkan terjadi. Ini mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama, tetapi saya berharap beberapa perbaikan besar akan dilakukan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar