15

Enggan Jadi Guru (Refleksi Akhir Tahun) (+2)

Mister Nuel December 31, 2013

“Tidak mau!” Kataku menjawab pertanyaan Ibu untuk kuliah keguruan di Satya Wacana. Saya tidak mau jadi guru. Masak sekeluarga guru semua. Ibu guru SD, Bapak ngajar bahasa inggris di hotel-hotel dan di dinas pendidikan, kakak jadi dosen bahasa inggris. Tidak seru dong kalau saya jadi guru juga.

Dan kuliahlah saya di Universitas Jenderal Soedirman fakultas peternakan jurusan nutrisi makanan ternak. Bukan apa-apa, saya cuma pengin kaya, kalau jadi guru sepertinya susah untuk bisa kaya?

Contohlah tetangga sebelah rumah yang bekerja di peternakan. Berangkat jam 9 pulang jam 11 berangkat lagi jam 3. Orangnya kaya lagi. “Enak sekali” pikir saya. Dengan pemikiran dangkal seperti itu saya menghabiskan lima setengah tahun umur saya di Purwokerto.

Sekarang dua belas tahun setelah saya lulus SMA, saya jadi guru, guru TK lagi.

Melihat kebelakang, menarik benang merah, dan terlihat lah gambaran perencanaan-Nya yang luar biasa.

Di purwokerto saya belajar menjadi mandiri, dari seorang anak mami yang biasa tidur di kasur empuk menjadi anak pecinta alam yang bisa tidur di pinggir sawah beralaskan matras dan tanah yang miring.

Dari Purwokerto saya dipetemukan dengan seorang “role model” di Cikarang bekasi. Dari Beliau saya belajar bagaimana seharusnya seorang laki-laki memperlakukan keluarganya.

Di sini juga saya menemukan pencerahan, saat pelatih karir yang bekerja bersama kami menjelasakan bahwa perencanaan karir adalah perencanaan hidup. Bukan tentang menjadi apa, tetapi tentang menjadi siapa.

Dan berangkatlah saya untuk sekolah lagi di Manajemen Pendidikan. Memenuhi panggilan hati untuk bisa membantu anak-anak dan keluarga yang kurang mampu. Daan. Kali ini kuliah di Satya Wacana. Tempat yang dulu saya tidak mau berkuliah disana.

Di sini saya semakin diasah dengan percakapan bersama Prof Loeby yang sangat bijaksana dan penuh pertimbangan. Ditempa oleh ketajaman analisis Prof Supramono. Hasilnya, saya lulus setelah tiga tahun, sementara teman – teman saya cuma butuh dua sampai dua setengah tahun.

Saya bukan orang yang pintar kan. Tapi saya selalu punya alasan yang bagus untuk waktu lulus yang lama ini. Saya selalu bilang, itu karena saya juga belajar banyak hal selama kuliah. Ya hipnosis, ya pluralisme, ya NLP. Biasanya saya juga menyebutkan tentang beasiswa senilai lima belas juta untuk belajar NLP bersama pak Hingdranata Nikolay dari Inspirasi Indonesia (yang kemarin membantu mental pemail u23 PSSI). Alasan yang cukup bagus untuk menenangkan diri sendiri yang gundah karena tidak lulus-lulus.

Setahun sebelum lulus, sesuai rencana, saya akan magang di semua unit pendidikan,mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Semua kontak sudah dimiliki, kepala TK ada, kepala SD kenal, kepala SMP ada, kepala SMA tinggal sms, seorang dosen malah sudah meminta untuk menjadi asisten, menggantikan beliau karena kesibukkannya. Tapi tidak, tetap pada rencana.

Ideal bukan? Sangat ideal, tiga bulan di tiap unit, hanya butuh lima belas bulan dan semua pengalaman itu akan didapatkan.

Tapi realisasi memang lebih sulit daripada merencanakan. Baru di TK, ee bablas sampai setahun, bahkan tambah satu semester lagi jadi satu setengah tahun.

Anak-anak memang sangat menyenangkan. Matanya yang polos dan selalu penuh semangat menyapa, “Mr Nuel!” dan hup,,,pelukannya itu lo. Saya terlena dan tidak mau bangun dengan semua kehangatan yang diberikan anak-anak TK.

Rainbow's CHilldren
Hidup terus berjalan, kadang rencana kita tidak berhasil seperti yang kita inginnkan. Tapi tetap percaya,,

rencana-Nya pasti berhasil.

Selamat pagi rekan guraru semua. Selamat menikmati akhir hari, akhir tahun 2013.

Salam hangat.

Denpasa, 31 Desember 2013

Mr Nuel
Guru TK

Comments (15)

  1. Alhamdulillah, akhirnya menjadi guru juga. Hehehe saya selalu setia mengikuti postingannya, selalu ingin membacanya. Rasanya sesuatu banget. Ternyata sejarahnya seperti itu. Tulisannya bagus, ayo terus menulis, ikutlah TWC 4, senang sekali lho. Terima kasih sharingnya, salam perjuangan. Saya vote pak, sip deh, mantap. +1.

  2. @ Bu Siti: Iya Ibu, kepuasan bathin. Tapi sebagai laki-laki saya juga harus bisa memenuhi kebutuhan keluarga Bu, jadi saya juga sedang belajar cari uang lewat internet.
    Clickbank dan e-book.

    Mungkin ada rekan guru yang juga melakukann hal yang sama?

    Mr Nuel
    Guru TK

  3. Hahhaha Mr. Nuel, Guru TK. 3 tahun ya baru lulus? kalau saya 7 tahun pak untuk menyelesaikan S1 lebih parah kan? sebelum jadi guru, sy juga seorang pengelana, jadi pedagang asongan, kerja bangunan, kerja toko di tanah abang, kerja pabrik, nyales, kuli angkut di tanah abang wah banyak deh, seru.

    hidup memang perjalanan……

  4. @Pak Muhammad: Penasaran ya? yang pasti seru Pak. Waktu itu pesertanya lengkap ada yang pak Haji sampai penatua gereja. Semuanya bermain dengan manual otak. Serunya lagi saat sesi hipnosis bersama Pak Antonius Arif. Itu karyawan hotel JW Marriot tidak ada yang berani memasuki ruangan kami. Takut dihipnosis. Saat teman kami mencari relawan, langsung pada kabur.
    Mereka tertipu dengan hipnosis panggung ala Uya Kuya.

    Salam Hangat

    Mr Nuel
    Guru TK

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar