8

Edukasi Tentang Korupsi (0)

Supadilah S.Si December 7, 2020

Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, dan menyogok. Kata tersebut kemudian menurunkan istilah corruption, corrups (Inggris), corruption (Perancis), corruptie, korruptie (Belanda), dan juga korupsi (Indonesia).

Secara pengertian korupsi berarti sebuah tindakan oleh pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Dalam arti yang luas, korupsi diartikan sebagai sebuah penyalahgunaan jabatan resmi oleh pejabat publik untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintahan di seluruh dunia ini memang sangat rentan korupsi dalam praktiknya.

korupsi bisa juga diartikan sebagai sebuah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan.

Pengertian Korupsi Menurut UU No 20 Tahun 2001

Pengertian korupsi menurut UU No. 20 Tahun 2001 adalah sebuah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau perekonomian negara.

Pengertian Korupsi Menurut KBBI

Pengertian korupsi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah sebuah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Bentuk-bentuk Korupsi

Dalam Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi, definisi korupsi secara gamblang telah dijelaskan dalam 13 buah Pasal dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, korupsi dirumuskan ke dalam tiga puluh bentuk/jenis tindak pidana korupsi. Pasal-pasal tersebut menerangkan secara terperinci mengenai perbuatan yang bisa dikenakan pidana penjara karena korupsi.

30 bentuk itu bisa digolongkan menjadi

  1. Kerugian keuangan negara
  2. Suap-menyuap
  3. Penggelapan dalam jabatan:
  4. Pemerasan
  5. Perbuatan curang
  6. Benturan kepentingan dalam pengadaan:
  7. Gratifikasi

Selain definisi tindak pidana korupsi yang sudah dijelaskan di atas, masih ada tindak pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Jenis tindak pidana lain itu tertuang pada Pasal 21, 22, 23, dan 24 Bab III UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Jenis tindak pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi terdiri atas:

1. Merintangi proses pemeriksaan perkara korupsi: – Pasal 21

2. Tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar:- Pasal 22 jo. Pasal 28 3.Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka:- Pasal 22 jo. Pasal 29

4. Saksi atau ahli yang tidak memberi keterangan atau memberi keterangan palsu:- Pasal 22 jo. Pasal 35

5.Orang yang memegang rahasia jabatan tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan palsu:- Pasal 22 jo. Pasal 36

6. Saksi yang membuka identitas pelapor: – Pasal 24 jo. Pasal 31

Hukuman untuk Koruptor

Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 :(1) , dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahundan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00(dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Banyak ternyata jenis-jenis tindak korupsi ini. Semoga kita berhati-hati dan terhindar dari korupsi. Aamiin

sumber tulisan: www.kpk.go.id

Tagged with: , , ,

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (8)

  1. Artikelnya lagi booming dipemberitaan yang viral saat ini. Namun, apalah daya saya hanya guru biasa denga jiwa yang luar biasa hehehe
    Untuk hal korupsi tingkat dewa, hanya bisa berdoa semoga dia segera mendapat hidayahNya..

    Ah sungguh terlalu wahai para tikus berbahaya

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar