0

“ECOPRINT” Teknik Alami dan Ramah Lingkungan (0)

WAHIDYAH NUR IKHSANI April 8, 2021

Membuat sebuah pola atau motif pada sebuah produk seringkali menggunakan bahan kimia yang berbahaya serta menimbulkan pencemaran lingkungan. Kata eco berasal dari kata ekosistem (alam), sedangkan print adalah pengertian dari mencetak, jadi ecoprint bisa diartikan sebagai teknik memberi pola atau mencetak pada bahan atau kain menggunakan bahan alami (daun, bunga, batang, kulit, dll). Ecoprint merupakan suatu proses mentransfer bentuk dan warna pada permukaan kain (Maharani, 2018:15). Ecoprint merupakan sebuah metode yang dapat mengimplikasikan bentuk dan warna tumbuhan secara langsung pada kain. Teknik ecoprint dapat dilakukan dengan beberapa teknik, seperti teknik merebus (boiling), teknik mengkukus (steaming), dan teknik pukul (pounding). Teknik-teknik tersebut dapat dilakukan di baik di laboratorium maupun dapur rumah dengan peralatan yang sederhana. Seluruh proses penelitian ecoprint dianggap unggul dalam bidang ramah lingkungan, maka teknik ecoprint semakin populer tidak hanya di kalangan tata busana, namun juga di kalangan umum seperti seniman, pengrajin homemade handcraft, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan alat dan cara yang tepat teknik ecoprint bisa dilakukan oleh siapa saja. Teknik ecoprint yang dipilih untuk praktek kali ini adalah teknik ecoprint pouding, yaitu teknik membuat ecoprint dengan cara dipukul-pukul.

Teknik ecoprint yang dipilih untuk praktek kali ini adalah teknik ecoprint pouding, yaitu teknik membuat ecoprint dengan cara dipukul-pukul, berikut alat dan bahannya :

  • Kain
  • Plastik bening
  • Palu
  • Gunting
  • Daun pepaya dan daun jati
  • Alas untuk memukul (kayu/keramik, dll)

Berikut langkah-langkah pembuatan ecoprint teknik pounding :

  1. Siapkan alas untuk memukul daun
  2. Taruh daun pepaya diatasnya
  3. Kemudian taruh kain diatas daun, untuk posisi daun pepaya diletakkan pada bagian pojok-pojok kain.

4.  Kemudian setelah lapisan daun dan kain sudah siap, dibagian atas kain diletakkan plastic bening agar ketika daun dipukul tidak mengotori kain.

5. Selanjutnya daun dipukul-pukul hingga warna daun muncul pada bagian kain. Bagian daun dipukul semua. Dipukul secara merata daunnya sampai getah daunnya terserap dan membentuk daun atau bunga di atas kain, semakin sering dipukul maka warna akan semakin baik

6. Setelah warna daun menempel pada kain, tarik daun dari kain.

7. Lakukan berulang kegiatan diatas sesuai motif yang diinginkan.

8. Setelah motif yang dinginkan selesai dibuat, kemudian jemur kain diatas sinar matahari.

9. Kain dijemur agar warna menempel sempurna pada kain.

10. Setelah dipastikan benar-benar menyerap, maka bilas kain dengan air yang sudah  diberi tawas lalu dijemur tanpa diperas.

11. Setelah kering, kain direndam kembali dengan air tawas untuk melakukan fiksasi selama 1 jam lalu dijemur agar warna daun tidak luntur saat dicuci.

12. Proses pembuatan ecoprint teknik pouding selesai.

Teknik sederhana, ramah lingkungan, dapat dilakukan dimana saja serta alat dan bahan yang mudah ditemui menjadikan ecoprint sebuah pilihan yang tepat untuk membuat sebuah motif yang unik dan ekslusif, karena motif yang dihasilkan tidak mungkin sama dengan motif yang lainnya. Ecoprint menjadi sebuah pilihan untuk industri tekstil sebagai solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar