16

Dua Sosok Perempuan Yang berharga Dalam Kehidupanku (+3)

Iwan Sumantri September 3, 2013

Keluarga Kecil Ku

Berbicara perempuan, pasti banyak hal yang bisa kita uraikan dari berbagai sisi, seperti yang di uraikan oleh admin kompasiana, mengulas dunia perempuan memang tak pernah membosankan. Sejak isu kesetaraan mulai diperjuangkan, kehidupan perempuan telah mengalami berbagai kemajuan. Sekarang, perempuan bisa bekerja di berbagai ruang kehidupan. Buah karya perempuan telah ramai mengisi keseharian kita. Perempuan adalah mahluk yang tak dapat didefinisikan secara konkrit, banyak hal dan penilaian tentang perempuan tergantung dari sisi mana kita mendefinisikannya.

Berikut saya akan mengulas tentang sosok perempuan dari keseharian hidup yang saya jalani sekarang ini. Saya terlahir dari keluarga yang kurang harmonis, 45 tahun yang lalu. Kedua orang tuaku sudah bercerai sejak saya usia 2 tahun. Sejak usia itulah saya di rawat dan menjalani hidup dengan kakek dan uwa perempuan sampai dengan sekarang. Di Usia 17 tahunlah saya baru mengetahui dengan dekat sosok seorang ibu kandung. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari perjalanan hidup tanpa orang tua kandung. Pelajaran yang berharga dalam hidup tanpa sosok seorang perempuan yang telah melahirkan kita.Ya…seorang ibu yang kasih sayangnya setulus hati, tanpa mngenal lelah, dan selalu mendekap kita di kala kita haus dan lapar. Itu semuanya tak dapat saya rakasan. Yang ada hanyalah kasih sayang orang tua angkat yang secara kemanusian rasa kasih sayangnya berbeda dengan orang tua kandung sendiri.

Hari demi hari kehidupan mengalir seperti air, tepat hari Sabtu, tanggal 14 Agustus 1994 saya menikah dengan sosok perempuan yang sampai dengan sekarang setia mendampingi ku. Dari sosok perempuan inilah saya mengenal wanita. Dua anak sudah saya di karunia bersamanya. Satu perempuan dan satu lagi anak laki-laki. Dari hidup dan keseharian inilah saya bisa belajar memaknai sosok seorang perempuan. Yah…dua sosok perempuan yang berharga dalam kehidupanku, yaitu Yani Sumanti sang isteriku, yang telah setia dan mengabdi selama 18 tahun dan putriku Krani Pratiwi yang sudah memasuki usia 18 tahun pada tanggal 3 Juni 2013 yang lalu dan baru masuk perguruan tinggi UPI 2013 jurusan Psikologi.

Pelajaran hidup apa yang saya dapatkan dari mereka?

1. Dari Sang Isteri:

    • Rasa benci dan marah kepada orangtuaku yang sudah melahirkan karena tidak merawatku bisa luluh dan hilang , sejak isteriku melahirkan dan saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Bagimana perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya. Benar-benar perjuangan dan usaha dalam mempertaruhkan nyawanya. Tak ada perjuangan yang bisa mengalahkan usaha dan upaya sang ibu melahirkan anaknya. Disinilah tumbuh dan menyadarkan saya untuk berbakti kepada kedua orang tua kandungku. Tak akan ada saya, jika ibuku tak melahirkanku.

 

    • Hati seorang perempuan penuh dengan kasih sayang yang tulus. Hanya keadaan dan lingkungan serta keterpaksaan yang bisa merubahnya.
    • Kecantikan Perempuan tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kemuliaan akhlak dan perilakunya.
    • Jangan menyalahkan perasaan istri Anda karena perasaannya yang terbaik ialah ketika ia menerima anda sebagai suaminya.
    • Perempuan adalah bintang dan pelita bagi lelaki. Tanpa pelita, lelaki akan bermalam dalam kegelapan
    • Pudarlah kebahagiaan seorang Perempuan jika ia tidak mampu menjadikan suaminya teman yang termulia
    • Tidak mungkin seorang lelaki hidup bahagia tanpa didampingi oleh istri yang mulia.
    • Perempuan hidup untuk berbahagia dengan cinta, sementara lelaki mencintai untuk hidup berbahagia.
    • Kebijaksanaan Perempuan terletak di dalam hatinya.
    • Perempuan tidak diciptakan untuk dikagumi semua lelaki tetapi sebagai sumber kebahagiaan seorang suami.
  • Dan Perempuan adalah salah satu ciptaan mahluk Tuhan yang agung karena perempuan melahirkan sebuah sebutan panggilan “Ibu”

Untuk mengingatkan kita tentang sosok ” IBU” saya mencoba berbagi Video ini :

VIDEONYA BISA DILIHAT DISINI

(Sumber:Youtube.com)

2. Dari Sang Putriku

  • Bagaimana rasanya jadi orang tua dari seorang anak perempuan. Ibarat kita memiliki dan memegang telur yang kuningnya. Perempuan adalah mutiara yang terindah yang dimiliki orang tua
  • Kasih sayang seorang anak perempuan terhadap orang tuanya penuh dengan rasa ke- ibuan
  • Rasa sayang pada ibu kandung tumbuh dengan sendirinya, manakala kita melihat dan merasakan sendiri bagaimana perjuangan melahirkan putriku oleh sang isteri. Benar-benar pembelajaran hidup berharga yang di rasakan dari sosok anak perempuan dalam keseharian hidup.

Demikian secuil cerita dan pandangan saya tentang perempuan yang ada dalam keseharian yang telah menghiasi kehidupan keluargaku. Apapun yang tersampaikan yang pasti menurut saya, Perempuan ada untuk melengkapi yang tak ada pada lelaki mulai dari perasaan, emosional, lemahlembut, pengertian, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan dan semua hal-hal yang kadang dianggap sepele oleh kaum lelaki.

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk lelaki, karena perempuan adalah bagian dari lelaki, apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidup lelaki. karena engkau dan dia adalah satu, dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Terimakasih buat Ibu, Isteriku, Putriku serta keluargaku semuanya!

Salam Penuh Persahabatan dari ONE SM

Tagged with:

Comments (16)

  1. Yap…Pak One SM, saya jadi teringat dgn bahasan “Sepasang Bidadari” sebuah istilah yang dimunculkan seorang motivator hebat Ippho Santosa di buku 7 Keajaiban Rejeki, dimana sepasang bidadari tsb lah menjadi salah satu penentu dari 7 pilar yang akan menentukan jalan rezeki di hadapan hidup kita. Sungguh, tak ada yang lebih barokah dan menggugah semangat selain doa khusyu yang dilantunkan oleh ibunda dan istri tercinta (teriring doa buat ibunda saya yang wafat setahun yang lalu…).Lantunan doa ibu agar sang anak yang dibanggakan bisa menjemput rezeki yang halal dan berfaedah bagi keluarga. Lantunan doa dari istri tercinta untuk keberkahan hidup Ayah demi masa depan anak-anak tercinta. Dan puteri kita adalah salah satu aset terbesar kita di kehidupan ini.

    Terima kasih atas artikel yang mengharukan ini! 🙂

    taufikibrahim.wordpress.com

  2. @Pak Taufik O I : makasih atas apresiasinya…terlahir dari keluarga sederhana..saya bersyukur bisa seperti ini Pak….dua orang itu lah yang selalu menjadi semangat dan inspirasiku dalam menjalani hudup ini…karena mereka saya jadi INGAT akan sosok IBU…makasih Pak !

  3. Tulisan yang membuat pembaca menelansa ke masa lalu. Semoga pengalaman Pak Iwan Sumantri ini memberi inspirasi kepada rekan guraru di manapun berada. Perempuan alias wanita memang tidak akan pernah bisa kita lepaskan dari diri kita. Tanpa mereka kita tidak akan pernah ada. Ok, salam sukses selalu.

  4. Amin ya Ra.., Istri dan anak adalah bagian dari kehidupan kita yang harus kita cintai, hargai, lindungi dan sayangi. Banyak motivasi dan pengalaman berharga yang bisa diperoleh dari keduanya. Seorang istri yang solehah dan anak yang berbakti kepada orang tuanya.

    Istri menjadi pelipur lara disaat kita duka dan menjadi penyemangat untuk kita.

  5. @Pak M.Rasyid Nur : Terimakasih atas apresiasinya.. Saya setuju dengan pendapat bapak. Perempuan tak akan pernah bisa kita lepaskan dari kehidupan kita. Apalagi sosok Ibu. Semoga Guraru selalu sukses bersama keluarga Kita semuanya !

  6. Perempuan, hehehe bapak tiada kata terlambat untuk mampir di artikel ini. Beberapa saat kubaca dan kurenungkan kalimat-kalimat bapak. Terima kasih, saya jadi teringat pada ibuku dan ibu guru idolaku, serta ketiga putriku. Sebagai perempuan aku memiliki idola dan diidolakan. Setelah membaca artikel bapak, rasanya aku ingin meningkatkan diri untuk berbuat yang terbaik bagi ketiga putriku, ditambah cucu-cucuku. Terima kasih masukannya pak, salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar