2

Dosen Kimia Organik Mestinya Memanfaatkan Web ini (+1)

Urip Rukim October 9, 2012

Membuat sesuatu sering bukanlah pekerjaan mudah, kecuali membuat masalah 🙂 Memanfaatkan sesuatu itu adalah hal mudah, namun sayang banyak yang melewatkan sesuatu yang mudah itu. Kadang orang kebanyakan terlalu nyaman dengan keadaannya saat ini, dan tidak ingin segera mencoba hal baru.

Suatu ketika saya masih saja mendapati seorang dosen pengajar kimia organik di suatu perguruan tinggi yang masih membanggakan diri dengan sesuatu yang ia bisa lakukan, tanpa mau mencoba hal baru yang sebenarnya jauh lebih mudah dilakukan dan jauh lebih mudah untuk dipahami para pembelajar yang ia ajar. Tanya mengapa? Zona nyaman terlalu sulit untuk ia tinggalkan 🙂

Selain menggunakan aplikasi khusus kimia (biasanya disebut komputasi kimia) kalau memang bisa akan jauh lebih bagus karena diri sendiri bisa melakukan customize ini itu. Untuk itupun perlu sedikit memeras tenaga untuk memahami, memeras keringat untuk berlatih, mencoba terus menerus hingga diperoleh refleks dalam penggunaannya. Lalu mengapa tidak memanfaatkan "barang siap saji".

Bahasan kimia organik sering harus ditampilkan secara 3 dimensi. Dosen-dosen "senior" sering memanfaatkan barang nyata untuk menjelaskan apa yang ia ajarkan, so sangat tidak praktis. Andai mereka mau perduli dengan diri sendiri untuk tidak tertinggal dalam pemanfaatkan teknologi semacam internet tentu ia akan mendapat nilai positif, pasti. Yang sering terjadi mereka senang menutup diri, bahkan mengatakan itu hanyalah alat dan tidak mesti memakai itu, what…! Hari gini ada dosen kimia organik bilang gitu?

Atau mereka tidak tahu caranya? Dosen kan mewajibkan mahasiswa kudu rajin belajar, mosok dia enggan belajar, belajar akan hal baru. Ok-lah jika saudara jadi dosen kimia organik atau serumpunnya coba manfaatkan web ChemTube3D, atau saudara mahasiswa kimia organik coba sarankan dosen anda untuk mengeksploitasi web tersebut. Kalau perlu ajari dosen anda untuk menggunakannnya 🙂 (…emang ada dosen yang belum bisa?!)

Meskipun seorang mahasiswa sudah dianggap bisa mandiri dalam memahami hal abstrak, tapi apa salahnya membuat hal abastrak itu bisa "sedikit" real – nyata. Tentu saja ini tidak bisa dijadikan alasan bagi tenaga pengajar di perguruan tinggi untuk tidak menggunakan sesuatu yang ada di web seperti ChemTube3D ini.

ChemTube3D ini kaya akan konten yang berhubungan dengan kimia organik, dan yang menarik adalah tersedianya mekanisme reaksi secara 3D yang selama ini hanya bisa dijelaskan hanya menggunakan papan tulis dan sangat menjemukan. Dengan memanfaatkan web ini dosen-dosen pengajar kimia organik tidak lagi meragukan kalkulasi akan bentuk-bentuk molekul. Semua molekul yang tergambar dengan apik itu sudah melalui proses hitung secara kimia (kimia komputasi). Jadi tidak ada hal yang perlu diragukan. Kalau pun ada yang menurut pembaca, pengguna lain tentunya sudah memberikan ralat atau perbaikan.

Bagusnya lagi deskripsi tentang suatu hal pada tayangan 3D di web ChemTube3D ini diberikan dengan cukup jelas. Bagi mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah kimia organik, dari web ini sangat-sangat membantu dalam memahami penjelasan dari buku teks yang bersifat statis. Bahkan kadang ada juga dosen kimia organik yang seolah dinamis, namun cara mengajarnya "statis" laksana buku-buku kimia organik yang tebalnya seperti batako itu 🙂

Jika dosen-dosen senior itu tidak mau belajar memanfaatkan web semacam ChemTube3D ini, yakinlah dosen-dosen seperti itu selayaknya kembali jadi mahasiswa lagi, agar mau belajar. 🙂 Oleh karena itu mari bapak-ibu saudara dosen pengampu mata kuliah kimia organik, monggo beralih dari pembelajaran statis ke pembelajaran dinamis. Museumkanlah plastik transparan itu, museumkanlah OHP, editlah slide powerpoint yang seolah-olah sudah IT banget namun nyatanya hanya memindahkan teks statis ke layar proyektor, buatlah mahasiswa yang lebih tertarik dan mudah memahami apa yang akan disampaikan. Simpanlah molymod dengan bola lubang warna hitam, putih, biru, hijau, merah dan kuning serta plastik konektornya. Dunia sudah jaman serba IT. Kapan lagi berubah.

Maaf saya hanya seorang guru setingkat sma, jadi hanya bisa nggurui, sedangkan dosen tidak satupun yang bisa ndoseni 🙂 Peace!!!

Salam perubahan,

urip.wordpress.com

Comments (2)

  1. Itu emang menarik pak, namun terkadang ada beberapa pertimbangan mengapa dosen itu memakai bahan langsung untuk menjadi bahan observasi. Tidak semua metode pembelajaran baik dan tepat melalui TIK namun ada juga harus dilakukan secara langsung karena sesuai konten nya. Tapi itu juga bisa jadi referensi

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar