0

Discovery Learning (0)

AfanZulkarnain February 26, 2021

Menurut Bruner (Kemendikbud, 2014: 358) “Discovery Leraning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with subject matter in the final form, but rather is required to organize it him self”. Dasar ide Bruner ialah pendapat Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas.

Menurut Dewey & Piaget sebagaimanan dikutip oleh Sarah (2012: 1-2), “Discovery learning encompasses an instructional model and strategies that focus on active, hands-on learning opportunities for students”. Pembelajaran discovery (temuan) mengacu pada situasi pembelajaran, upaya peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dengan bimbingan yang sangat terbatas atau tanpa bimbingan sama sekali oleh guru. Metode discovery adalah suatu prosedur pembelajaran yang menekankan pada belajar mandiri, memanipulasi obyek, melakukan eksperimen atau penyelidikan secara tim atau kelompok sebelum membuat generalisasi. Metode discovery memberikan kesempatan secara luas kepada peserta didik dalam mencari, menemukan, dan merumuskan konsep-konsep dari materi pembelajaran.

Menurut Bicknell-Holmes and Hoff man,sebagaimanan dikutip oleh Sarah (2012: 1-2), discovery adalah proses mental, dan dalam proses itu individu mengasimilasi konsep dan prinsip-prinsip. Tiga ciri utama belajar menemukan yaitu:

  1. mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan;
  2. berpusat pada peserta didik;
  • kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.

Model pembelajaran discovery learning memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan model pembelajaran discovery learning (Kemendikbud, 2013) adalah sebagai berikut:

  1. membantu peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan- keterampilan dan proses-proses kognitif;
  2. pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer;
  3. menimbulkan rasa senang pada peserta didik, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil;
  4. metode ini memungkinkan peserta didik berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri;
  5. menyebabkan peserta didik mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri;
  6. metode ini dapat membantu peserta didik memperkuat konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya;
  7. berpusat pada peserta didik dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasan. Bahkan guru pun dapat bertindak sebagai peserta didik, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi;
  8. membantu peserta didik menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti;
  9. peserta didik akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik;
  10. mendorong peserta didik berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri;
  11. mendorong peserta didik berpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri;
  12. kemungkinan peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.

Kelemahan penerapan model discovery learning (Kemendikbud, 2013) adalah sebagai berikut:

  1. metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi peserta didik yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi;
  2. metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah peserta didik yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya;
  3. harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan dengan peserta didik dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar lama;
  4. pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian;
  5. tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berpikir yang akan ditemukan oleh peserta didik karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar