4

DILEMA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI (0)

Sumarwati September 25, 2020

Sumarwati Guru Bahasa Indonesia SMPN 8 Pati

Di saat pembelajaran situasi normal, saya tidak sepenuhnya memahami kondisi nyata setiap siswa. Apakah ada masalah di rumah atau keluarganya? Yang saya ketahui anak hadir di sekolah berarti tidak ada kendala dan masalah yang dihadapinya.  Saat para siswa bertemu dengan teman-temannya, tampak seolah  tanpa beban. Canda tawa ceria tampak di wajah-wajah polos mereka. 

Situasi berubah ketika covid 19 melanda Indonesia. Rasa panik menyelimuti semua orang, tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia.

Penyebaran virus corona melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Kerumunan dalam jumlah banyak akan rentan penularan Virus corona. Bagaimana dengan lingkungan sekolah? Tentu akan sangat berbahaya jika masih dilakukan dengan moda tatap muka.

Sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus corona, menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan pembelajaran moda daring. Kebijakan ini disikapi beragam. Guru, siswa, dan orang tua harus dengan cepat menyesuaikan kebijakan baru tersebut agar pembelajaran tetap berjalan.

Sebagai guru saya mengikuti pelatihan pemanfaatan IT untuk menunjang pembelajaran daring. LMS yang saya gunakan adalah google Classroom, google Form, dan WA. Awalnya siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan respon siswa dalam google form yangada di google calsroom dengan persentasi 80% s.d 90%. Tetapi semakin lama semakin menurun. Respon siswa semakin menurun. Rata-rata 40% s.d 50%.

Mengapa respon siswa semakin menurun?

Bagaimana cara meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran daring?

Rasa ingin tahu saya terhadap respon siswa yang semakin menurun dalam pembelajaran ini sangat besar. Ada pengalaman unik yang saya alami dalam pembelajaran kala itu.

Pembelajaran saya mulai pukul 07.30 wib. Ketika jarum jam menunjukkan pukul 08.00 wib. Siswa yang mengisi presensi baru beberapa anak. Kemudian saya mencoba menghubungi beberapa siswa saya dengan video call. Beberapa anak yang saya hubungi ternyata baru bangun tidur. Ada yang memang sudah siap mengikuti pembelajaran lengkap dengan seragam sekolah, ada yang tidak berseragam, ada yang tidak berani memperlihatkan wajahnya karena belum mandi.

Giliran saya menghubungi salah satu siswi, dia sudah siap dengan seragam tetapi agak lama menerima telepon saya. Ketika dia terima telepon saya terdengar suara tangis anak kecil yang sangat keras, berteriak-teriak. Tampak wajah siswi saya yang kebingungan. Lalu saya tanya, siapa yang menangis itu? mengapa dia menangis? Ternyata itu tangisan adiknya yang meminta HP kakaknya yang akan digunakan untuk pembelajaran. Adiknya ingin membuka Youtube.

Di keluarganya hanya memiliki satu HP. Akhirnya saya sarankan untuk dikasihkan adiknya terlebih dahulu sambil dibilangi nanti kakaknya mau pinjam sebentar untuk belajar. Itulah salah satu kendala pembelajaran daring. Perlu kita pikirkan bagaimana jika dalam keluarga itu ada dua anak/ lebih untuk pemengikuti pembelajaran daring?

Harapan saya pandemi ini segera berakhir. Untuk bapak/ ibu guru tetap bersabar menghadapi siswa yang terkendala dalam pembelajaran daring. Para siswa tetap bersemangat mengikuti pembelajaran daring, berusahalah semaksimal mungkin. Jika ada kendala sampaikan kepada bapak/ ibu guru. Tetap semangat, jangan lupa tetap lakukan protokol kesehatan. Semoga kita selalu sehat.

#Writingcompetition

#Newnormalteachingexperience

Comments (4)

  1. Selamat malam, Ibu Sumarwati 🙂
    Terima kasih banyak atas partisipasi Ibu di Guraru Writing Competition 2020.

    Sharing Ibu terkait dengan dilema selama pembelajaran di masa pandemi ini, sangat menginspirasi bagaimana Ibu memberikan semangat, kesabaran dalam menghadapi siswa dan usaha yang maksimal dalam pembelajaran daring dikelas Ibu. Tetap semangat ibu Sumarwati, sehat selalu 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar