10

Dia telah bangkit kembali (+7)

Bu Etna @gurutematik February 25, 2014

Selamat Pagi Guraru. Insya Allah kita semua sehat wal afiat. Alhamdulillah, bahagia rasanya ketika mendengar bahwa perjuangan Gundi mendapat dukungan dari guru BK, guru OR, Kepala Sekolah (KS), dan ibunya. Ehmm … bagaimana tak senang, setelah beberapa saat saya mengalami ketegangan dalam membantu Gundi yang sedang berjuang untuk menjadi anak baik dan rajin. Perjuangannya sempat diragukan oleh beberapa guru. Ya memang sulit bagi Gundi untuk membuang cap super malasnya itu. Namun dia hebat, secara bertahap dia  melakukan peningkatan. Tugas yang menumpuk dari beberapa guru dikerjakannya satu demi satu. Walau dia hampir putus asa, namun setelah memperoleh dukungan kuat, dia bangkit kembali. Alhamdulillah. Berikut ini kisahnya.

Setelah meninggalkan ruang KS, saya ditegur oleh waka Kurikulum.

“Bu Etna selamat ya.”

“Selamat apa bu Tien?”

“Ibu mendapat hadiah dari bu Risma wali kota sebagai guru teraktif Eco School bulan ini.”

“Oh ya, terima kasih banyak bu. Iya kemarin hadiahnya sudah saya terima dan langsung saya serahkan ke Humas. Terima kasih atas perhatian ibu.”

“Wah ibu sedang sibuk membina Gundi ya? Terima kasih bu Etna telah banyak membantu.”

“Bu Tien ada-ada saja, kan sudah tugas kita toh. Bu saya ke ruang guru ya.”

“Oh iya bu Etna, menangkan lomba-lomanya ya bu, biar nama sekolah makin bagus.”

“Hehehe sip deh.”

Segera saya tinggalkan ruang waka yang berada di depan ruang KS. Sebenarnya mau singgah ke TU mengambil gaji, namun waktunya sudah mendesak. Mampir enggak ya? Nanti kalau ditanya lain-lain, tugas bisa tertunda donk. Tidak ah, nanti saja. Hehehe kok pikiran ini ke mana-mana, saya harus segera ke ruang guru. Sesampai di ruang guru, ibu X wali kelas Gundi dan guru BIG mendekatiku.

“Bu Etna tadi dipanggil KS ya? Masalah Gundi? Bagaimana dia?”

“Alhamdulillah Gundi mendapat dukungan guru BK dan guru OR, ibunya juga hadir. Bagaimana menurut ibu?”

“Alhamdulillah, ikut senang bu. Titip Gundi ya bu Etna, saya juga akan dekati dia.”

“Sip bu Etna, saya turut mendukung. Tugas bahasa Inggrisnya bagus. Saya memberi tugas kelas tentang “Anak Malas” dan mereka termasuk Gundi dapat membuat dialog dengan baik.”

“OK bu, terima kasih dukungannya. Iya Insya Allah kita semua dapat mengarahkannya menjadi anak yang baik. Saya mau menyelesaikan tugas Ya bu.”

“oh iya bu Etna.”

Alhamdulillah dukungan untuk Gundi bertambah. Sebaiknya ku sms dia.

“Sayang, istirahat ke ruang ibu ya. Alhamdulillah banyak guru yang mendukungmu. Teruskan perjuanganmu.”

Saya tak berharap Gundi membalas sms sekarang, sebab dia masih mengikuti pelajaran. Eh sms siapa nih yang masuk. Lho Gundi? Dia kan ada pelajaran? Dia telah membaca sms dan langsung membalas.

“Sekarang sedang diskusi kelompok dan saya diperbolehkan membalas sms ibu. OK saya siap berjuang.”

Alhamdulillah, dia sudah berniat untuk bangkit lagi melanjutkan perjuangan. Beberapa saat bel istirahat berbunyi. Gundi datang bersama Amir. Kami berunding dan Amir bersedia mendampingi Gundi untuk berbaikan dengan Dono. Amir juga meminta saya untuk membina Dono seperti membina Gundi. Amir memang luar biasa, kesanggupan dan kemampuannya melebihi apa yang bisa saya lakukan. Terima kasih ya Allah.

Guraru, sungguh hidup ini makin terasa indah ketika kita sangat diperlukan oleh orang lain dan kita dapat melakukannya dengan baik. Pembinaan karakter bangsa memang tak mudah, namun Insya Allah tak sulit. Marilah Guraru kita luangkan waktu untuk dekat dengan anak didik, memberikan perhatian dengan sepenuh hati, mendengarkan dengan sabar apa yang ingin diceritakannya. Insya Allah ketika kita ikhlas melakukannya, badan terasa segar, ringan tanpa beban, senyum dapat menghiasi wajah, ketegangan atau sejenisnya sirna tak berbekas, pegal, pusing, lelah tak pernah terasa. Sehat jasmani rohani. Amin ya rabbal alamin. Berikut link artikel sebelumnya. Terima kasih.

http://guraru.org/guru-berbagi/alhamdulillah-perjuangannya-mendapat-dukungan-guru/

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (10)

  1. Atensi tiada henti thd siswa bermasalah memerlukan tenaga dan terutama pikiran yang besar. Salut buat upaya Bunda Etna! Datangnya kebahagiaan kita selaku guru tidak hanya lewat prestasi akademik namun juga dpt diperoleh manakala melihat kemauan yang terlihat dari siswa kita tsb untuk “hijrah” menjadi lebih baik. 🙂

  2. Amin ya rabbal alamin. Benar pak Taufik, rasa haru kadang membuat airmata menetes karena terlalu bahagia ketika anak didik kita berhasil hijrah menjadi lebih baik. Karakter (akhlak) amat penting, sebab dari sinilah Insya Allah mereka akan berhasil belajar lebih baik untuk mencapai sukses. Setelah hati barulah pembenahan pikiran, sebab hati (perasaan) dibanding pikiran 9 : 1. Iya kan pak? Masih ingatkah waktu bapak merespon artikel saya? Hehehe thx responnya, salam sukses dan sehat selalu.

  3. Inilah kemuliaan tugas guru. Tidak sekedar mengajar dan mendidik tapi juga membimbing. Dan bimbingan terkadang bukan hanya masalah sekolah tapi juga masalah di rumah dan lain-lainnya. Ibu sudah membuktikan dan mencontohkannya. Sukses, Bu.

  4. Amin ya rabbal alamin. Thx pak Rasyid, Insya Allah hal ini dapat dicontoh rekan-rekan guru. Itulah sebabnya saya selalu membuat buku harian khusus bimbingan siswa dan telah saya tunjukkan kepada beberapa teman. Kita harus terus mendapingi bangsa agar layanan bangsa makin bermakna bapak. Salam perjuangan.

  5. Alhamdulillah bu. Ibunda telah memberikan contoh bagaimana mendidik dan membina anak-anak dengan penuh kesabaran dan keuletan. Insyaallah dengan dorongan dan semangat kita untuk terus membina dan mengarahkan anak-anak dapat memberikan perubahan pada anak tersebut ke arah yang lebih baik. Bunda telah membuktikannya. Luar biasa! Saya berikan “VOTE”.

    Salam hormat dan jaga kesehatan bun,

  6. Amin ya rabbal alamin. Thx Pak Sukani. Pendidikan karakter dewasa ini amat penting Pak. Itulah sebabnya saya melaporkan pengalaman membina mereka di sini. Insya Allah bisa bermanfaat dan menjadi contoh bahwa tugas kita tak hanya mendidik dlm kelas atau karakter di dlm pembelajaran materi saja. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar