0

Di Tengah Pandemi, Guru Harus Berpikir Kreatif dan Inovatif untuk Menunjang Pembelajaran Jarak Jauh. (0)

Muhammad Fahrunsyah October 15, 2021

1. Kebijakan Sistem Pendidikan Selama Pandemi Covid-19.

Hampir dua tahun anak-anak hanya belajar di rumah. Pandemi menyebabkan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah dihentikan. Anak-anak terpaksa mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang difasilitasi internet melalui gawai mereka. Namun kemudian tidak sedikit persoalan yang bermunculan, mulai dari meragukan efektivitas PJJ hingga kenyataan bahwa tidak semua murid memiliki akses yang sama besar terhadap internet. Tidak seluruh wilayah Indonesia yang luas ini terjangkau sinyal internet.

Sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk menghadapi keterbatasan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

2. Keterbatasan Sarana dan Prasarana dalam Mengajar Online

Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana.

Saya Muhammad Fahrunsyah, S.Kom sebagai guru produktif yang mengajar dibidang IT dalam memanfaatkan teknologi dituntut untuk berpikir bagaimana caranya selama masa pandemi yang kami hadapi menjadikan siswa-siswi kami tetap nyaman menjalani pembelajaran jarak jauh?

Dikarenakan keterbatasan media dan ada beberapa guru yang masih belum mahir menggunakan komputer dalam mengajar jarak jauh, disaat itulah muncul sebuah ide untuk membuat sebuah ruangan khusus (Podcast Room) yang berfungsi untuk menunjang para guru dalam mengajar ataupun belajar memanfaatkan perkembangan dunia teknologi.

3. Guru sebagai Fasilitator yang Kreatif, Inovatif dan Berkarakter di Era Digital

Alhamdulillah setelah ruangan khusus selesai dibuat oleh kami para guru, yang awalnya kendala siswa-siswi yang tadinya malas belajar online pun menjadi semangat lagi untuk belajar dan para guru yang belum mahir menggunakan komputer terbantu dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Di ruangan (Podcast Room) ini menjadi sebuah sarana bagi guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi, seperti membuat channel Youtube Sekolah, membuat media pembelajaran guru, dan mengembangkan bakat siswa-siswi (public speaking, english club, cover musik/lagu, dan e-sport).

Podschool SMK Plus Melati sarana untuk siswa-siswi belajar mengembangkan bakat public speaking

Pesatnya perkembangan sains dan teknologi di abad sekarang ini, tidak memungkinkan lagi seorang guru untuk mentransfer kepada siswa dalam waktu yang singkat di dalam kelas. Kenyataan ini menuntut guru atau calon guru menjadi fasilitator yang lebih kreatif, inovatif, menyenangkan dan berkarakter untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang kondusif sehingga membawa anak didiknya mempunyai kemampuan learning how to learn secara aktif. Ini berarti guru dituntut untuk menjadikan anak didiknya sumber daya manusia yang mencari informasi kemudian mengelolanya untuk kehidupannya sehari-hari, dibarengi dengan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain guru dituntut untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang handal baik secara mental maupun fisiknya. Apakah yang harus guru perbuat dengan tuntutan seperti ini? Tidak lain dan tidak bukan guru haruslah menjadikan dirinya sebagai guru yang profesional dengan meningkatkan daya kreasi, inovasinya, menyenangkan dan berkarakter ditengah keterbatasan.

#KompetisiArtikelGuraru #HariGuruSedunia

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar