7

Dengan Berat Hati, Sekolah Masih Melalui Daring, Nak. (0)

FitriyaniElHasan January 9, 2021

Probolinggo, 9 Januari 2021.

Dalam kalender pendidikan. Pada tanggal 4 Januari 2021 sudah mulai aktif masuk pembelajaran. Namun, pada satu minggu ini kita para guru masih disibukkan dengan penggarapan rapot yang beberapa mata pelajaran masih belum rampung.

Minggu malamnya, banyak sekali pesan WA yang siswa kirim secara pribadi kepada saya, “Assalamualaikum Bu, apakah besok masuk sekolah? Kami rindu sekolah”, tulisnya.

Bagaimana aku membalasnya, kata-katapun aku rangkai agar mereka mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bukan, bukan karena kami sebagai pendidik tidak rindu, namun keadaan masih belum bisa mempertemukan kita.

“Waalaikumsalam. Ibu juga rindu masuk sekolah, rindu anak-anak, rindu segalanya selama kegiatan di sekolah. Memang benar pada tahun 2020 lalu keputusan dari bapak Mentri Pendidikan akan membebaskan semua wilayah dizona apapun untuk masuk sekolah. Namun, ketika diakhir tahun 2020 lalu kasus korban Covid-19 semakin meningkat khususnya diwilayah Probolinggo ini hingga menyebabkan wilayah kita memasuki zona hitam, maka keputusan itu dicabut”, jelasku dalam goresan pesan Whatsapp.

“Loh bu, sekolah lain kok masuk bu? Hanya sekolah kita saja yang belum masuk. Ayolah bu, satu jam saja tidak apa. Saya dan teman-teman ingin masuk sekolah saja. Sudah bosan belajar di rumah”, balasnya.

Batinku saat itu, apa benar ini yang mereka inginkan. Padahal pada kenyataannya dulu ketika libur panjang saja mereka sudah pernah mengutarakan ini sebelum covid melanda. Namun ketika sudah masuk sekolah malah tetap saja, mereka malah sering bolos. Ah ntahlah, atau mungkin mereka jug mulai lelah sepertiku melakukan pembelajaran di rumah selama ini.

” Nak, tidak ada sekolah manapun yang masuk sekolah. Mungkin mereka mengembalikan buku ataupun rapot ke sekolahnya. Itupun ada penjadwalan, tidak semuanya hadir bersamaan. Sabar ya, kita masih belum bisa mengadakan pembelajaran tatap muka selama zona wilayah kita masih seperti ini. Tetap stay at home and study at home”, jelasku pada balasan WAnya.

Ah sedih rasanya memberi berita ini untik kesekian kalinya setiap mereka bertanya “kapan masuk bu??”. Tapi bagaimana lagi, kita semua tidak bisa berbuat apa-apa.

Jikapun kami melanggar, sanksinyapun tidak main-main. Dalam naungan kemenag, sanksi memaksa untuk melakukan pembelajaran akan ada pencabutan izin operasional sekolah yang melanggar peraturan. Sungguh menakutkan.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Itu saja harapan kami semua. Kami sudah rindu sekolah, begitupun mereka. Ayolah kita patuhi segal peraturan yang ada dalam protokol kesehatan ini, agar wilayah kita aman dari zona berbahaya sehingga nantinya memperbolehkan kita melakukan pembelajaran lagi.

Dan untuk murid-muridku, yang sabar. Tetap belajar dengan penuh semangat tanpa putus asa. Semua kejadian ini bukan kita saja yang alami, negara lainpun juga sama. Semangat!

Comments (7)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar