0

DAUR ULANG FOTO MENJADI MEDIA PEMBELAJARAN COVID (0)

Pak Z August 17, 2021

Semenjak Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir, Joko Widodo mengumumkan ada dua warga Negara Indonesia terkonfermasi positif  COVID-19, tepatnya Senin 2 Maret 2020  setepas itu pembelajaran di sekolah dilakukan dari rumah.  Sudah hampir delapan bulan tidak ada pembelajarn tatap muka di sekolah, dengan anak anak didik kami, tentu ini bukan waktu yang singkat. Banyak persoalan yang ditimbulkan akibat pembelajaran jarak jauh bagi guru dan peserta didik, salah satu persoalan psikologis peserta didik selama pembelajaran jarak jauh adalah kejenuhan dan motivasi belajar. Kami dituntut lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajarn jarak jauh dibanding pembelajaran tatap muka. Kendala terbesar pembelajaran jarak jauh yang kami rasakan adalah bagaimana membangun hubungan psikologis dalam setiap pembelajaran. Hubungan psikolgis dengan anak didik kami tentu sangat penting untuk bisa melakukan proses pembelajaran yaitu,  transfer of knowledge dan transfer of value.

Apa yang menjadi kekhawatiran kami sebagai guru benar-benar kami rasakan. Anak anak mulai mengalami kejenuhan. Tanda tanda ini berawal dari pengamatan kami terhadap kehadiran anak-anak di teams mulai berkurang dan banyak yang tidak join di teams. Tugas – tugas pembelajaran yang biasanya dikerjakan atau dikumpulkan mulai banyak yang terlambat bahkan belum dikumpulkan. Alhamdulillah, bersama dengan bimbingan konseling sekolah dan wali kelas kami mencoba untuk mencari tahu dan memberikan motivasi ke anak anak. Anak anak merasa bosan dengan rutinitas yang selalu sama, seperti tidak ada dinamika, kata salah seorang anak didik saya. Sistem  pembelajarn online atau daring selama hampi  delapan bulan betul betul menjadi kebiasaan baru yang harus dipaksakan atau diterima oleh anak anak. Banyak orang tua yang mengeluhkan pembelajaran daring tidak bisa berjalan efektif.  Orang tua merasa penyerapan materi pelajaran kurang apalagi penenaman nilai dan karakter yang biasanya diberikan pada setiap pembelajaran tatap muka.

Sebenarnya, pembelajaran di sekolah kami sudah menggunakan blanded learning  dalam setiap pembelajarannya, baik itu online sinkron maupun asinkron. Kami memadukan sistem pembelajaran daring dan luring yang dimodifikasi dengan tatap muka menggunakan video conference atau  meeting di teams. Setiap hari, senin samapi dengan jum’at  disekolah kami 15-30 menit sebelum pembelajaran jarak jauh mulai, wali kelas melalui whatshapp group atau teams terlebih dahulu mengecek kesiapan  belajar anak anak yang menjadi bimbingannya. Demikian halnya digroup orang tua siswa. Wali kelas selalu mengingatkan jadwal pelajaran setiap harinya dan mengkomunikasikan apabila ada diantara anak didik kami yang belum siap, atau bakhan belum bangun pagi untuk mengikuti pembelajaran hari ini. Harapannya anak anak sudah menyiapkan dirinya untuk pembelajaran, selain itu juga untuk menjalin komunikasi antara oaring tua dirumah dan wali kelas di sekolahan. Begitulah, rutinitas bapak ibu guru di sekolah kami setiap pagi dan pergantian jam pelajaran.

Pembelajaran disekolah kami, setiap hari hanya terdapat 3 mata pelajaran,  2 x 45 menit untuk setiap mata pelajaran.  45 menit pertama digunakan untuk tatap muka termodifikasi melalui meeting di teams atau bisa dikatakan guru melakukan pembelajaran online sinkron. Guru diawal pembelajaran untuk memberikan apersepi atau motivasi dan memberikan stimulasi materi yang akan diajarkan .  selainitu juga digunakan untuk menyampaikan materi  esensial pada konsep yang di ajarkan dan memberikan feetback pembelajaran  minggu kemarin atau jika ada penugasan.  45 menit kedua siswa masih tetap melakukan pembelajaran secara  oniline asinkron.  Biasa anak menyelesaiakan penugasan atau  bertanya dan berdiskusi dengan guru atau teman-teman mereka  di teams.

Alhamdulillah disekolah kami bisa dikatakan tidak ada kendala jaringan internet karena sekolah kami berada di tengah kota besar di jawa tengah dan tersedia jaringan internet cukup besar yang bisa digunakan oleh Bapak Ibu Guru ketika melakukan pembelajaran online di sekolah. Selain itu juga tersedia Laboratorium komputer  yang cukup memadai meskipum setiap guru di sekolah kami memiliki laptob atau HP sendiri sendiri. Dengan menggunakan office 365 for education pembelajaran online dapat dikatakan terintegrasi secara baik, akan tetapi, tidak bisa bisa dipungkiri, sifat alamiah manusia yang memiliki tingkat atau ambang batas kebosaan. mematikan video ketika meeting di teams, terlambat join atau terlambat ketika masuk ke kelas setiap sesi meeting dan terlambat menggunmpukan penugasan serta berbagai indikasi kebosanan anak anak dalam pembelajaran daring seperti kami sampaikan diatas. Kapan masuknya sekolah seperti biasanya pak? Begitu pertanyaan  yang akhir akhir ini sering kami dengar.   Sangat manusiawi mereka merindukan teman teman mereka, bercanda bersama, berkegiatan, diskusi debat adu bicara dengan segala tingkah laku mereka.

Sebagai seorang guru, kami sangat memahami kejenuhan, bahkan bapal ibu guru juga mulai dijangkiti perasaan jenuh. Hal inilah yang kemudian membuat kami berpikir, bagaimana caramya menghadirkan teman-teman mereka dalam pembelajaran?. Mereka rindu dengan teman teman mereka, bercanda, tertawa dan belajar kelompok bersama, mengingatkan akan tingkah laku mereka sehingga mengobati kerinduan akan suasana di kelas bersama mereka. Bertemu secara fsik memang tidak bisa, bertemu di meeting juga sebagai wajah dan suara, tidak mengingatkan memori – memori mereka dikelas, maka menurut kami yang bisa mengobati kerinduan mereka adalah memutar ulang kenangan – kenangan mereka di kelas melalui dokumen foto atau video ketika mereka masih pembelajaran tatap muka. Dari situlah kami memiliki ide untuk membuat komik dari foto foto mereka dan video dari gambar atau foto foto mereka dengan harapan bisa meningkatkan kembali gairah dan motivasi belajar mereka.

Pertama-tama kami mulai mengumpulkan foto – foto mereka ketika di pembelajaran di sekolah atau kelas. Kami menghubungi bebrapa siswa yang dulu aktif dikelas apakah menyimpan foto foto ketika pembelajaran besama kami. Kami menghubungi teman-teman  sejawat, apakah memiliki  dokumentasi kegiatan pembelajaran kelas sebelum masa pandemi. Setelah kami mengumpulkan semua dokumen foto dan video yang kami perlukan, mulailah kami memilah foto foto yang sesuai dan akan kami jadi media pembelajaran. Dengan berbekal pengalaman memngikuti diklat pembuatan komik pembelajaran, kami mulai merancang media pembelajaran comic fisika yang saat itu kebetulan akan menyampaikan materi tentang tekanan pada komptensi fluida statis. Mulailah kami membuat ide cerita dan skenario pembelajaran yang kami tuangkan dalam storyline dan storyboard. Kami, kemudian memilah foto yang sesuai dengan yang kami perlukan dalam storyline untuk kami setting menggunakan aplikasi comic life 3. Akhirnya jadilah komik pico dan nano berjudul “stress” karena betulan materi yang sedang di bahas adalah tegangan dan tekanan jadi sangat cocok dengan kondisi psikologis mereka.

 Alhamdulillah tangapan mereka luar biasa terhadap  Komik awal mengingatkan mereka akan foto foto mereka dikelas, mereka bisa bercerita dibalik foto asli mereka sedang dimana dan ngapain aja. Harapannya bisa menggugah semangat belajar mereka lagi. Dan sekaligus belajar konsep yang diajar.  Target awal kami, memang menggugah semangat mereka lagi unuk belajar meskipun belajar online. Dengn memiliki keceriaan dan semangat belajar harapannya mereka mulai fokus terhadap pelajaran mereka dan meningkatkan imunitas mereka dari stress. Hal ini yang kemudian membuat kami juga bersemangat untuk membuat komik selanjutnya dari foto foto mereka. Untuk menambahkan ilustrasi suara dan music akhirnya kumpulan scene pada komik kami jadikan video atau gambar bergerak agar lebih menarik dan mudah dinikmati meskipun ada satu kekurangan suara dubbing percakapan yang bisa kami hadirkan karena keterbatasan waktu editing kami untuk dijadikan materi pelajaran. Alhmadulillah jadilah video pembelajaran dari gambar komik yang cukup menarik. Video ini akhirnya baru kami unggah di channel youtube  pada link berikut : https://youtu.be/eyJdwwgFvRY Sampai saat kami menulis pengalaman pembelajaran jarak jauh ini, kami masih membuat komik-komik lain yang sesuai dengan  konsep atau materi yang akan kami sampikan dalam pembelajaran selanjutnya. Salah satu masukan dari anak anak yang cukup menarik adalah memberikan suara atau dubbing percakapan pada video yang dibuat dari gambar komic tersebut. Demikian kisah kami selama pembeajaran Jarak Jauh sehiingga menginspirasi kami mendaur ulang foto mereka menjadi comic-video (COVID). Terima kasih anak anak kelas XI-MIPA 5, mas adit dan mbak annindita yang fotonya kami jadikan komik. Semoga bisa berseri-seri untuk mengobati kangen kalian dan belajar sambil tetap bahagia. Semoga kisah ini bisa memberikan sumbangsih kreativitas dalam pembelajaran fisika, bahwa pelajaran fisika juga bisa dibuat menjadi menarik dan mudah untuk dipahami anak didik. Pengalaman adalah guru yang luar biasa. Trial and error, guru harus banyak mencoba dan berlatih serta mau mendengar keluahan anak didiknya.  Selamat hari Guru Indonesia, berjuang penuh ikhlas, semangat tanpa batas, jangan pernah menyerah pada corona tetaplah kreatif berdedikasi untuk Indonesia maju.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar