7

Datang Bukan Untuk Menang Tapi Juga Bukan Untuk Kalah (Celoteh ku) (+4)

Hendra Gunawan December 9, 2013

Sebenarnya saya sudah mengetahui tentang GURARU cukup lama, tapi Cuma sebatas tahu kalau GURARU merupakan salah satu wadah menulis online untuk guru-guru. Saya berpikir GURARU sama saja seperti wadah menulis online lainnya. Lalu apa lebihnya dengan blog yang saya kembangkan sekarang? Toh, blog pribadi saya bisa saya olah lebih atraktif, pikirku. Lebihnya paling Cuma dapat “reward” dari pihak sponsor, itupun kalau dapat (heee… pesimis ceritanya). Niat untuk bergabung dengan GURARU pada awalnya atas saran master Rudy Hilkya (salah satu juara ACER GURARU AWARD 2013) ketika beliau mengomentari tautan saya pada media jejaring sosial terkait sebuah artikel saya pada blog pribadi saya. Setelah direnungkan sejenak, boleh juga tuh nyoba masuk GURARU, pikirku. Ingin tahu kenapa master Rudy kelihatannya sangat asyik bergelut di GURARU.

Singkat cerita, setelah saya membuat akun  pada tanggal 30 November 2013, saya langsung memposting sebuah artikel tanpa mengetahui ketentuan yang berlaku, khususnya masalah poin. Keesokan harinya, iseng saya membuka akun GURARU saya, dan saat menengok menu profil tertulis “poin 5”, apa nih? pikirku. Dan kagetnya lagi ketika melihat ada 5 komentar pada artikel pertama yang saya buat di GURARU. Wow, senang juga rasanya kerena artikel yang saya tulis pada blog pribadi biasanya lama baru ada yang berkomentar (maklum bukan blog yang ngetop juga heee…). Seetelah ditelusuri, ternyata poin akan bertambah jika pemilik akun membuat artikel, membuat komentar, dan membagikan artikel  ke jejaring sosial. Oh, pantas artikel sederhana seperti milik saya pun ramai komentar, apa lagi artrikel-artikel menarik lainnya yang diposting oleh master-master GURARU.

Wah, asyik juga nih sepertinya, pikirku. Di GURARU, kita bisa berlomba mendapatkan poin (hobi berkompetisi ceritanya). Lihat saja nanti siapa yang juaranya heee… (sombong dikit ah). Tapi satu hal yang paling penting, saat tulisan ini saya buat (artikel ke 5 di GURARU) saya baru sadar kalau di GURARU ada kompetisi yang sehat untuk mengembangkan kemampuan menulis online. Setelah membaca artikel-artikel lain di GURARU dan mencoba ikut berkomentar pada artikel lain, serta mendapat saran dari master-master GURARU, saya mulai berani menulis sebanyak tulisan sekarang ini (meskipun masih kalah panjang dan berbobot dari artikel master-master GURARU). Dulu saat menulis di blog pribadi, biasanya saya hanya sedikit berceloteh, tulisan saya kebanyakan langsung ke inti tulisan, misalnya artikel tentang sharing file, biasanya saya hanya berceloteh sedikit kegunaan file dan langsung memberikan link downloadnya. Baru di GURARU saya bisa berceloteh panjuang lebar, kalau ditulis di kertas paling tidak dapat 2 atau 3 halaman.

Kemajuan nih, pikirku. Tidak perlu memikirkan apakan nanti menang atau tidak. Kalau ditanya apakah mau dapat reward? Ya jelas mau, tapi bukan itu tujuan saya sekarang ikut berpartisipasi di GURARU. Sekarang saya ingin terus mengasah kemampuan saya dalam menulis artikel. Saya juga tidak mau kalah dari para master GURARU yang sudah membuktikan terlebih dulu betapa dasyatnya jika seorang guru menulis. Sampai terkadang saya membayangkan, betapa hebatnya Indonesia jika semua guru di Indonesia yang cerdas semua ini, membagikan ilmunya lewat sebuah tulisan (kalau belum pernah membayangkan, coba saja0. So, saya datang bukan untuk menag tapi juga bukan untuk kalah.

 

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Maju terus pendidikan Indonesia

Comments (7)

  1. saya sendiri juga baru tahu ada web
    guraru. saya juga baru bergabung setelah sekian bulan. karena keterbatasan info ketika itu. tapi senang juga ternyata sudah banyak yg bergabung. biar banyak warna kita senang jumpa rekan guru lainnya.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar