1

Daring Dan Proses Pembaruan Dunia Pendidikan (0)

Fityana Mawardi October 17, 2020

Wabah virus covid 19 setengah tahun belakangan ini ternyata sedikit memaksa manusia memasuki era perubahan sosial yang tidak dikehendaki dan tidak direncanakan. Bagaimana tidak, kehidupan yang awalnya berjalan normal, tiba-tiba mengalami pergeseran pola sosialisasi dan interaksi sosial. Semua lini kehidupan seperti berjalan pincang merasakan fenomena tersebut, tak terkecuali dunia pendidikan.

Terhitung dari akhir maret, sudah tidak ada lagi proses belajar mengajar secara langsung di sekolah. Guru dan siswa melakukan kegiatan belajar via online atau daring, ada juga yang memberlakukan sistem luring.

Memasuki bulan kedelapan pelaksanaan daring, banyak cerita yang turut mewarnai proses belajar online tersebut. mulai dari karakter siswa yang di dunia nyata dan di dunia maya ternyata ada yang tak sama, dikelas dikenal sebagai siswa pendiam, kalem, tidak banyak tingkah ternyata di kelas online bar-barnya buat guru lebih dekat dengan tuhan, banyak-banyak istigfar. Bukan hanya cerita dari siswa, banyak pula cerita menarik yang datang dari guru, ada yang susah mengingat waktu pergantian jam mengajar tanpa diingatkan oleh bel pergantian jam. Bukan hanya pergantian jam mengajar, bagi guru yang termasuk Lansia, memeriksa tugas siswa secara online juga punya sisi sulitnya, baik itu dari segi pengoperasian aplikasi, pengopersian gadget, sampai kondisi pengelihatan yang sudah menurun.

Selain itu, kondisi jaringan yang berbeda disetiap lokasi juga menjadi kendala dalam proses daring, ditambah kondisi keuangan setiap siswa untuk membeli kuota internet juga tidak semua sama. bahkan saya pribadi beberapa kali mendapati siswa titip izin tidak ikut belajar disebabkan ketidakmampuan untuk membeli kuota internet. kuota internet bukan satu satunya momok selama proses daring berlangsung. menumpuknya tugas yang terkadang sudah di luar kemampuan siswa, ditambah adanya sebagian guru yang enggan memberikan toleransi pada siswa, membuat sebagian anak memilih putus sekolah ketimbang harus merasakan depresi sejak dini.

Jika selama proses daring berlangsung, yang selalu menjadi perhatian banyak pihak adalah ketersediaan kuota internet, kita seakan tutup mata tentang keadaan mental anak-anak, dengan memberikan rangkaian tugas tanpa toleransi dengan alasan kewajiban sebagai siswa, tapi kita lupa siswa juga berhak mengutarakan ketidaksanggupannya, meminta jeda waktu untuk istirahat dari tugas atau meminta perpanjangan batas waktu pengumpulan tugas yang tidak semua guru memberi pengertian untuk itu.

bapak ibu guru, jangan karena kredibilitas sekolah, kesehatan mental siswa jadi nomor dua. kondisi siswa belajar daring dengan belajar langsung itu sangat jauh berbeda bapak ibu guru, jangan terlalu menuntut siswa lebih seperti saat belajar di sekolah.

lewat proses daring sebenarnya kita bisa belajar bahwa sekolah sudah saatnya membuka diri pada perubahan, dan kita para guru harus terbiasa beradaptasi dengan kebaruan, sebab belajar adalah proses memanusiakan manusia bukan proses mengkerdilkan manusai.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExprience

Comments (1)

  1. Selamat Siang 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar