3

DARI NASI LIWET HINGGA JUARA TUMPENG DI SUNDA DAY (+6)

Evy Yanthy January 17, 2015

foto2574

 

Sunday Day adalah satu event di negeri langit yang hampir setiap purnama menjelang selalu diperingati dan ditunggu oleh seluruh penduduknya

Tujuan dari event ini adalah agar penduduknya lebih mengenal budaya Sunda dan bangga dengan Budaya Indonesia, sehingga generasinya dapat meng”autofilterisasi” budaya yang bertentangan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Pada purnama ini, event Sunda Day jatuh pada hari kamis 15 Januari 2015 atau tepatnya 24 Rabiul Awal 1436 H. Berbagai macam lomba dan ajang kreativitas dari berbagai macam penjuru dunia ditampilkan di event ini. Beberapa peserta dan kontingen yang hadir antara lain : Negeri Pakistan, Maroko, Cassablanca, Singapura, Tajikistan, Cairo, Azerbaizan, Aswan dan tidak ketinggalan Negara tetangga terdekat Malaysia dan Brunai Darussalam.

Kita kembali ke negeri Maroko, negeri yang kutinggali belum lama, sekitar 6 bulan yang lalu, takdir membawaku ke negeri indah ini.

Penduduk Maroko menyambut dengan sangat antusias ajang yang cukup bergengsi ini, persiapan pun dimulai. Untuk lomba membuat tumpeng nasi liwet, mereka membagi bahan – bahan dan alat yang diperlukan. Setelah semuanya mendapatkan tugas, tak lupa doapun dipanjatkan untuk kelancaran dan kesuksesan acara tersebut.

Hari yang ditunggu – tunggu pun tiba, semua peserta dari berbagai penjuru dunia menempati tempat yang telah dipersiapkan oleh panitia. Tak terasa detik – demi detikpun berlalu, semua peserta larut dalam kesibukan dan persipan membuat tumpeng nasi liwet.

Di langit Maroko terjadi, hal yang tidak diinginkan beberapa barang dan bahan lupa terbawa oleh beberapa peserta, akhirnya Sang ketua rombongan berinisiatif untuk membeli di Fresh Market, nama pasar yang cukup dekat dari arena lomba, agar penampilan tumpeng nasi liwetnya dapat maksimal.

Pembuatan tumpeng liwetpun dimulai, nasi liwet yang telah dipersiapkan dicetak membentuk Pyramida, dihias dengan daun pisang, potongan wortel yang berbentuk bunga, tomat yang menyerupai kelopak mawar, kacang panjang dikepang bak rambut bidadari, mentimun diiris bagaikan kembang do’a dan tidak lupa cabe merah besar dipotong lurus   membentuk kelopak bunga sepatu turut mempercantik tumpeng nasi liwet mereka.

Penampilan dari negeri Cassablanca, Cairo menandakan pembukaan Event Sunda Day dimulai, acara dibuka oleh Bapak wakil presiden direktur selaku tuan rumah dan dilanjutkan touring ke beberapa stand bersama dengan perwakilan dari Diknas Kabupaten   dan para tamu undanga lainnya.

Nasi Tumpeng liwet pun mendapatkan kesempatan untuk dinilai oleh dewan juri, yang kriteria penilaiannya : Kreativitas, performance kesuluruhan dan komplitnya bahan – bahan makanan yang di display.

Acara dibreak sementara, seluruh peserta lomba rehat sejenak untuk makan siang dan sholat dhuzur, serta makan nasi liwet bersama ditempat masing – masing.

Untuk mengenal lebih jauh Sunda Day, seluruh peserta wajib menulis artikel tentang budaya Sunda dan dikumpulkan pada hari itu juga. Jam 13.00 WIB acara pun dimulai kembali. Peserta dari negeri Maroko mempersiapkan penampilan lagu “Tokecang” salah satu lagu tradisional dari Jawa Barat dengan lirik :

tokecang tokecang bala gendir tosblong
angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong
tokecang tokecang bala gendir tosblong
angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong

aya listrik di masigit meuni caang katingalna
aya istri jangkung alit karangan dina pipina

tokecang tokecang bala gendir tosblong
angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong
tokecang tokecang bala gendir tosblong
angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong

tokecang tokecang (bala gendir tosblong sapariuk kosong)
tokecang tokecang
tokecang tokecang (bala gendir tosblong sapariuk kosong)
tokecang tokecang

tokecang tokecang bala gendir tosblong
angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong
tokecang tokecang bala gendir tosblong
angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong

aya listrik di masigit meuni caang katingalna
aya istri jangkung alit karangan dina pipina

tokecang tokecang (bala gendir tosblong sapariuk kosong)
tokecang tokecang (bala gendir tosblong sapariuk kosong)

Hal yang teramat unik,, penuh tantangan, tidak  terlupakan, butuh kesabaran  yang tinggi,  kelapangn jiwa, keyakinan yang  menggelora, tegar dan pantang mundur, tidak kenal menyerah dari Sang Ketua Rombongan karena disaat penampilan lagu tokecang dari negeri Maroko sebentar lagi tampil diatas panggung, penabuh drumnya kabur secar tiba – tiba terserang penyakit deman panggung, sejenak persiapan penampilan tersebut “Chaos” peserta yang lain berusaha mencari Sang penabuh Drum, akhirnya ketemu, duduk terpaku di depan ruangan IT.

Sang ketua rombongan membujuk dengan sangat, agar komitmen pada acara yang telah mereka sepakati, akhirnya dengan terpaksa Sang penabuh Drum tidak punya alasan dan tak kuasa menolak permohonan “Sang ketua rombongan” , Lagu Tradisional tokecang dari Sunda, akhirnya dibawakan dengan maksimal sesuai dengan kemampuan mereka, kondisi yang menegangkan pun terlewati dengan tepuk riuh penonton menyaksikan penampilan lagu tokecang meraka.

Sebagai tanda trimakasih, Sang ketua rombongan tak lupa mentraktir peserta dari Negeri Maroko dengan membagikan mereka satu – persatu air dingin mineral, sekejap…glek …glek kerongkongan mereka terbasuh dinginnya air mineral, ucapan trimakasih tak lupa mereka sematkan untuk Sang Ketua rombongan yang pantang menyerah untuk membawa mereka tampil maksimal pada event itu.

Tibalah saat yang dinanti – nantikan, pengumuman lomba Event Sunda Day akan disampaikan oleh panitia, semua peserta dari berbagai penjuru dunia memenuhi aula di negeri langit, tak sabar rasanya menantikan kerja keras, usaha, sinergi yang positif, kekompakan mereka selama ini, akankah membuahkan hasil.

Dari mikrophone terdengar suara lantang panitia menyebutkan pemenang pertama Lomba nasi tumpeng liwet pada event Sunda Day adalah….dari negeri Maroko. Gegap gempita, tepuk riuh peserta membahana di negeri langit, ucapan syukur kehadirat ilahi terdengar syahdu dari langit Maroko, menyambut berita bahagia tersebut.

Maha suci Allah SWT yang telah mengikat hati mereka untuk bergandengan tangan, membuktikan eksistensi diri, bakat, kreartivitas, kekompakan, yang melahirkan prestasi yang gemilang.

Selamat untuk negeri Maroko atas seribu bintang yang telah dipetik dengan sejuta senyum, rasa bahagia, hati yang menderu bagai pedati, syukur kehadirat ilahi akan kesuksesan yang telah diraih.

Kota Wisata, 17 Jan ‘15

                                                                                                                                                                                                             By Evy ELF

                                                                                                                ***

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar