3

Dampak Teman yang Berakhlak Buruk Bagi Kita (0)

Riyo February 19, 2021

Teman yang buruk Memberikan keraguan pada keyakinan kita yang sudah benar, bahkan dapat memalingkan kita dari kebenaran

Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Lalu sebagian mereka (penghuni surga) menghadap sebagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) memiliki seorang teman. Temanku itu pernah berkata, “Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang yang membenarkan hari berbangkit? Apakah bila kita telah meninggal dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, kita benar-benar akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan.” Berkata pulalah ia, “Maukah kalian meninjau temanku itu?” Maka ia meninjaunya, ternyata ia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala. Ia pun berucap, “Demi Allah! Sungguh kamu benar-benar hampir mencelakakanku. Jikalau tidak karena nikmat Rabbku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka.” (Ash-Shaffat: 50-57)

Dengarkanlah kisah wafatnya Abu Thalib di atas kekafiran karena pengaruh teman yang buruk. Tersebutlah dalam hadits Al-Musayyab bin Hazn, ia berkata, “Tatkala Abu Thalib menjelang wafatnya, datanglah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dapati di sisi pamannya ada Abu Jahl bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah ibnil Mughirah. Berkatalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai pamanku, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, kalimat yang dengannya aku akan membelamu di sisi Allah.’ Namun kata dua teman Abu Thalib kepadanya, ‘Apakah engkau benci dengan agama Abdul Muththalib?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus meminta pamannya mengucapkan kalimat tauhid. Namun dua teman Abu Thalib terus pula mengulangi ucapan mereka, hingga pada akhirnya Abu Thalib tetap memilih agama nenek moyangnya dan enggan mengucapkan Laa ilaaha illallah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).   Karena itu hendaknya jauhkan diri kita dari teman yang buruk, apalagi saat-saat di akhir hayat kita seperti kisah dalam hadits tersebut di atas.

Coba juga perhatikan bagaimana ketabahan, kesabaran yang dicontohkan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam menghadapi prilaku buruk orang-orang Arab Badui yang mengujinya. Dalam sebuah cerita, saat itu Rasulullah SAW sedang berkunjung ke rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan tiba-tiba datang orang Arab Badui yang memakinya, mengumpatnya berkali-kali dengan perkataan kotor. Rasulullah tetap memberikan senyum kepada keduanya. Hingga akhirnya terjadilah “perang mulut” antara Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan Arab Badui tersebut. Sementara itu Rasulullah akhirnya pergi meninggalkan kediaman Abu Bakar Ash-Shiddiq tanpa mengucap salam. Karena merasa bersalah, lalu Abu Bakar Ash-Shiddiq mengejar Rasulullah hingga persisis berada tepat di halaman rumah Abu Bakar Ash-shiddiq. Lalu Abu Bakar Ash Shiddiq berkata kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, jika aku berbuat kesalahan, mohon jelaskan dan maafkan kesalahanku. Jangan biarkan aku dalam kebingungan.” Rasulullah lalu menjawab, “Sewaktu orang Arab Badui itu datang lalu mencelamu dan kamu tidak mnanggapinya, aku tersenyum karena banyak malaikat di sekelilingmu yang akan membelamu di hadapan Allah.”

Rasul melanjutkan“Begitu pun yang kedua kali ketika ia terus menghinamu dan kamu tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya di sisimu. Oleh sebab itu, aku semakin tersenyum. Namun, ketika yang ketiga kali ia menghinamu dan kamu menanggapinya serta kamu membalas makiannya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu, dan hadirlah iblis di sisimu untuk semakin memanasimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepada kamu.”

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar