4

Dampak Negatif Pemanfaatan Perangkat TIK (0)

oloan February 11, 2021

memang di era globalisasi dan era modern seperti sekarang, tidak dapat dipungkiri bahwa hidup kita tidak bisa lepas dari yang namanya perangkat TIK. Namun, sadarkah kita bahwa perangkat ini memiliki efek negatif dari pemanfaatannya? Berikut efek negatif dari perangkat TIK :

Era globalisasi yang ditandai dengan adanya persaingan yang semakin tajam, padatnya informasi, kuatnya komunikasi, dan era keterbukaan telah merambah ke dunia pendidikan yang didukung dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang mengakibatkan sekat antara guru dan siswa nyaris tidak ada lagi. Guru dituntut harus mampu memberikan pelayanan yang lebih prima dan harus mampu memenuhi kebutuhan siswa di luar jadwal jam pelajaran sekolah. Dengan pemanfaatan perangkat TIK, Guru dituntut harus mampu mengajar dengan metode dan teknik yang lebih kreatif dan inovatif. Teknik-teknik pembelajaran yang selama ini dikenal dengan konvensional, dimana metode ceramah sudah dianggap usang dan harus diganti dengan metode pembelajaran yang lebih menarik dengan memanfaatkan perangkat IT.

Namun, tidak semua guru mampu mengajar dengan memanfaatkan perangkat IT, masih banyak guru yang terperangkap dan tidak mampu memanfaatkan metode-metode pembelajaran baru dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan tuntutan zaman, pun dengan para siswa, mereka terbuai dengan fasilitas yang disediakan oleh telepon pintar (smartphone) yang mereka punya, sehingga kemauan untuk belajar jadi mengendur, rasa hormat kepada guru berkurang, peka dan peduli akan lingkungan sekitar juga menjadi tidak ada.

Memang dengan fasilitas yang disediakan oleh smartphone, menjadi pisau bermata dua, disatu sisi telah memberikan kemudahan kepada para penggunannya, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, dimana siswa cepat mendapatkan informasi akan suatu materi pelajaran yang dia terima, sehingga terkadang peran Guru dalam proses belajar-mengajar jadi tidak terlalu dipentingkan lagi, dengan smartphone canggih yang mereka punya, siswa merasa lebih pintar dari Guru, mereka menjadi tidak menghargai peran guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah, mengajak guru untuk berdebat, lebih suka bermain gadget, handphone, smartphone yang mereka punya daripada mendengarkan guru saat menerangkan atau saat terjadi proses belajar-mengajar di kelas. Guru dibuat stress, marah, dan lebih banyak mengurusi persoalan handpohne yang ditangkap guru saat proses belajar-mengajar, maupun saat ujian semester berlangsung, daripada fokus memberikan bahan ajar. Belum lagi sikap orang tua yang lebih membela anaknya saat dipanggil untuk dinasehati, bahkan ada yang berujung pada ancaman yang mengakibatkan guru menjadi takut untuk menegakkan peraturan dan bertindak tegas dalam proses mendidik siswa agar memiliki perkembangan kepribadian secara optimal, sehingga memiliki karakter sebagai anak Indonesia.

Efek negatif lain dari pemanfaatan smartphone di kalangan pelajar adalah bahwa kenyataan, siswa tidak lagi memiliki rasa simpati, empati, saling menghargai, menghormati, dan yang paling menyedihkan, guru tidak lagi disenyumi, disapa, disalam (3S) saat berpapasan, bahkan terhadap lingkungan sekitar, siswa tidak memiliki rasa kepedulian lagi. Misalnya, siswa melihat sampah saat dia berjalan, tetapi karena pengaruh headset di telinga, tangan asyik memegang smartphone, maka dia tidak peduli apa yang dia lewati, bahkan akibat smartphone, orang yang didekatnya bisa menjadi jauh dan orang yang jauh bisa serasa dekat karena fasilitas smartphone. Walaupun Pemerintah dan Kemendikbud telah membuat peraturan tentang pemanfaatan smartphone di sekolah, tetapi tetap tidak dapat ditegakkan karena kurangnya sosialisasi dan banyaknya kelonggaran akan aturan tersebut.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar