10

Dambaan Guru Profesional (+4)

KARJONO December 31, 2013

2012-09-05 14.36.46“GURU PROPESIOANAL ADALAH PANGGILAN HIDUP SAYA”, adalah sebuah kalimat motivator yang luar biasa dari bu Atjih Kurniasih salah satu anggota Guraru. Profesional sebuah kata yang selalu menjadi opini guru sertifikasi. Pelaksanaan menjadi guru profesional tidaklam semudah membalikkan tangan. “Profesionalisme” merupakan sebutan yang terkait dengan sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Ada juga yang mengatakan bahwa “Profesionalitas” adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya.

Pengertian diatas menunjukkan bahwa “profesional” lebih menggambarkan suatu timhkatan derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan, dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. Artinya, seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional dalam tupoksinya sebagai guru. Guru profesional harus selalu mempunyai kekuatan agar siswanya dapat belajar secara optimal, artinya guru dalam hal ini agar dapat memperhatikan siswa hingga karakteristik masing-masing sisawa yang diajarnya. Seorang guru yang profesional harus mempunyai tujuan yang jelas setiap pembelajarannya. Hal ini senadanyang diungkapkan Sutanto Windura seorang motivator dalam presentasi di WTC-3. Beliau mengungkapkan bahwa pekerjaan apapun yang tidak mempunyai tujuan yang jelas maka dalam prosesnya tidak dapat berjalan dengan baik. Selain itu guru juga harus mempunyai keterampilan untuk mengubah suasana belajar sesuai dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya sehingga dapat membangun prilaku positif di dalam kelas. Berarti seorang guru harus mempunyai kemampuan mengelola atau mempunyai keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik. Untuk itu dibutuhkan komunikasi secara baik dengan siswa, orang tua siswa, dan masyarakat belajar lainnya.

Guru profesional juga dituntut untuk mempunyai pengetahuan perihal kurikulum. Guru harus mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai kurikulum sekolah dan standar yang lain. Guru dengan sekuat tenaga akan memastikan bahwa pengajaran yang mereka lakukan sudah memenuhi standar-standar tersebut. Bagaimana dengan pengetahuan anda dengan kurikulum 2013 ? Mudah-mudahan menjadi tantangan positif untuk memahami kurikulum ini, bukan malah ngentahi he he he… Wah saya rasa belum cukup saja untuk menjadi guru yang profesional…Monggo temen2 menambahkan kelengkapannya….Terutama Om Jay, Bu Etna, P Yusuf Wonosobo dan Kang Iking dari Kalimantan Timur….  

Comments (10)

    • Amiin, oya Pak Haji ANAJOHN untuk ibu blm sempet disetting. Sekarang baru mau di setting kebetulan banyak pesanan hari ini. Ada dari Aceh, Bandung, dan NTB yang berbeda-beda permintaannya. Ada yang Raport 2013, ANAJOHN, PKG dan Jadwal Pelajaran. Bantu Doanya terus ya P Haji… Sayang banget kemaren ga bisa bersuo he he..

  1. Terima kasih sharingnya pak Karjono. Bapak bisa saja, tentulah bapak ahlinya. Kami sih pelaksana pak. Sudah banyak ya teori-teorinya di mana-mana, mbah google saja tinggal, klik. Saya dari dulu suka yang sederhana saja, hampir tak suka berdefinisi. Profesional dari kata profesi. Berarti guru ya harus bekerja sesuai profesinya. Empat kompetensi ya harus total menjadi jatidiri, terbiasa asah, asih, asuh. Harus menulis apa yg akan dilakukan dan melakukan apa yg ditulis, hehehe bapak pandai deh, membuat saya menulis sesuatu. Kita harus self assessment pak untuk menyongsong 2014, sudah saya posting lho, silakan bapak baca. Salam perubahan.

    • Salam kembali pa Rudy…!
      Sungguh kenangan pahit namun alhamdulillah berbuah manis, meski tidak semanis mereka yang disana.
      7 Tahun harus berpuasa….!

  2. Maaf pak saya kaget membaca tulisan awal bapak yang mengatakan guru propesioanal adalah panggilan hidup saya, , merupakan kata motivator saya, , dengan tidak mengurangi hormat saya kepada bapak kalimat itu saya tulis dalam postingan saya makdsudnya menerangkan data dari dari pak Agus Sampurno yang menulis dalam kurikulum Vite nya seperti itu jadi bukan kalimat mativator saya. maaf ya pak saya jadi he he gak enak hati.,

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar