1

CORONA MEMAKSA (0)

Maedah October 18, 2020

Corona memaksaku. Bertelanjang kaki mengejar laju Shinkansen. Itulah yang kurasa saat ini. Aku adalah generasi X, yang lahir di tahun 1970an. Generasi kreatif dan mandiri tapi tak begitu baik mengenal teknologi. Dan oleh menyebarnya virus corona, aku “dipaksa” menguasai berbagai teknologi tersebut. Karenanya aku merasa terengah-engah, tertatih, terseok, megap-megap. Seluruh energi terkuras, seluruh perhatian tumpah, keringat habis, kesabaran menipis. Tapi hasil minimalis.

Corona memaksa. Aku seorang pendidik di sebuah sekolah Islam Terpadu. Sebelum Masa New Normal, sekolah melakukan KBM dengan berbagai cara. Dalam koridor BDR (belajar dari rumah). Semua kemampuan dikerahkan. Membuat video, google meet, google form, google cassroom, zoom meeting, semua dicoba. Menghindari berkumpulnya anak-anak saat pembelajaran untuk mencegah penyebaran, itu tujuannya. Tapi hasilnya tidak maksimal. Banyak penugasan untuk anak yang dikerjakan orang tua dan anak hanya nampang di foto untuk laporan, pencitraan. Belum lagi saat tatap muka anak-anak melapor kalau orangtuanya selalu marah-marah saat mengajari mereka. Oh..

Corona memaksa. Mutu pendidikan menjadi fokus utama sekolah kami. Maka begitu Pemerintah melalui Dinas Pendidikan mengumumkan Masa New Normal, kami menyelenggarakan tatap muka, tentu dengan sederet catatan sesuai himbauan Dinas Pendidikan, tapi ada sebagian orangtua yang tidak setuju. Maka guru selain menyiapkan pembelajaran tatap muka juga menyiapkan untuk BDR bagi yang tidak setuju. Bahkan melakukan video call bagi anak anak yang tidak ikut tatap muka agar tidak tertinggal. Kelelahan ini menjadi berlipat. Setiap hari harus mengecek pekerjaan anak-anak yang dikirim via WA. Selalu sampai malam. Belum lagi menyiapkan yang tatap muka untuk esoknya. Subhanalloh. Semoga pandemi ini segera berakhir.

Inilah pengalamanku menjadi guru, di saat corona meraja dan menjajah hampir seluruh negara di permukaan bumi ini. Aku berharap sekolah lain melakukan hal yang sama seperti kami atau bahkan lebih baik lagi, sebagai bentuk tanggungjawab kita sebagai pendidik untuk memajukan pendidikan di Indonesia, mencerdaskan anak bangsa.

Mari lakukan berbagai cara agar tujuan pendidikan tercapai, sambil terus berdoa semoga Alloh SWT selalu memberi kita kesehatan, kekuatan, dan segera mengakhiri pandemi ini. Aamiin.

#Writing Competition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Sore 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar