3

Contoh Pembelajaran Abad 21 (+3)

Upomo Budiarso July 1, 2014

Pembelajaran di Abad ke-21 sekarang ini hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman. Salah satu pembelajaran yang mungkin dapat dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa berbeda dengan cara tradisional yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru. Berikut karakter belajar abad ke-21 yang sering disebut sebagai 4C, yaitu:
1. Communication
Pada karakter ini, siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya.
2. Collaboration
Pada karakter ini, siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain; memaklumi kerancuan.
3. Critical Thinking and Problem Solving
Pada karakter ini, siswa berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem. Siswa juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, siswa juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.
4. Creativity and Innovation
Pada karakter ini, siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
Dari keempat karakter belajar abad ke-21 di atas jika dibandingkan dengan karakter pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik (Realistic Mathematics Education), maka terdapat kesamaan dari keduanya, dimana karakteristik pembelajaran RME menurut Koeno Gravemeijer (1994) yaitu :
1. Using of Context (Problem)
Pada karakter ini, siswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan permasalahannya menggunakan apa yang ada di sekitarnya atau konteks yang dikenali dan sudah dialami oleh siswa. Hal ini berkaitan dengan karakter belajar abad ke-21 yaitu critical thinking and problem solving.
2. Using of Model
Pada karakter ini, siswa menggunakan model-model untuk menjembatani pemikiran mereka dari yang abstrak ke yang lebih konkrit. Hal ini sejalan dengan karakter creativity and innovation pada karakter belajar abad 21.
3. Using of Student’s Contribution
Pada karakter ini, pembelajaran berlangsung lebih mengutamakan kontribusi siswa agar siswa lebih aktif dan mampu menggunakan kemampuannya dengan optimal. Hal ini sejalan dengan karakter critical thinking and problem solving, and creativity and innovation.
4. Interactivity
Pada karakter ini, siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan optimal baik itu dengan teman-temannya maupun dengan gurunya. Hal ini sejalan dengan karakter communication and collaboration.
5. Intertwining
Pada karakter ini, siswa diberikan kesempatan untuk menghubungkan pemikirannya antara materi yang satu dengan materi yang lainnya baik itu termasuk dalam satu pelajaran maupun pada pelajaran yang lain. Hal ini sejalan dengan karakter collaboration.
Dari beberapa penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan RME merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat cocok digunakan di abad ke-21 ini. Oleh karena itu, diharapkan kepada para pendidik khususnya pendidik yang mengajarkan matematika hendaknya menggunakan pembelajaran RME dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Berikut ini adalah salah satu contoh pembelajaran yang mengacu pada karakter belajar abad 21.

Comments (3)

  1. terima kasih sharingnya Pak Upomo….intinya guru harus selalu mencari metode pengajaran yang tepat yang sesuai dengan tuntutan zaman….guru selalu muncul dengan ide-ide baru…berinovasi kreatif… tujuan akhirnya menjadikan pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa dan prestasi belajar siswa meningkat.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar