1

CERITA SEGALA RASA BELAJAR LEWAT RUANG MAYA (0)

Laili Fitriyah October 18, 2020

Di masa pandemi covid 19 ini banyak sekali aspek dalam kehidupan yang berubah drastis, salah satunya dunia pendidikan. Jika sebelum new normal, pembelajaran tatap muka di sekolah dapat dilaksanakan dengan leluasa, maka saat ini kita dipaksa untuk bertahan dengan pembelajaran secara maya. Jika sebelumnya, menyambut siswa dengan senyum dan salam menjadi rutinitas harian, maka saat ini kita harus berbesar hati untuk menyembunyikan senyum di balik masker, pun tak bersalaman dengan siapapun.  Pandemi ini jelas membawa banyak sekali perubahan dalam sistem pendidikan. Sebagai seorang guru saya sangat merasakan perbedaan mengajar tatap muka dan pembelajaran daring. Terlebih saya merupakan guru bilingual (2 bahasa) yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa di sekolah saya. Tentu banyak tantangan, pun kendala yang saya alami dalam membelajarkan bahasa.

Selama tiga tahun menjalani peran sebagai guru, ini adalah pengalaman pertama saya menjalankan PJJ. Perasaan saya campur aduk seketika. Bagaimana tidak, rutinitas bertemu siswa dan rekan kerja setiap harinya dipaksa untuk hilang dalam sekejap mata, dan digantikan dengan pembelajaran maya. Saya bingung luar biasa, bagaimana harus menjaga laju roda pengajaran bahasa dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ), lha wong pembelajaran tatap muka saja seringkali ditemui siswa yang tertinggal dibanding teman-temannya. Awal-awal saya melaksanakan PJJ ibarat mengembara dengan perbekalan seadanya. Saya memanfaatkan grup whatsapp untuk menyampaikan materi dan pengumpulan tugas karena saya rasa ini adalah media komunikasi yang terjangkau untuk saya dan para siswa. Lalu-lintas pengajaran di 10 kelas yang saya ampu semuanya berjalan di Whatsapp, hingga pada suatu ketika gawai saya terus-terusan hang/eror karena memori dipenuhi file foto dan video dari siswa. Gawai eror di tengah PJJ tentunya bukan hal yang baik kan? Berputarlah otak saya untuk media yang lebih nyaman dan terstruktur dalam pengumpulan tugas namun tidak menguras kuota anak-anak. Saya mulai belajar mengenal kahoot, quizizz, memanfaatkan gmail hingga akhirnya hati saya tertambat di google classroom.

Tantangan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa yang paling terasa adalah saat ingin menjelaskan materi dan membimbing siswa dalam KD keterampilan, seperti menulis dan berbicara (menampilkan sesuatu). Memberikan modul berisi materi tanpa disertai penjelasan dan praktik dari guru saya rasa tidak akan maksimal. Dari situlah saya terus berusaha menantang diri saya belajar menggunakan OBS (aplikasi perekam layar yang juga bisa untuk melakukan live video) saat ingin membagikan penjelasan materi untuk siswa saya. Selain itu, saya juga belajar mendesain di canva untuk membuka wawasan siswa saya dalam kegiatan membuat poster.

Kendala dalam pelaksanaan PJJ juga rupa-rupa bentuknya, mulai dari kendala gawai, kendala jaringan, hingga kendala kuota. Tak jarang juga siswa memang tidak mau mengumpulkan tugas meskipun bisa online. Pengalaman sedih ini terkadang menyurutkan semangat saya dalam mengajar. Namun, di sisi lain masih ada beberapa siswa yang terus aktif dalam PJJ yang senantiasa menunggu ilmu dari gurunya. Selama PJJ ini ada pengalaman yang terasa begitu hangat bagi saya, yaitu ketika saya memberikan contoh desain poster yang saya buat di aplikasi canva kepada siswa saya. Setelah itu mereka saya bebaskan untuk berkreasi membuat satu poster baik dibantu aplikasi maupun menggambar manual. Ternyata, banyak juga siswa saya yang lebih bersemangat mendesain poster hingga ada salah satu siswa yang mengirim pesan dengan bertanya, “Bu, bolehkah saya mengumpulkan lebih dari satu karya? Saya membuat 3 bu.” Sebagai guru tentu ada rasa haru yang menyeruak ketika melihat siswa tetap antusias belajar meskipun belajar secara daring.

Pembelajaran jarak jauh dengan segala kemajuan IT di dalamnya tentu tidak akan bisa menggantikan peran guru seutuhnya. Bimbingan dan peran guru sebagai katalisator dan motivator tetap diperlukan. Paling tidak, ada hikmah yang bisa dipetik dari pandemi ini yaitu guru berani berinovasi dan mengembangkan kreativitasnya agar pembelajaran bisa terus berjalan. Semoga saja pandemi ini segera mereda agar segala kesibukan kita bisa berjalan seperti sediakala.

#WritingCompetition  #NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar